MISA PENYEMBUHAN


Saya lagi makan di Noddle World sambil baca Indonesia Media, ketika saya

Butce - penulis

melihat sebuah iklan yang menarik” Misa Penyembuhan “ oleh Romo Yohannes dari  Karmel.  Bagi saya yang hampir seumur hidup di gereja Karismatik, di GPDI ( Pantekosta Indonesia ) waktu kecil dan remaja  di Biak, Gereja Bethany  waktu kuliah di Surabaya dan sekarang  di IFGF. Tema penyembuhan bukan barang baru  bagi saya. Tapi untuk melihat dan menyaksikannya di gereja Katolik belum pernah saya alami seumur hidup. Nah  Romo Yohannes dari pertapaan Karmel ini adalah salah seorang imam Katolik yang merupakan  pelopor dari gerakan Karismatik di gereja Katolik di Indonesia.  Mungkin banyak  teman-teman yang non Katolik ataupun Katolik sendiri belum pernah mendengar tentang beliau.

Pertama kali saya mendengar tentang Katolik Karismatik ini ketika saya masih kuliah di Surabaya dalam kebaktian  doa malam di gereja Bethany Manyar Surabaya. Biasanya pada hari Kamis malam itu , gereja Bethany yang berkapasitas 6000 orang dipenuhi anak-anak muda yang ikut kebaktian. Saking banyaknya orang biasanya pada malam-malam itu jalan-jalan besar disekitar gereja banyak yang macet. Mobil-mobil mewah bercampur dengan sepeda-sepeda motor meluber kemana-mana. Ada juga yang datang untuk cuci mata karena banyak cewek cakep, ada juga yang ingin tahu, tapi banyak juga yang suka karena pujian penyembahannya sangat bagus. Saya menyapa sekelompok anak-anak muda dibelakang saya,”Kok ndak pernah lihat di kaum muda ya? “ “Oh iya..kita dari Katolik Karismatik…Cuma berkunjung sambil belajar lagu-lagu baru “ sahut mereka dengan ramah. “Hah ? ada Katolik Karismatik ? kok saya ndak pernah tau …ceritakan dong..”

Dari informasi mereka saya tahu bagaimana dalam misa-misa di pertapaan Karmel ini para Romo dan suster dibawah pimpinan Romo Yohannes,  bernubuat, berbahasa Roh,pelayanan kelepasan, tanda-tanda mujizat dan penyembuhan, bahkan ada gitar dan drum ( tidak lazim dalam gereja Katolik). “ Kita tetap orang Katolik dan rajin menghadiri misa setiap Minggu, Cuma Kamis malam kita datang kesini untuk belajar lagu-lagu baru..” Sahut mereka lagi .Saya merangkul mereka , “ Apa yang bisa saya bantu..supaya kaum muda kalian jangan kesedot kesini tapi kalian juga bisa berkembang..ya? Gini deh saya kan Ketua Creative Ministery,saya akan carikan kord music lagu-lagu baru kita, juga ajarin kalian gerakan tari tamburin.. ” sahut saya.

Saya tiba tepat waktu jam 7 pm, tapi rupanya gereja Katolik di Arcadia itu sudah hampir penuh. Rupanya jemaat  sangat berantusias dan datang lebih awal. Saya menoleh kebelakang , ada Elza, Nina dan teman-teman yang lain dari gereja Protestan dan Karismatik. Konon Pdt Bob Jokiman juga datang Cuma saya tidak melihat dia. Memang saya ada menghimbau teman-teman dan pendeta-pendeta  yang bergabung dalam BKS-GICS   untuk ikut  datang dan mensupport . Dipojok sebelah kanan depan,kelompok musik lengkap dengan drum dan gitar menyanyikan lagu-lagu yang sangat familiar ditelinga saya “Draw me close to you…” It ‘ s so beautiful. Walaupun sering dinyanyikan digereja saya sendiri, tapi menyanyikannya dalam misa Katolik rasanya sangat istimewa. Perasaan saya bercampur aduk dengan haru,bangga,sukacita dan saya merasakan sweet atmosfir  dari kehadiran Roh Kudus  ditengah-tengah jemaat. Saya melap mata saya ,rupanya saya menangis.

Rupanya sound system  tidak begitu bagus malam itu, sehingga terkadang suaranya tidak kedengaran sampai di belakang. Karena itu saya berusaha  konsentrasi  untuk mendegar kata demi  kata yang diucapkan oleh Romo Yohannes ini.   Walaupun khotbahnya sangat tenang tidak berapi-api tapi setiap perkataanya membangkitkan iman, dan mengarahkan hati dan perhatian orang pada Tuhan Yesus sendiri.

Tuhan Yesus  hidup dan Dia  masih melakukan mujizat sampai saat ini.  Dia menceritakan kisah seorang ibu yang mempunyai kanker rahim stadium 4. Setelah didoakan di Karmel dia merasa perutnya sakit melilit dan pada waktu dia ke WC dia mengeluarkan kotoran darah.  Mulanya dia panik dikiranya penyakitnya semakin parah, namun setelah diperiksa oleh dokter  ternyata kankernya telah lenyap.

Kedua bahwa kematian Kristus diatas kayu salib adalah untuk menanggung dosa dan segala sakit penyakit kita. Seperti kata Alkitab “ Oleh karena bilurNya kita menjadi sembuh”  Pesan ini merupakan pesan yang umum  disampaikan dalam kebaktian-kebaktian penyembuhan di gereja-gereja Karismatik. Bedanya kalau dalam kebaktian Karismatik ini kita hanya membayangkan akan salib Kristus tanpa ada perjamuan suci. Nah dalam “misa penyembuhan” hal ini selalu dilakukan dengan penyambutan roti dan anggur yang dipercayai adalah tubuh dan darah Kristus yang dicurahkan untuk kita.

“Apa yang diucapkan  oleh jemaat ketika seorang  pastur mengangkat hosti (roti ) dan  berkata Lihatlah, Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa manusia ? “Tanyanya pada jemaat. “ Ya Tuhan saya tidak pantas Tuhan datang pada saya. Bersabdalah sepatah kata saja maka saya akan SEMBUH.” Liturgi ini dikutip dari perkataan seorang perwira Romawi dari Kapernaum yang memohon Tuhan Yesus menyembuhkan hambanya yang sedang sakit. Pada waktu Tuhan Yesus mau berangkat kerumah dia.Dia mengucapkan perkataan ini dan Tuhan Yesus sangat heran dan kagum akan iman dia.Dia berkata Aku tidak menjumpai iman seperti ini dikalangan orang Israel sekalipun.  Namun seringkali karena sudah terbiasa dan menjadi liturgy, kata-kata ini hanya asal diucapkan saja tanpa menghayati maknanya.  Oleh Romo Yohannes jemaat disuruh mengulangi lagi kata-kata itu, kali ini dengan perlahan dan betul-betul menghayati artinya.

Seperti umumnya dalam kebaktian penyembuhan , jemaat disuruh memegang anggota tubuh yang sakit ketika didoakan .Dan bertindak  dengan iman dengan melakukan hal yang tidak bisa dilakukan sebelumnya  . Seperti  mulai berjalan bagi yang datang dengan kursi roda atau membungkuk bagi yang sakit punggung.  Romo Yohannespun minta jemaat melakukan hal yang serupa.

Setelah itu ada sebuah liturgy menarik  yang dilakukan yang  saya  tidak pernah lihat dilakukan oleh gereja Karismatik. Yaitu mengarak sebuah salib yang ditengahnya berisikan “hosti “ salib ini disebut “Monstrans”.  Romo Andri  mengangkat tinggi salib itu dan berjalan ditengah jemaat dari altar sampai kebelakang. Saya perhatikan ada seorang suster yang bergegas mengambil lilin besar dan berjalan didepannya. Saya teringat dengan kisah diperjanjian lama ketika bangsa Israel diserang dan digigit ular berbisa .  Oleh Tuhan Musa disuruh membuat sebuah tiang kayu dengan pahatan seekor ular diatasnya.  Orang-orang yang sekarat terkena bisa ular seketika menjadi sembuh ketika mereka memandang pada ular tembaga diatas tiang kayu tersebut. Ular tembaga diatas tiang kayu itu melambangkan Kristus yang berada diatas kayu salib dan setiap orang yang memandang Dia dengan iman akan menjadi sembuh.

Setelah itu dengan tenang Romo Yohannes menyebutkan ” Ada seorang yang disembuhkan Tuhan dari  kanker prostat,kamu merasa aliran hawa panas..Tuhan sedang  menyembuhkan engkau …” Dan banyak lagi penyakit-penyakit lainnya yang disebutkan satu persatu. Saya tersenyum , Romo  sedang mempraktekkan salah satu karunia Roh Kudus yaitu karunia Pengetahuan. Perlu iman yang besar loh untuk lakukan itu.Bayangkan saja kalau dia mengucapkan hal itu dan tidak ada orang yang disembuhkan. Bahkan dikalangan pendeta-pendeta gereja Karismatikpun karunia pengetahuan (marifat ) ini dipraktekkan  sekali-kali kecuali kayak Benny Hinn atau Pat Robertson di TV.Sebab mereka bukan dukun atau paranormal. Semua bergantung pada apa yang disingkapkan oleh Roh kudus. “Mereka dapat impression kayak orang itu berbaju merah dan sakit dimana ..tapi mukanya siapa tidak kelihatan  “ begitu jelas Romo Andrianus pada saya.

Mungkin karena keterbatasan waktu,tidak ada ruangan kesaksian jadi tidak tahu apakah benar ada yang disembuhkan atau tidak. Namun  pada waktu saya diundang oleh Ibu Densy ke rumahnya dalam perjamuan dengan Uskup Agung Nicholaus  dari Indonesia .Saya bertemu dengan Selly yang menceritakan kalau suaminya merasa hawa panas di punggungnya ketika disebutkan bahwa ada yang disembuhkan dari sakit urat belakang kejepit. Mulanya dikira biasa aja tapi besoknya sakit punggungnya hilang. Begitu juga Ibu Ivonne teman Dr Kaunang menceritakan kalau dia pernah disembuhkan secara mujizat dari sakit kaki walaupun bukan dalam misa penyembuhan Romo Yohannes.

Hamba-hamba Tuhan ini sangat sensitive dan berhati-hati untuk tidak pernah mencuri kemuliaan Tuhan. Saya maklum ketika melihat Romo Yohannes seakan menghindar ketika mau ditemui orang-orang sehabis kebaktian.  Dia tidak mau didewakan atau dipuji karena kemuliaan itu sepatutnya adalah milik Tuhan. Saya diceritain Ibu Ivonne bagaimana  gusarnya  dia ketika orang-orang  memperlakukan dia sebagai orang suci, “Jangan berterimakasih pada saya ,bukan saya yang menyembuhkan..tapi Tuhan Yesus” Kata Romo Yohanes setengah marah pada seorang ibu yang hampir mencium kakinya.

Saya teringat kisah Kathrine Kuhlman, pengkhotbah wanita yang merupakan pelopor kebaktian penyembuhan di Amerika,dan yang menjadi  role model bagi Rev. Benny Hinn . Diceritakan bagaimana ribuan orang antri berdiri di depan auditorium berjam-jam untuk bisa masuk kekebaktiannya.Orang-orang datang dengan kursi roda dan ambulance untuk didoakan. Setiap kali sebelum kebaktian dimulai dia mondar-mandir berdoa dengan airmata bercucuran dibelakang panggung. “Lihat..! Orang-orang ini datang dengan pengharapan mereka yang terakhir…bagaimana saya jelaskan pada mereka bahwa saya tidak punya apa-apa..sepenuhnya hanya bergantung pada Roh Kudus…Oh  He is the only One I have..” (IM)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

297 thoughts on “MISA PENYEMBUHAN

  1. Theodorua seru
    September 12, 2014 at 7:48 am

    Memang benar digereja katolik udah ada puluh tahun yg lalu kususnya di Indonesia (KALAU GA SALAH 30 THN ADA DI INDPNESIA)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *