Polisi Baku Tembak di Tangerang, Satu Masuk RS


 Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan telah terjadi aksi saling tembak antara anggota Reserse Kriminal Polsek Jatiuwung dengan beberapa orang yang diduga anggota Reserse Kriminal Polres Tangerang, pada Minggu 15 Februari 2014, sekitar pukul 17.30 WIB. Salah satu anggota polisi itu pun mengalami luka tembak di bagian dada bawah sebelah kiri.
Insiden bermula ketika adanya informasi dari Anggota Yon 203 AK mengenai dugaan perampokan bersenjata di dalam angkot. Informasi itu kemudian disampaikan oleh Bripka Ridho yang juga anggota buser Polsek Resor Metro Tangerang kepada Anggota Reskrim Polsek Jatiuwung, Bripka Lasmidi.
Keduanya bersama Anggota Yon 203 AK menuju TKP di depan Giant Ekstra Cimone. Setibanya di TKP, dekat angkot, Lasmidi langsung membuang tembakan peringatan ke atas. Lalu menodongkan senjata ke dalam angkot.
“Di dalamnya berisi empat orang dan sopir. Berdasarkan informasi paska kejadian, dua orang adalah Anggota Polres Tangerang Kota dan dua cepu dalam angkot itu sedang dalam tugas penyergapan pelaku transaksi narkoba dan curanmor,” kata Rikwanto kepada¬†VIVAnews, di Jakarta.
Setelah itu, dari dalam angkot langsung balik menembak ke arah Lasmidi. Alhasil, polisi itu pun tertembak di bagian dada sebelah kiri.
Saat ini, korban dirawat di RSUD Tangerang untuk operasi pengangkatan proyektil. Sementara pelaku yang juga Anggota Reskrim Polres Tangerang, beserta saksi sedang dimintai keterangan di Polsek Jatiuwung.
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

12 thoughts on “Polisi Baku Tembak di Tangerang, Satu Masuk RS

  1. pengamat
    February 16, 2014 at 8:12 pm

    Kok bisa polisi tidak saling koordinasi hingga menembak sesama polisi ?

  2. James
    February 16, 2014 at 11:20 pm

    nah itulah Hasil Pendidikan Polisi di Indonesia, Tidak Bekerja Sama, masing-masing ingin Mementingkan Pihaknya Sendiri, Human Error bisa saja terjadi tapi bagaimana dengan Kordinasinya ?? mungkin saja lahan basah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *