Kapolri dan Kapolda Kalbar Diminta Mundur


Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengatakan, Kepolisian RI harus berjiwa besar melepas Anggota Polda Kalbar AKBP Idha Endri Prastiono dan Brigadir Kepala MP Harahap, jika memang keduanya terbukti ditangkap karena kasus narkoba di Negeri Jiran.

Artinya, kata Neta, kedua anggota Polri itu bisa terkena hukum gantung sampai mati oleh pihak Malaysia. “Menurut pasal 39 B Undang-undang Antinarkotika Malaysia, para pembawa narkoba diancam hukuman gantung sampai mati,”¬† kata Neta dalam keterangan tertulisnya, Senin (1/9).

Dia menyatakan, kasus tertangkapnya dua anggota Polri Polis Diraja Malaysia harusnya membuat elit Polri malu dan mundur dari jabatannya. “Kapolri dan Kapolda Kalbar harus mundur dari jabatannya. Apalagi kedua anggota Polri itu ditangkap karena diduga terlibat shabu sebanyak 6 kilogram,” ujar Neta.

IPW mendesak harus ada elit Polri yang bertanggungjawab dalam kasus penangkapan dua Anggota Polda Kalbar itu. Bagaimana pun, kata Neta, kepergian dua Anggota Polri itu ke Malaysia harus izin dan sepengetahuan atasan.

“Tidak mungkin seorang Anggota Polri bisa pergi ke luar negeri dengan cara selonong boy tanpa izin atasan, apalagi yang pergi itu adalah perwira menengah berpangkat AKBP,” kata Neta.

Menurutnya pula, tindakan tegas diperlukan agar anggota Polri tidak terus menerus mempermalukan diri dan institusinya. Dia mengatakan, dari kasus penangkapan tersebut, para pimpinan Polri perlu makin memperketat dan mencermati bawahannya, terutama yang bersentuhan dengan tugas-tugas di bidang narkoba.

Neta menegaskan pengawasan internal dari atas ke bawah harus diperkuat. Ia menambahkan, atasan harus peduli dengan semua dinamika yang ada di jajarannya. “Sangat naif, jika seorang Kapolda tidak tahu ada pamennya yang pergi ke luar negeri, kemudian tertangkap polisi negara karena kasus narkoba,” papar dia.

Lebih jauh Neta menyatakan bahwa kasus ini membuktikan bangsa Indonesia semakin¬†dipecundangi narkoba dan aparatnya terlalu gampang diperbudak narkoba. “Gurihnya uang dari hasil bisnis narkoba telah menutup akal sehat banyak orang, terutama oknum aparat,” pungkas penulis buku ‘Jangan Bosan Mengkritik Polisi’ ini

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

279 thoughts on “Kapolri dan Kapolda Kalbar Diminta Mundur

  1. James
    September 1, 2014 at 5:43 am

    MEMALUKAN !!! nama Indonesia tercoreng hitam banget dengan kejadian seperti ini di Mata Internasional…..yah Resiko kalau di Jatuhi Hukuman Gantung sampai Mati karena itu Hukum Negara Malaysia/Jiran harus di Taati….Polisi seharusnya menjadi alat penangkapan Narkoba, malah ini sebaliknya Polisi Indonesia tertangkap di Malaysia berhubungan dengan Peredaran dan Penjualan Narkoba…..Hebat dong !!! Hidup Polri !!!

  2. James
    September 1, 2014 at 5:46 am

    mana Pengamat ??? nih Aib baru buat Indonesia tuh !!! tingkah laku Polri di Malaysia !!!

  3. James
    September 1, 2014 at 5:47 am

    Pengamat, siap-siap Mengelak Berita ini yah ??? seperti biasa kan selalu Mengelak ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *