Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-15 Banten, Puluhan Anggota Dewan Absen


Pelaksanaan Rapat Paripurna Istimewa memperingati HUT Ke-15  Banten diwarnai absennya puluhan anggota DPRD Banten. Sebanyak 29 kursi di ruang rapat paripurna DPRD Banten tampak kosong melompong. Ketidakhadiran para anggota dewan ini patut disayangkan dan disesalkan, karena seharusnya anggota dewan memberikan teladan yang baik dalam memberikan penghargaan dan apresiasi terhadap pelaksanaan HUT Banten.

Rapat paripurna istimewa, Minggu (4/10) ini dihadiri Gubernur Banten Rano Karno dan pejabat Pemprov Banten. Selain itu, sejumlah tokoh masyarakat seperti Irsyad Jueni, para pelajar, perwakilan provinsi tetangga seperti Provinsi DKI Jakarta dan Lampung, Polda Banten, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dan masyarakat Banten juga turut hadir.

Salah satu mayarakat yang menghadiri rapat ini Hari Zaini menegaskan, ketidakhadiran puluhan anggota dewan harus dikritisi, karena rapat paripurna HUT Banten merupakan momen penting yang harus diikuti oleh seluruh anggota dewan dan juga para pejabat Banten.

“Ketidakhadiran puluhan anggota dewan tersebut patut disayangkan. Ini menunjukkan bahwa para anggota dewan yang terhormat itu tidak merasa memiliki Banten. Mereka sama sekali tidak menghargai perjuangan para pendiri Banten. Mereka tidak menyadari bahwa mereka bisa duduk di kursi dewan terhormat tersebut karena perjuangan para pendiri Provinsi Banten dan juga perjuangan masyarakat Banten. Para anggota dewan terhormat tersebut dipilih oleh rakyat dan mewakili suara rakyat. Bagaimana mereka bisa memperjuangan kepentingan rakyat, jika acara penting HUT Banten saja mereka tidak hargai,” tegas Hari.

Sementara itu, Ketua DPRD Provinsi Banten Asep Rahmatullah mengatakan, anggota dewan yang bolos pada paripurna ini akan ditangani oleh Badan Kehormatan (BK). “Saya sudah mengintruksikan, ya kalau ada yang tidak hadir akan berhadapan dengan BK,” kata Asep.

Jangan Tutup Kesalahan

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Banten, Irsyad Djuaeli mendapatkan kesempatan menyampaikan sambutan, pada rapat paripurna HUT Banten tersebut. Irsyad menyatakan, untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Provinsi Banten, Pemprov Banten diminta untuk tidak menutup-nutupi kesalahan atau kekurangan pemerintah. Pemerintah harus bisa terbuka menerima masukan dari masyarakat.

“Persoalan kesejahteraan masih menjadi masalah besar di Provinsi Banten. Selain itu, seperti ramai diberitakan, Pemprov Banten mendapat opini disclaimer pada Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK,” kata Irsyad.

Irsyad mewakili tokoh masyarakat Banten lainnya menyampaikan sejumlah saran, agar Pemprov Banten menyediakan tempat untuk para pendiri Provinsi Banten. Menurutnya, kehadiran para pendiri Provinsi Banten sangat penting untuk mengawasi dan memberikan masukan kepada Pemprov Banten.

Selain itu, Irsyad meminta dalam rangka menghormati dan menghargai jasa para pendiri Provinsi Banten, Pemprov perlu mengapresiasi nama pendiri Banten dengan menjadi nama jalan atau gedung. Seperti nama-nama almarhum para pendiri seperti H Hasan Sochib, H Ues Korni, H Rahmatullah Sidik, Segab Usman, Joko Munandar, Aceng Iskak, Jajuli, Sarmini Suarta, Rubi Baedowi, dan sejumlah nama tokoh lainnya.

Dalam kesempatan itu, Irsyad pun meminta kepada Gubernur Banten Rano Karno untuk membuat monumen prasasti pendirian Provinsi Banten di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kecamatan Curug, Kota Serang, sebagai simbol kebanggaan masyarakat. ( Brt 1 / IM )

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

One thought on “Rapat Paripurna Istimewa HUT ke-15 Banten, Puluhan Anggota Dewan Absen

  1. Perselingkuhan+Intelek
    October 5, 2015 at 10:18 pm

    Nah Kemalasan Anggota DPRD saja sudah seperti ini, maka ini hanya menghamburkan Keuangan Negara dan Uang Rakyat saja, namanya Anggota Dewan tapi Kerjaannya hanya bermalas-malasan saja, jadi digaji oleh Rakyat itu untuk apa ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *