Upacara Pengecoran Rupang Buddha Nusantara di VJDJ Berlangsung Khidmat
Dilaporkan: Liu Setiawan
Jakarta, 21 Juni 2026/Indonesia Media – Upacara pengecoran Rupang Buddha Nusantara di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya (VJDJ) Sunter Jakarta Utara berlangsung khidmat dan lancar, diikuti hampir lima ribu umat dari Jabodetabek serta duta besar dan perwakilan negara sahabat, yakni Thailand, Sri Lanka, India. Sekitar pukul 13.15, antrian umat yang mau masuk ke komplek VJDJ untuk mengikuti upacara pengecoran sudah kelihatan. Mengingat jumlah umat sampai ribuan orang, dukungan pelayanan P3K dari Rumah Sakit Satya Negara (RSSN) Sunter juga disediakan. Pada kata sambutan ketua panitia, Widarsana Chandra mengatakan, bahwa persiapan upacara sudah dimulai sejak April 2026 yang lalu. “Dalam kurun waktu tiga bulan, kami melakukan persiapan termasuk pengaturan teknis di lapangan, perizinan. Pelaksanaan didukung 85 panitia, yang bekerja di berbagai bidang. Selain, ada 165 volunteer yang ikut, bersemangat membantu persiapan sampai terlaksananya acara,” kata Widarsana.
Upacara pengecoran Rupang merupakan rangkaian dari berbagai kegiatan peringatan setengah abad Sangha Theravada Indonesia (STI). Sesuai dengan hasil Rapat Pimpinan II/2025, kepanitiaan Tahun Kencana Setengah Abad STI dibentuk serta bertemakan Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsi bagi Negeri. Dalam rangkaian menyambut Tahun Kencana, panitia nasional menyelenggarakan berbagai kegiatan yang salah satunya, pengecoran rupang. “Pengecoran hari ini sesungguhnya memiliki makna yang sangat istimewa, karena merupakan puncak dari pengecoran yang sebelumnya berlangsung di lima kota, Samarinda, Medan, Palu, Surabaya, Bali,” kata Widarsana.
Dalam kesempatan ini, panitia berinisiasi melakukan pengecoran di berbagai pulau yang mewakili Nusantara. Pada Mei 2025, ditemukan Rupang Buddha di reruntuhan komplek Candi Sewu. Berdasarkan temuan ini, panitia menjadikannya sebagai prototype dalam pembuatan Rupang Buddha Nusantara. Prototype Rupang dengan mudra (sikap tangan) Bhumisparsa yang memiliki makna Bumi sebagai saksi dari kumpulan Kebajikan. “Puncak acara hari ini, bagian yang dicor, yakni kepala Rupang Nusantara sebagai bagian terakhir. Dengan selesai pengecoran, merupakan tonggak penting dalam perjalanan Rupang Buddha Nusantara,” kata Widarsana.
PROSES PEMBUATAN RUPANG BUDDHA NUSANTARA
Proses pembuatan oleh seniman dari Amertha Art Studio, pimpinan Sugito Sutarmin. Upacara pengecoran Rupang telah dilaksanakan di lima kota di lima pulau, yakni Jawa (Surabaya), Sumatera (Medan), Kalimantan (Samarinda), Sulawesi (Palu), Bali. Amertha Art Studio mengerahkan 13 seniman untuk penyelesaian bagian kepala Rupang Buddha Nusantara. “Kami sudah di VJDJ sejak tanggal 16 Juni (selasa), dan rencananya balik ke rumah kami di Pati (Jawa Tengah) hari Senin (22/6). Sore ini, lepas cetakan Rupang sehingga tugas kami selesai,” kata Sugito.
Proses pembuatan Rupang dengan mencampurkan logam emas dan alumunium. Amertha yang menyediakan aluminium dan panitia Tahun Kencana yang menyediakan logam emas. Ketika acara dimulai, sekitar pukul 13.30, keseluruhan pekerja sudah standby di dalam komplek VJDJ. Lalu acara berlangsung satu demi satu, sampai pada penyerahan logam kepada seniman atau pekerja Rupang, yakni Sugito Sutarmin. Bersamaan waktu Bhikku Sangha membacakan Paritta Manggala, dipimpin Bhante Sukhemo Mahathera, para seniman dan pekerja mulai pencampuran aluminium dengan emas. “Emas dan alumunium menyatu saat dilebur, sampai meleleh. Setelah itu, cairan berupa campuran alumunium dan emas, kami tuang ke dalam cetakan Rupang. Sore harinya, kami bukan cetakan Rupang dan umat baru bisa melihat. Kebetulan semua seniman, pekerja terutama yang senior sudah menggeluti profesi pengrajin rupang belasan tahun, bahkan puluhan tahun. Tapi yang junior, ada yang baru sepuluh tahun menjadi pengrajin, seniman pembuatan Patung. Setiap kali pengecoran, pencetakan, kami juga harus hati-hati. Kalau prosesnya tidak sesuai, cetakan bisa meledak. Tapi kami bersyukur, upacara pengecoran Rupang Buddha Nusantara berjalan lancar,” kata Sugito Sutarmin. (LS/IM)
















