Cruise Asia Kedua Special Edition # 12


Cruise Asia Kedua Special Edition # 12

Sabtu, 15 Pebruari 2020, Daikoku Cruise Terminal hari ke 11 dipenjara

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

“Anak Indonesia dik?,” tanyaku ke satu pelayan yang membawakan lada
garam dan susu nirlaktosa yang kupesan kemarin pagi. “Iya pak.” “Mau
tulis surat ke Pak Jokowi, minta dipulangkan?,” tanyaku. “Serius saya
punya jalur khusus untuk sampai ke beliau,” kataku lagi. “Engga usah
pak, kami semua akan dipulangkan tanggal 20 Pebruari sebab kapal akan
disanitasi.” “Oh bagus kalau begitu, semua awak Indonesia sehat-sehat
dik?,” tanya saya lagi prihatin. “Iya sehat semua pak alhamdulilah.”
“Alhamdulilah dik, selamat bertugas,” dialog saya terakhir dengan doi.
Begitulah prens keadaan kapal apes ini, akan dicuci dibersihkan luar
dalam atas bawah agar bersih-sih dari Covid-19, semua awak dipulangkan
ke kampung mereka masing-masing. Bila Anda sudah kegirangan mendengar
membaca memirsa berita penumpang uzur boleh keluar kemarin, eror bro
en sis. Itu yang sudah beneran gaek alias 80 tahun ke atas dan
syaratnya mesti lulus test (yang sudah dilakukan). Bang Jeha terlalu
muda, engga qualified, sori yah. Jadi tetap doakanlah kami, agar kami
benar-benar punya gen Gatotkaca dan Siti Gahara atau Sri Asih ūüôā
(Cecile engga jelas, sahaya lanjut di bawah).

Jadi teringat si MoTe sahabatku yang memilih membujang seumur hidup
alias jadi pastor Katolik ordo SCJ. Ketika suatu hari MoTe bertandang
ke rumah hamba, ia terhenyak sebab di dinding di lorong depan pintu
rumahku ada tokoh wayang Antasena, ente Jawi sebutnya Ontoseno. Ya
saya sering pulkam dan dihadiahi cem-macem oleh sohibku anak-anak
Nusantara yang kusayangi (ada hadiah abang jadi sayang,wekwekwek :-)).
“Jus, wah tokoh wayang itu cocok sekali dengan kamu,” seru si MoTe
terkesiap terkejut. Kalau Anda belum tahu, si MoTe gila wayang dan
saat ia ditahbiskan di Lampung sono, bokap-nyokapnya nanggap wayang
7 hari 7 malam, opo ora hesbat rek :-). Sebelum Anda cepat-cepat tanya
oom Google (tante Alexa mah kaga bakalan tahu), Antasena abang ade
dengan Gatotkaca, putera bungsu Bima a.k.a. Werkudara, putera Pandawa
nomor dua (MoTe akan hapal seluruh silsilah keluarga Pandawa). Salah
satu kehebatannya adalah bukan saja ia mampu terbang, amblas ke dalam
bumi juga menyelam di dalam air. Itu sebabnya si saya karena punya gen
keluarga Pandawa :-), jadi demen banget renang dan nyelam. Ayo yang
belum daftar, tanggal 6 Maret kita ke Misool, Raja Ampat!

“Hello, good morning, guest services,” suara entong aksen Jepun di
telepon. “Morning, is Taisei Kashima on duty?,” tanyaku. Taisei prenku
yang memberikan info-info rinci berbagai cara transportasi dari pier
ke bandara Haneda, termasuk yang paling cepat kesitu. Tapi itu sebelum
kami dikarantina di jaman normal. “He works in another department
today sir,” lanjut entong. “I’d like to ask him and perhaps you can
ask your supervisor. Is regular taxi from outside allowed to pick-up
passengers into the pier because of this virus thing,?” tanyaku. “OK
sir I will ask around and get back to you,” jawabnya terakhir.
Begitulah prens sadayana, nasib kami serba tidak menentu. Apakah kami
akan dikeluarkan 19 Pebruari? Apakah ada supir taksi berani mati yang
bakalan siap mangkal di dermaga? Anda harus baca pirsa satu foto di
bawah ini bahwa di seluruh Planit Bumi di luar Wuhan, Diamond Princess
adalah tempat paling berbahaya, inkubator Covid-19 tergila di dunia.
Masih belum, info nakut-nakutin yang tiba di haribaan Bang Jeha, satu
dua anak Indo penyebar gosip juga mewanti-wanti kami agar siap-siap
dikarantina 14 hari lagi di Cengkareng. Mana kutakut? Artinya sarapan
pagi bubur ayam pakai cakwee dan caipo, siang nasi goreng pakai krupuk
dan malam sate ayam dan sate kambing plus lontong :-).

Air adalah kebutuhan utama kita sehingga tak perduli kita tinggal
dimana kita akan kenal produk-produk air minum yang bisa kita beli.
Tinggal di Canada sudah 40 tahun, melebihi lamanya saya di Indo, tentu
saya tahu banget ‘supply’ air minum di toko-toko. Tak ada yang jual
air yang sekali pakai dibuang di container 20 liter, lengkap dengan
corongnya. Di Jepang ada! Negeri ini siap menghadapi bencana, berbagai
jenis marabahaya dan itu sebabnya mereka punya air minum seperti itu.
Portage-nya dari luar pintu cabin ke dalam, buerat mek, untung bang
jeha biasa angkat canoe 30 kg :-). Tetapi setelah melihat seperti apa
beliau dan tiada tempat lagi untuk kami angkat ke atas guna sang
corong bisa dibuka, kami putuskan untuk minta air botol sahaja. “Chai
can you give us bottled water (2 liter) instead, we don’t want to use
that 20 liter water,” tanya saya ke si entong Thailand. Sigap dia,
pren dengan kami, langsung dia bawain satu dos isi 6 botol air @ 2 lt.
Tersedialah air minum bersih sampai dengan masa karantina selesai :-).

Toktoktok, pintu cabin diketok. Pakai masker sebentar dan buka pintu.
Astaga yang datang 2 wong keren Jepun-ren seragam biru pakai pakaian
a la astronot kaya mau ke Bulan, memperkenalkan diri mereka sebagai
dokter tugas di kapal. Yang di depan mulai bertanya apakah kami pernah
ditest buat coronavirus. Ya tgl 4 Pebruari yang lalu. “Di-swab?,”
tanya dia sambil menunjukkan Q-tips di tangannya. Kaga, cuma dicolok
kuping pakai thermometer. Oke apakah bisa tandatangani formulir setuju
untuk di-swab? Siapa takut. Saya tandatangani dan lalu pa dokter
nge-swab tenggorokan saya, disusul Mpok Cecile. “When can we get the
result?,” tanyaku. “In 3 days but if you are not infected, we may not
inform you,” jawab si dokter Naguro, dokter militer Angkatan Darat.
“Why are we tested?,” tanyaku lagi. “Because you are more than 70
years old,” jawabnya. Ternyata ude tuwek gue, baru sadar :-). Semoga
nasib kami berdua oke punya dan artinya mulai tanggal 17 nanti bebas
bisa keluar keleleran di Haneda, wekwekwek :-). Idealnya nginap
semalam di hotel di Kamata, reuni dengan Warti dan Toshi yang kangen
berat kepada kami, ihik ihik :-). “Bang Jeha emang elo banyak maunye,”
kata para prensku anak Betawi. Gantungkan cita-citamu setinggi tiang
jemuran prens sadayana (yang sudah langka alias tinggi nian :-)).

Witono sahabatku tersay pemimpin Band Nusantara akan semakin menyesal
tidak ikut cruise Diamond Princess ini kalau ia tahu kemarin kami
dapat pembagian iPhone! Hadiah dari DepKes Jepang dengan sponsor
SoftBank Corporation dan LINE Corporation. Sudah dipasangin SIM card
Jepang Wi, Internetnya langsung nyala. Bukan itu saja, karena
Valentine’s Day, kami dapat berbagai hadiah lagi: sekuntum mawar buat
si Empok, coklat berkantong-kantong, kue-kue, permen, alat rias buat
cewek, ‘lip balm’ buat cowok buat modal cipokan :-). Pokoknya Wi,
hari-hari penuh hadiah hanya ada di Diamond Princess :-).( Jusni H / IM )
… (bersambung) …

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *