Hewan Langka Panda, Icon Tiongkok Dibahas pada Pertemuan SPPB UI & Hubei Academy


Hewan Langka Panda, Icon Tiongkok Dibahas pada Pertemuan SPPB UI & Hubei Academy
Dilaporkan: Liu Setiawan
Jakarta, 15 Juli 2026/Indonesia Media – Panda yang merupakan hewan langka dan endemik Tiongkok, sekaligus icon dari Tiongkok sempat menjadi pertanyaan dan dibahas pada pertemuan delegasi Hubei Provincial Academy of Eco-environmental Sciences Tiongkok dengan pimpinan Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan (SPPB) Universitas Indonesia (UI). Direktur SPPB UI, Prof. Supriatna bertanya langsung kepada delegasi Hubei mengenai habitat panda dengan suasana alami dan luas, sehingga satwa berbulu tersebut tetap lestari sebagai asset harta negara China.
Tapi, ternyata hewan langka dan hampir punah yang ada di Hubei, yakni spesies lumba-lumba air tawar. Pemerintah provinsi Hubei membuatkan habitat lumba-lumba tersebut yang terancam punah. Pemerintah Hubei juga berupaya membangun konservasi untuk melindungi spesies ini dan habitatnya. “Kami tidak punya habitat panda, tapi kami punya habitat lumba-lumba air tawar. Spesies ini hampir purnah. endemiknya di Yangtze river, habitatnya hidup di kota Yi Chang, provinsi Hubei,” kata President Hubei Provincial Academy of Eco-environmental Sciences, Cai Junxiong.
Pertemuan berlangsung hampir dua jam di kampus SPPB UI Salemba. Dari pihak SPPB UI, selain Prof. Supriatna, hadir juga wakilnya, yakni Prof. Yon Machmudi, Jelang Ramadhan, S.IP., M.Si., Ph.D ( special staff GSSD), Leonora F. Waromi ( researcher ). Dari pihak Hubei, yakni Cai Junxiong (presiden), Liu Yougang, Zhu Yan, Liao Qi, Yi Chuan, Chen Liming. Semua delegasi Hubei berlatarbelakang ilmu lingkungan. “Sehingga kunjungan kami ke SPPB UI, agenda utamanya untuk diskusi mengenai pencegahan dan pengendalian pencemaran industry di wilayah tropis dan isu-isu terkait. Kami juga sepakat untuk membuat MoU ( Memorandum of Understanding ) dengan UI,” kata Cai Junxiong.
Cai Junxiong juga sempat menjelaskan mengenai upaya menjaga habitat lumba-lumba air tawar yang terancam punah. Upaya melindungi spesies ini juga parallel dengan menjaga kekayaan biodiversitas di beberapa daerah di provinsi Hubei. endemiknya spesies tersebut terdapat di Yangtze river dengan habitat hidupnya di kota Yi Chang , provinsi Hubei. Pemerintah kota Yi Chang, sebagai pelaksana teknis tiga gorges dam atau bendungan Tiga Jurang atau Bendungan Tiga Ngarai. Bendungan terletak di Yangtze river yang notabene sungai ketiga terpanjang di dunia. Yang Tze melewati tiga provinsi yakni Sandouping, Yichang dan Hubei. Konstruksi dimulai pada 1994. Bendungan ini, hidroelektrik terbesar di dunia ketika diselesaikan pada tahun 2009. “terdapat 1.024 ekor lumba-lumba air tawar di sepanjang Yangtze river. Pengembangan di kota Yi Chang. ada rusa, monyet bulu kuning, tapi belum endemic. Kedua spesies langka juga dengan pengelolaan habitat yang efektif sehingga tetap lestari,” kata Cai Junxiong.
 Hubei provincial academy of eco-environmental sciences juga melakukan upaya pengendalian polutan baru, pengelolaan limbah padat dan bahan kimia. Kegiatan penelitian kebijakan dan peraturan mengenai pembangunan hijau dan rendah karbon dalam indsutri logam non-ferrous daur ulang. Gross Domestic Product (GDP) sebesar 60 juta Chinese Yuan (GDP), setara dengan hampir 10 juta US Dolar. Selain, lebih dari seratus universitas menampung mahasiswa dari dalam dan luar negeri di Hubei. “Wuhan university di Hubei, sudah lebih dari satu juta mahasiswa. Program studi ilmu lingkungan, sudah berusia 50 tahun. Program ilmu lingkungan di bawah department ekologi dan lingkungan se-tingkat kementerian lingkungan hidup. Tanggung jawabnya, termasuk mengelola 21 pusat riset mengenai lingkungan,” kata Cai Junxiong. (LS/IM)
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *