Cerita warga satu kampung di OKU merampok massal & serang polisi


Puluhan warga Desa Sukaraja Tuga, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) alih profesi. Mereka menjadi perampok. Dalam aksinya mereka merampok pengguna sepeda motor di lingkungan desa.

Mereka menjadi perampok massal sebagai bentuk protes. Hal ini disebabkan warga tak terima salah satu keluarga mereka atas nama Effendi ditangkap polisi dalam kasus pencurian dengan kekerasan beberapa jam sebelum kejadian.

Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP Yon Edi Winara mengungkapkan, perampokan massal itu dilakukan di jalan-jalan sekitar tanggul irigasi desa setempat. Akibatnya, sebanyak tujuh sepeda motor milik pengendara berhasil mereka rampok.

Lalu bagaimana aksi perampokan massal yang dilakukan puluhan warga tersebut? Berikut peristiwanya:

1.Kerabat ditangkap, warga emosi dan jadi perampok massal

 Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP Yon Edi Winara mengungkapkan, perampokan massal yang dilakukan Puluhan warga Desa Sukaraja Tuga, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan (Sumsel) terjadi jalan-jalan sekitar

tanggul irigasi desa setempat. Akibatnya, sebanyak tujuh sepeda motor milik pengendara berhasil mereka rampok.

“Perampokan massal karena Effendi ditangkap polisi. Kerabat dan warga lain emosi. Informasinya ada tujuh motor yang dirampok,” ungkap Yon, Selasa (2/12).

Mengetahui kasus tersebut, polisi mengatur strategi agar tidak terjadi bentrokan antara petugas dan warga yang merampok. “Kami cuma tidak ingin kembali terulang. Biarkan proses hukum berjalan sesuai yang dilakukan pelaku,” tukasnya.

 

2.Warga merampok massal dengan senajata tajam

 Dalam merampok massal, warga membawa serta beragam jenis senjata tajam, seperti parang, pedang, pisau, dan balok kayu. Meski demikian, tidak ada laporan korban luka maupun jiwa dalam peristiwa itu.

“Korban kebanyakan tidak mengetahui ada perampokan massal. Begitu melintas langsung dirampok,” ujar Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP Yon Edi Winara.

Polisi berusaha meredam amarah puluhan warga itu. “Kita susun strategi yang jitu yang tidak menimbulkan amarah warga,” ujar Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP Yon Edi Winara.

 

3.2 hari usai perampokan massal, polisi & TNI sweeping rumah warga
Dua hari pasca perampokan massal yang dilakukan sekitar 40 orang warga Desa Sukaraja Tuga, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel, Sabtu (29/11) sore, polisi setempat langsung melakukan sweeping terhadap rumah warga,
Senin (1/12) siang. Sweeping ini dilakukan untuk mencari sepeda motor korban yang berhasil warga rampas.

Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP Yon Edi Winara mengungkapkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sweeping dilakukan dengan kerja sama personel TNI. Setidaknya 300 personel dari dua instansi itu dikerahkan dengan disertai senjata lengkap.

Selain menyisir satu persatu rumah warga, polisi juga memeriksa tempat-tempat yang diduga menjadi penyimpanan barang hasil aksi kejahatan, terutama saat perampokan massal terjadi.

“Dari tujuh motor yang dirampas dari perampokan massal, ada dua yang diamankan,” ungkap Yon, Selasa (2/12).

Namun, dari sweeping itu polisi tidak menemukan terduga pelaku. Pasalnya, warga langsung sembunyi begitu melihat ratusan petugas datang ke lokasi. “Selain dua motor korban rampok massal, kami mengamankan 38 unit motor yang diduga hasil kejahatan,” terangnya.

 

4.Sweeping, 300 petugas disambut tembakan warga

 Gelaran sweeping gabungan 30 personel Polri, TNI, dan Satpol PP di Desa Sukaraja, Kecamatan Buay Madang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumsel, Senin (1/12) kemarin, cukup dramatis. Begitu tiba di lokasi, petugas disambut tembakan yang dilakukan warga setempat.

Kasat Reskrim Polres OKU Timur, AKP Yon Edi Winara mengungkapkan, tembakan yang dilakukan warga itu untuk memprovokasi warga lain agar melakukan penyerangan terhadap petugas. Tidak ingin terjebak, petugas melepaskan tembakan peringatan ke udara.

“Ada warga menembak saat petugas datang, itu untuk memprovokasi warga lain,” ungkap Yon, Selasa (2/12).
Petugas langsung mencari keberadaan pelaku penembakan. Sayang, pelaku keburu kabur dengan cara melompat ke sungai di desa tersebut.

“Pelaku melarikan diri begitu petugas mendekat,” ujarnya. Dikatakannya, petugas memberikan waktu selama satu jam agar warga menyerahkan tujuh unit sepeda motor hasil rampokan. Namun, warga tidak mengindahkan sehingga sweeping dilakukan.

“Semua akses jalan di desa itu ditutup agar warga tidak keluar. Tapi tetap saja tidak menangkap perampok massal karena sembunyi,” kata dia.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

12 thoughts on “Cerita warga satu kampung di OKU merampok massal & serang polisi

  1. james
    December 2, 2014 at 9:36 pm

    ini bakal menjadi Pemberontak Resmi kepada Pemerintah, karena mereka sudah berani Menembak Petugas Resmi, nah apa kabar dengan TNI dan Polisi ??? mau di diamkan saja ??? basmi sampai habis keakarnya sebelum menjadi Teroris !!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *