Kemenpora, Hunan China Tindaklanjuti Kerjasama Teknologi Keolahragaan, Sports Entertainment


 

Setiawan Liu

Jakarta, 28 Agustus 2018, Indonesia Media – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Indonesia akan menindaklanjuti hasil pertemuan Komite Olahraga provinsi Hunan, Tiongkok dengan kunjungan dalam waktu dekat, dengan agenda peningkatan kerjasama dan alih teknologi. Kemenpora belum mengoptimalkan teknologi keolahragaan terutama untuk peningkatan performa atlit-atlit nasional. Alat pendeteksi berbagai parameter, misalkan umur, tinggi, gizi atlit yang bisa menentukan masa pencapaian maksimal. “Teknologi (deteksi) high performance atlit, misalkan umur, tinggi, berat badan atlit terhadap prestasi ke depan. Terutama umur yang menentukan performa pada setiap pertandingan dan karir ke depannya sangat menentukan keolahragaan prestasi di Indonesia,” Asisten Deputi Promosi dan Industri Olahraga Kemenpora Sandi Suwardi mengatakan kepada Indonesia Media.

Selain kerjasama bidang teknologi, Kemenpora juga menawarkan skema lain yakni event olahraga berseri dan sports entertainment, sports tourism. Pemerintah Indonesia melalui Kemenpora sudah melihat langsung dampak dari penyelenggaraan Asian Games 2018. “Perputaran uang sangat tinggi selama Asian Games di dua kota, (yakni) Jakarta dan Palembang,” kata Sandi yang didampingi kepala bidang infrastruktur olahraga, Anang Kosim.

Sehingga Kemenpora sedang getol membahas program sports entertainment dan terbuka peluang kerjasama dengan luar negeri. Asian Games 2018 nyata bukan hanya sebatas event olahraga tetapi juga wisata (tourism) dan hiburan (entertainment). “Masyarakat Indonesia terutama pecinta olahraga tertentu menonton atlit-atlit China selama Asian Games, mereka juga terhibur. Kami terus bersemangat agar sports bisa dinikmati, dan menghibur semua lapisan masyarakat,” kata Sandi.

Sementara itu, Ketua Delegasi Hunan Zeng Wei mengaku sangat senang dengan undangan Kemenpora, dan rencana kunjungan ke China. Selain perasaan senang, Zeng Wei yang juga menjabat sebagai ketua Federasi Volleyball (voli) Hunan juga kagum dengan pelaksanaan Asian Games 2018. “Kami sempat melihat pertandingan badminton. Kami kagum dengan atlit Indonesia dan reaksi spontan supporter di lapangan,” Zeng Wei mengatakan kepada Indonesia Media.

Rombongan terdiri dari tujuh orang, termasuk Zeng Wei yang kesemuanya adalah pengurus dari Komite Olahraga provinsi Hunan, termasuk badminton, volleyball, atletik, dan lain sebagainya. “Kami apresiasi Kemenpora atas undangan ini,” kata Zeng Wei.

Pemerintah provinsi Hunan sempat membangun kelembagaan olahraga dengan tiga divisi utama, yakni khusus olahraga, industri dan keekonomian. Ketiga hal tersebut tidak bisa dipisahkan terutama untuk pembangunan sports entertainment atau sports tourism. Pemerintah pusat China juga mendukung kelembagaan tersebut termasuk pendanaan sejak tahun 2014 yang lalu. Sehingga ada Surat Keputusan yang mendukung kegiatan industri dan promosi olahraga Hunan. “Industri olahraga maju pesat, dan nilai perputaran uang mencapai 10 milyar RMB per tahun di Hunan. Sementara provinsi lain, (yakni) Fujian melalui pertandingan, eksibisi (pertandingan persahabatan), transaksi merchandise dan lain sebagainya berhasil memutar uang sampai 300 milyar RMB. Nilai tersebut tiga kali Hunan. Kami juga mengamati bagaimana dampak Asian Games terhadap ekonomi nasional Indonesia,” kata Zeng Wei. (SL/IM)

Kemenpora, Hunan China Tindaklanjuti Kerjasama Teknologi Keolahragaan, Sports Entertainment

Dilaporkan:

Setiawan Liu

Jakarta, 28 Agustus 2018, Indonesia Media – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) Indonesia akan menindaklanjuti hasil pertemuan Komite Olahraga provinsi Hunan, Tiongkok dengan kunjungan dalam waktu dekat, dengan agenda peningkatan kerjasama dan alih teknologi. Kemenpora belum mengoptimalkan teknologi keolahragaan terutama untuk peningkatan performa atlit-atlit nasional. Alat pendeteksi berbagai parameter, misalkan umur, tinggi, gizi atlit yang bisa menentukan masa pencapaian maksimal. “Teknologi (deteksi) high performance atlit, misalkan umur, tinggi, berat badan atlit terhadap prestasi ke depan. Terutama umur yang menentukan performa pada setiap pertandingan dan karir ke depannya sangat menentukan keolahragaan prestasi di Indonesia,” Asisten Deputi Promosi dan Industri Olahraga Kemenpora Sandi Suwardi mengatakan kepada Indonesia Media.

Selain kerjasama bidang teknologi, Kemenpora juga menawarkan skema lain yakni event olahraga berseri dan sports entertainment, sports tourism. Pemerintah Indonesia melalui Kemenpora sudah melihat langsung dampak dari penyelenggaraan Asian Games 2018. “Perputaran uang sangat tinggi selama Asian Games di dua kota, (yakni) Jakarta dan Palembang,” kata Sandi yang didampingi kepala bidang infrastruktur olahraga, Anang Kosim.

Sehingga Kemenpora sedang getol membahas program sports entertainment dan terbuka peluang kerjasama dengan luar negeri. Asian Games 2018 nyata bukan hanya sebatas event olahraga tetapi juga wisata (tourism) dan hiburan (entertainment). “Masyarakat Indonesia terutama pecinta olahraga tertentu menonton atlit-atlit China selama Asian Games, mereka juga terhibur. Kami terus bersemangat agar sports bisa dinikmati, dan menghibur semua lapisan masyarakat,” kata Sandi.

Sementara itu, Ketua Delegasi Hunan Zeng Wei mengaku sangat senang dengan undangan Kemenpora, dan rencana kunjungan ke China. Selain perasaan senang, Zeng Wei yang juga menjabat sebagai ketua Federasi Volleyball (voli) Hunan juga kagum dengan pelaksanaan Asian Games 2018. “Kami sempat melihat pertandingan badminton. Kami kagum dengan atlit Indonesia dan reaksi spontan supporter di lapangan,” Zeng Wei mengatakan kepada Indonesia Media.

Rombongan terdiri dari tujuh orang, termasuk Zeng Wei yang kesemuanya adalah pengurus dari Komite Olahraga provinsi Hunan, termasuk badminton, volleyball, atletik, dan lain sebagainya. “Kami apresiasi Kemenpora atas undangan ini,” kata Zeng Wei.

Pemerintah provinsi Hunan sempat membangun kelembagaan olahraga dengan tiga divisi utama, yakni khusus olahraga, industri dan keekonomian. Ketiga hal tersebut tidak bisa dipisahkan terutama untuk pembangunan sports entertainment atau sports tourism. Pemerintah pusat China juga mendukung kelembagaan tersebut termasuk pendanaan sejak tahun 2014 yang lalu. Sehingga ada Surat Keputusan yang mendukung kegiatan industri dan promosi olahraga Hunan. “Industri olahraga maju pesat, dan nilai perputaran uang mencapai 10 milyar RMB per tahun di Hunan. Sementara provinsi lain, (yakni) Fujian melalui pertandingan, eksibisi (pertandingan persahabatan), transaksi merchandise dan lain sebagainya berhasil memutar uang sampai 300 milyar RMB. Nilai tersebut tiga kali Hunan. Kami juga mengamati bagaimana dampak Asian Games terhadap ekonomi nasional Indonesia,” kata Zeng Wei. (SL/IM)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

One thought on “Kemenpora, Hunan China Tindaklanjuti Kerjasama Teknologi Keolahragaan, Sports Entertainment

  1. Perselingkuhan+Intelek
    August 29, 2018 at 11:40 pm

    saling bertukar pengalaman dalam bidang olah raga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *