Usaha Peternakan Sapi di Sukabumi dengan Pengembangan Silase Sorgum
dilaporkan: Setiawan Liu

Tanaman sorgum yang terdiri dari biji sorgum dan hijauan sorgum berpotensi sebagai pakan ternak. Sorgum merupakan tanaman serealia yang berpotensi besar untuk dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia. Tanaman sorgum bisa adaptif terhadap kekeringan, dapat berproduksi pada lahan marginal, serta relatif tahan terhadap gangguan hama atau penyakit. “Kalau kita bandingkan (daerah penghasil sapi) Jawa Timur dengan Jawa Barat, agak susah. Tapi Jawa Barat bisa mengambil peran untuk penghasil sorgum silase. Petani tanam sorgum, dan pada saat yang sama, tanah-tanah marginal bisa diusahakan lebih produktif. Dengan demikian, industri peternakan sapi di Jawa Barat khususnya Sukabumi bisa setara dengan Jawa Timur, Jawa Tengah. Proses fermentasi sorgum juga bagus, hasilnya (yakni) silase yang bisa meningkatkan kualitas susu, karkas, daging sapi,” kata peraih PhD Bioregulation dari Tokyo University of Agriculture tahun 1999.
Di tempat yang sama, Asisten Daerah (Asda) II Sukabumi, Ahmad Hariyadi meyakini inovasi penggunaan silase sorgum sebagai pakan masa depan sesuai dengan visi dan misi pemerintah kabupaten Sukabumi (2016-2021), yakni Sukabumi yang Mandiri dan Inovatif. “Peluang budidaya sorgum di Sukabumi terbuka luas. Dari sisi luas lahan, Sukabumi merupakan kedua terbesar setelah Banyuwangi (Jawa Timur) yakni 120 ribu,” kata Ahmad Hariyadi.
Sukabumi terdiri dari 47 kecamatan, dan 386 desa merupakan daerah terluas di provinsi Jawa Barat dan kedua di pulau Jawa. Lahan yang sangat luas, tentunya harus dibarengi dengan berbagai inovasi. Dalam hal ini, pengembangan diversifikasi pertanian, termasuk sorgum sangat memungkinkan. “Keunggulan sorgum kan banyak. Cita-cita Bupati dan jajarannya, Sukabumi menjadi pusat pengembangan, percontohan sorgum. Selain luas tanah, iklim sangat memungkinkan,” kata Ahmad Hariyadi. (sl/IM)















