Cruise Hawaii Tahiti # 4


Salah satu kegiatan nge-cruise kami yang lalu-lalu adalah bermain bridge. Tapi sampai hari ini belum ada sintinger yang pergi cruise untuk bermain bridge setiap hari seperti pernah kami alami :-). Terakhir kemarin saya

Bang Jeha - Penulis

check pendaftar peminat bridge di ‘card room’ kapal, segitu-segitu juga, cuma 1 2 orang yang tulis nama mereka. Tetapi ada kabar baiknya bahwa mulai besok, hari pertama ‘at sea’, akan ada acara bridge mulai jam 2 siang. Mohon komat-kamit sehingga tim wakil Akademi Bridge Serviamto bisa bertanding oke punya lawan para master dan live-master ACBL (American Contract Bridge League) seperti di cruise yang lalu-lalu. ­čÖé

Naik kapal kecil seperti Royal Princess ini ada untung ada ruginya.. Selain tak ada acara bridge harian, juga tak usah diharapkan adanya Misa seperti ketika kami naik Holland America yang menyediakan modalin seorang pastor. Bermimpilah adanya kolam arus seperti di kapal Princess yang gede-gede. Kolam renangnya cuma seceplikan, sekali nyemplung sudah sampai ke ujungnya :-). Ya, saya sudah sekali berenang, ada 2 oma opa terokmok

Di muka Akaka Falls

yang bikin penuh kolam sehingga saya cuma beberapa kali doang bolak-balik, hampir ketubruk terus dengan mereka. Pokoknya kaga asyik engga bisa sang kolam dipakai berenang laps seriusan. Untung juga tadi pagi kami kembali dilatih private oleh Malusi di dalam acara ‘body conditioning challenge’. Luluslah si Empok Cecile dan Bang Jeha sebab acaranya cuma setengah jam doang.

Salah satu keuntungan lainnya adalah hampir selalu kami bisa ke front desk atau reception, tanpa antri. Ambil tiket tender, kapal kecil yang dipakai bila berlabuh di pelabuhan dangkal seperti di Maui kemarin, langsung bisa naik. Di kapal besar, antriannya bisa setengah jam satu jam sebelum dapat tempat di kapal tender. Demikian pula halnya di ruang makan buffet, tak pernah kami perlu bergabung dengan orang lain di meja makan, selalu tersedia meja untuk kami. Kalau di kapal besar, pesan omelette perlu pakai karcis, tunggu bisa sampai 5-6 orang, di Royal Princess ini paling ada 1 orang di depan kita.

Kaldera Kilauea

Hari ini kami mendarat di pulau terbesar di Kepulauan Hawaii yang selain bernama Hawaii juga, dinamakan The Big Island. Sebab luasnya lebih besar dari semua pulau-pulau lain dijadikan satu alias ia pulau terbesar di Amerika Serikat, yakni sekitar 10 ribu km persegi. Bentuk pulaunya hampir segi empat dimana jarak satu ujung ke ujung lainnya, masing-masing 100 km-an sehingga 100 x 100 ya 10 ribu :-). Kembali kami tidak pakai tour dari kapal tapi mau mencari dhewek. Begitu keluar dari daerah pelabuhan, di Hilo ini kami sudah ditawari tour oleh seorang bule bernama Gil. Apa yang ia tawarkan memang mau kami pergikan, yakni ke Volcanoes National Park selain ke suatu air terjun, Akaka Falls.

Ongkosnya cuma $ 65 per orang, sekitar sepertiga tarip kapal, dan hampirprivate lagi karena ├é┬ácuma ada satu peserta lainnya. Amy bule muda asalZurich, Swiss, yang sedang jalan-jalan di Hawaii selama 2 mingguan, ‘in between jobs’ kata doski. Guide merangkap supir adalah Tina, isteri├é┬á├é┬á si Gil dimana mereka berdua punya tour company Big Island Aina Tours, www.ainatours.com. Tina cukup ramah ataupun sangat ramah, servisnya bagus memuaskan, no complaint. Pertama ia mengajak kami ke arah utara Hilo, ke suatu air terjun setinggi 150-an meter, Akaka Falls. Boljug sebab

Di dalam lava tube

sangat asri alias tidak ada bangunan gedung disamping-sampingnya. Acara utama kedua adalah ke Hawaii Volcanoes National Park yang ketika

Densy pren kami masih kecil, lavanya mengalir sampai ke laut :-). Sekarang sudah tidak bisa dilihat lagi, jalanan kesitu sudah tertutup. Jadi tontonan kami cuma kaldera maha luas bernama Kilauea Crater.Gunung tinggi kedua di pulau itu, selain Mauna

Di hiking trail bersama Amy dan guide Tina

Kea, adalah Mauna Loa yang kalau saja tidak tertutup awan, bisa dilihat puncaknya dari Volcanoes National Park. Satu atraksi istimewa lainnya, tak pernah saya dengar apalagi jelajahi adalah apa yang bernama lava tube. Yakni suatu terowongan yang terbentuk seluruhnya dari lava, yang melewati proses istimewa, menjadi berbentuk terowongan atau berlubang. Akibatnya kita jadi masuk suatu terowongan, tube, yang semuanya adalah bekas lava yang sudah menjadi batu. Amazing, istimewa memang akibat perilaku suatu gunung berapi di Planit Bumi. Yang tambah mencekam adalah suatu ketika gunung berapi yang

Bersama Tina di muka lava tube

masih aktif ini bisa meletus lagi. Misal baru saja di tanggal 5 s/d 9 Maret yang lalu, kawah yang kami tonton dan cuma berasap sekarang, meletus mengeluarkan

lavanya. Satu bonus menonton kawah adalah kami perlu jalan kaki di suatu hiking trail untuk lebih mendekati kawah maupun menuju lava tube. Berjalan beberapa km di trail itu memberikan gambaran akan kekayaan maupun keunikan flora dan fauna Kepulauan Hawaii, trims a.l.kepada Tina guide kami yang memberikan cem-macem penjelasan. Sekian dulu laporan bagian pertama dari cruise kami ke Kepulauan Hawaii sebab esok kami akan menuju ke Kepulauan Tahiti. Bai bai lam lekom.(IM)

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *