Nurhayati Ali Assegaf Permalukan Dirinya dan Merusak Citra Demokrat


Poltisi Partai Demokrat yang juga Ketua Fraksi Partai di DPR RI mungkin terpaksa harus menyesali nasibnya karena Dihujat 3.000 pembaca detiknews (dibaca rakyat).

Ini adalah rekor tersendiri bagi sebuah Media online maupun seorang Politisi dimana belum pernah terjadi sebuah berita di situs online menghasilkan komentar sejumlah 3.600 komentar dimana sekitar 3.000 komentar menghujat statement politisi yang dimuat di media online tersebut.

Kisah tragis Dr. Nurhayati Ali Assegaf, M.Si.,MP ini terjadi ketika dirinya yang tanpa sebab musabab yang jelas memberikan pernyataan kontroversial yang berkaitan dengan kinerja Jokowi-Ahok selama satu tahun menjabat menjadi Gubernur DKI.

Ketua Fraksi Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menilai kepemimpinan Jokowi di Ibu kota belum menghasilkan banyak prestasi Dan inilah pernyataan dari Nurhayati :

“Apa yang dilakukan Pak Jokowi biarlah rakyat yang menilai, tetapi media dan semua harus obyektif, bagaimana Jokowi memimpin dan apa yang terjadi sekarang. Yang pokok itu kemacetan, kebakaran, dan 1.000 rumah terbakar. Belum pernah loh 1000 rumah terbakar,” ujar Nurhayati di lapangan futsal Samba, Jalan Tentara Pelajar, Jakarta Selatan, Sabtu (19/10/2013).

Dia juga mengatakan apa yang dilakukan Jokowi saat ini sebenarnya hanya melanjutkan kebijakan yang telah dibuat sebelumnya. Kebijakan Pemprov DKi saat ini bukan hal baru.
“Jokowi itu meneruskan, dan Jakarta ini bukan hutan rimba. Jokowi itu datang tinggal melanjutkan,” tutur Nurhayati.

Begitulah kira-kira isi dari pernyataan seorang Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI. Sebuah pernyataan yang sangat controversial dan sangat tidak perlu sama sekali untuk dikeluarkan oleh seorang politisi dari partai manapun.

Pernyataan seperti yang dikeluarkan oleh Dr. Nurhayati bisa jadi dinilai orang sebagai berikut :

1. Nurhayati membutakan matanya sendiri dengan tidak melihat apa-apa yang sudah dilakukan Jokowi-Ahok di Tanah Abang, di Waduk Pluit dan juga pembenahan besar-besaran Birokrasi DKI dalam setahun terakhir ini. Sungguh Kasihan.

2. Nurhayati menggunakan Musibah Kebakaran sebagai Komoditi politik untuk menjatuhkan prestasi seorang Jokowi. Ini sangat mengherankan karena Jokowi sendiri sebenarnya bukan seorang musuh bagi Nurhayati. Mungkin Jokowi akan menjadi Saingan Terkuat dari Capres yang diusung Demokrat di 2014 nanti tapi secara substansi apa-apa yang dilakukan Jokowi tidak berkaitan dengan Nurhayati. Mengapa dirinya harus mendiskreditkan Jokowi seperti itu?

3. Tidak ada hubungan kejadian kebakaran pemukiman dengan prestasi seorang Gubernur dalam kurun waktu 1 tahun. Nurhayati menggunakan Tolok Ukur kebakaran rumah penduduk sebagai dasar penilaian Kinerja Gubernur selama 1 tahun sama sekali tidak memiliki suatu relevansi. Dengan memberi penilaian yang tidak memiliki relevansi kuat maka Nurhayati telah merendahkan kualitas dirinya sendiri. Hanya sampai disitu kah seorang Doktor dan seorang Ketua Fraksi DPR melakukan sebuah penilaian?

4. Nurhayati menggunakan data yang belum Valid untuk menyerang orang yang sebenarnya tidak membahayakan posisi dirinya. Data kebakaran yang ada pada Dinas Pemadam Kebakaran adalah data tahun 2012 dimana periode Januari 2012 hingga Desember 2012 telah terjadi 1.008 kebakaran pemukiman penduduk. Dan jika data sepanjang 2012 ini yang digunakan Nurhayati dimana diketahui bahwa Jokowi-Ahok mulai memimpin Jakarta sejak Oktober 2012, maka bisa dikatakan Nurhayati melakukan Fitnah kepada Jokowi-Ahok. Ini sangat menyesatkan dan membuat banyak orang menjadi prihatin dengan cara-cara politisi melakukan Black Campaign.

5. Nurhayati secara pribadi dan secara jabatannya sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI telah menyatakan perang terbuka kepada Jokowi-Ahok yang sebenarnya Bukan Musuh dari Demokrat maupun dirinya pribadi.

Pada kesimpulan akhirnya bisa dikatakan bahwa Dr. Nurhayati Ali Assegaf telah menjatuhkan nama baiknya sendiri sekaligus mempermalukan Partai Demokrat yang menurut slogan dari Pemimpinnya selalu menjunjung tinggi Etika Santun dalam Berpolitik.

Dan Dr. Nurhayati Ali Assegaf telah menerima imbalannya berupa 3.000 hujatan dari rakyatnya yang tidak rela seorang Nurhayati menggunakan cara-cara kotor seperti itu untuk berpolitik.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

One thought on “Nurhayati Ali Assegaf Permalukan Dirinya dan Merusak Citra Demokrat

  1. James
    July 4, 2014 at 9:02 pm

    Rasain sendiri loe Nurhayati Ali Assegaf, mulut comel/bawel loe tuh mengakibatkan Kemaluan loe sendiri !!! termasuk Partai Loe Demokrat tuh !!! tar di jewer SBY tau rasa loe !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *