Wabah AHPND Menghantui P3UW 


Wabah AHPND Menghantui P3UW 

dilaporkan: Setiawan Liu

Lampung, 7 Oktober 2023/Indonesia Media – Perhimpunan Petambak Pembudidaya Udang Wilayah Lampung (P3UW) tetap bertahan dan berjuang melawan penyakit Acute Hepatopancreatic Necrosis Disease (AHPND), dan tidak berharap banyak pada panen. “Udang yang kena (penyakit) AHPND, pasti mati, otomatis tidak bisa dijual. Selain, penanganan AHPND susah. Ditambah lagi, sebaran AHPND sudah di berbagai perairan laut Indonesia,” Suryadi dari P3UW mengatakan kepada Redaksi.

AHPND sama dengan Early Mortality Syndrome (EMS), dengan tanda-tanda kosongnya saluran pencernaan dan hepatopankreas berwarna pucat dan mengecil. Kulit menjadi lunak, dan bintik hitam pada hepatopankreas. Kematian dapat terjadi pada hari ke-10 setelah tebar dan udang yang lemas tenggelam di dasar kolam. “Udang yang mati dikubur saja. Walaupun usaha budidaya kami tetap jalan, tapi resiko kegagalan (panen) tinggi. Kami bertahan saja, yang penting bisa mencukupi kebutuhan untuk anak-anak sekolah,” kata Suryadi melalui sambungan telpon.

AHPND sudah mewabah sejak dua tahun belakangan ini. Bahkan, wabah sudah mendunia, bukan hanya di Dipasena, Lampung. Sebagai satu-satunya perhimpunan petambak Dipasena, P3UW sudah berusaha membantu anggotanya. tapi kesulitan penanganan AHPND juga tidak bisa hanya pada level petambak. Semua pihak, mungkin termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) harus turun tangan. “AHPND, udangnya mati di dalam tambak. Beberapa petambak yang selama ini mengandalkan kredit perbankan, dan harus tetap cicil pembayaran. Tentunya, banyak yang nggak mampu cicil terutama dari dari BPD (Bank Pembangunan Daerah) Lampung. Semakin banyak yang macet (membayar pinjaman),” kata Suryadi. (sl/IM)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *