cluster wisata kota tua KBT, KBB diimpikan seperti Venice, Amsterdam


cluster wisata kota tua KBT, KBB diimpikan seperti Venice, Amsterdam

dilaporkan: Setiawan Liu

Jakarta, 19 Januari 2022/Indonesia Media – Berawal dari keinginan gabung pada Group Publik Facebook ‘Bangunan Kolonial Kota-kota Indonesia’ sampai akhirnya muncul antusiasme para anggota meng-upload foto-foto Gedung tua peninggalan colonial Belanda, dengan berbagai komentar serta narasi.

Salah satu koleksi milik anggota yakni deretan Gedung tua di Jl. Kali Besar Timur/KBT dan Barat/KBB yang paralel dengan Kali Krukut. Sewaktu Jakarta masih dipimpin oleh gubernur Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok (2014–2017), kali tersebut ditata dan dihias seperti model di berbagai negara di Eropa terutama Italia, Belanda. Sebagai Venice di Italia dijuluki ‘the City of Water’ atau kota terapung menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai negara, terutama saat menyusuri sungai dengan perahu.

Begitu pula dengan wisata naik perahu keliling kanal Amsterdam, Belanda juga sangat memorable. Lalu muncul dalam benak, apakah wisata kota tua Jakarta Barat terutama kondisi seputar KBT dan KBB dengan kali Krukutnya bisa menjadi daya tarik seperti Venice dan Amsterdam.

Kalau pemerintah kota Amsterdam berhasil menjual keindahan kanal-kanalnya dengan penataan dan tata Kelola yang baik, seharusnya Pemprov DKI Jakarta sudah harus memikirkan ide yang sama. Sekilas sejarah singkat mengenai ‘keindahan’ Kawasan KBT dan KBB, yakni Gedung-gedung tua yang masih kokoh berdiri.

Kalau kali Krukut belum bisa ditata seperti kanal di Amsterdam, mungkin para stakeholders pariwisata bisa menjual narasi. Sebagaimana setiap gedung tua di sepanjang KBT dan KBB pernah digunakan untuk aktivitas bisnis dan perdagangan.

Salah satunya, kantor pengacara Eddy Sadeli yang sudah praktik hampir 50 tahun. Eddy Sadeli berkantor pas di samping gedung tua ini (PT Skaha) dan ada sejarah warteg yang selalu ramai pelanggannya.

Kantor pengacara yang sudah sekitar 50 tahun praktik di kawasan wisata kota tua dan masih eksis sampai sekarang. sekitar tahun 1980, pengacara tsb buka kantor di Jl. Pintu Besar Utara. Lalu, tahun 2000, ia pindah ke Jl. Kali Besar Timur (sampai sekarang). Kantornya pernah digunakan untuk lokasi shooting film Laskar Pelangi, khususnya shot Ariel Noah. Kantor pengacara Eddy Sadeli dengan desain (arsitektur) berupa deretan ruang-ruang kecil sehingga seperti ruang kelas di sekolah. konstruksinya berbahan kayu (dua lantai), dan di bagian belakang ada halaman dengan altar yang setiap hari ada persembahyangan. menurut salah seorang pekerja, persembahyangan tsb utk menghormati “penunggu” yang sudah mengakar.

Sederetan gedung tua (PT Skaha) ini, ada juga kantor-kantor BUMN, PT Bhanda Ghara Reksa (BGR). para karyawannya makan dan kongkow-kongkow di warung di halaman kantor pengacara tersebut. Pemilik warung di gedung Eddy Sadeli mengaku, bahwa dia merasakan atmosphere kota tua. Di tengah kondisi yang dirundung pandemic covid, Kawasan wisata kota tua sempat ditutup. Beberapa cluster dan pintu masuk dijaga petugas. (sl/IM)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *