OP Keperawatan Tekad untuk Berada di Garis Terdepan Pembangunan Kesehatan
Dilaporkan: Liu Setiawan
Jakarta, 15 Juni 2026/Indonesia Media – Ketua umum Perkumpulan Perawat Pembaharuan Indonesia atau PPPI, Sukendar menyatakan dengan tegas bahwa profesi perawat tidak lagi hanya sebatas ‘pelengkap penderita’ pembangunan kesehatan bangsa. Sebaliknya, organisasi profesi (OP) keperawatan sudah harus berada di garis terdepan untuk pembangunan kesehatan. “Selama ini, misalkan waktu pandemi Covid-19 melanda atau musibah, kami selalu berada di garis terdepan. Tapi ketika ada kegiatan perumusan kebijakan pembangunan kesehatan, kami sering tidak dipandang,” Sukendar mengatakan kepada Redaksi.
Sehingga PPPI melihat urgensi kebangkitan serta momentum konsolidasi untuk meneguhkan kembali tekad bahwa perawat Indonesia harus menjadi kekuatan besar dalam pembangunan kesehatan bangsa. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas hingga Pulau Rote, para perawat hadir membawa harapan yang sama: membangun organisasi yang kuat, profesional, berintegritas, dan mampu memperjuangkan kepentingan perawat serta pelayanan kesehatan yang bermutu bagi masyarakat Indonesia. “Mulai 13 Juni, bertepatan kegiatan Munas (Musyawarah Nasional) kami merespons atas kebisuan selama ini. Kami bangkit, tidak boleh terjebak dalam birokrasi yang kaku, ego sektoral. kami tidak sekedar ganti nama, ganti logo, tapi pengubahan mindset untuk keadilan dan kesetaraan profesi perawat dengan profesi lain,” kata Sukendar.
Perawat bukan hanya pelaksana pelayanan kesehatan, tapi pejuang kemanusiaan yang hadir sejak awal kehidupan hingga akhir hayat manusia. Karena itu, perawat harus memiliki organisasi yang kuat, mandiri, dan berani menyuarakan aspirasi anggotanya demi kemajuan profesi dan kesejahteraan bersama. Munas PPPI 2026 yang berlangsung di Jakarta menjadi tonggak penting untuk memperkuat jaringan organisasi hingga ke tingkat ranting, meningkatkan kompetensi anggota melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan, memperjuangkan perlindungan hukum profesi, serta memperkuat posisi perawat dalam sistem kesehatan nasional. “Semua pengurus PPPI tidak mau seperti OP yang lain, yang normative. Saya mau PPPI, sebagai organisasi profesi dengan semangat perubahan. Saya tidak mau hanya duduk, tepuk tangan dan pulang saat Munas berlangsung. Tapi hasil akhir Munas, kami akan terus berada di garis depan memenuhi tuntutan masyarakat, serta mengharuskan profesi perawat bangkit,” kata Sukendar. (LS/IM)















