Hindari Utang, Lebih Banyak Siswa AS Belajar di Jerman


Kini lebih banyak anak muda Amerika yang memilih menempuh pendidikan tinggi tanpa membayar biaya kuliah di AS, yaitu dengan cara kuliah di universitas Jerman yang tidak menerapkan biaya.

Jerman menawarkan kuliah gratis bagi siswa dari luar negeri maupun siswa domestik selama mereka memenuhi syarat akademik tertentu.

Di Amerika biaya kuliah di universitas negeri dan swasta justru meningkat drastis dalam beberapa dekade terakhir.

Mahasiswa AS rata-rata mempunyai utang sekitar $30.000 dolar untuk membayar uang kuliah ketika mereka lulus, menurut sejarawan dan aktivis keadilan sosial Amerika, Lawrence Wittner.

“Kini, biaya kuliah tidak terjangkau oleh sebagian besar mahasiswa dan keluarganya,” kata Wittner.

Hunter Bliss, yang berasal dari negara bagian South Carolina, mengatakan keluarganya dihadapkan pada pilihan yang sulit.

“Saya harus meninggalkan Amerika agar tidak berutang, atau tinggal di Amerika dan membayar $45.000 untuk biaya kuliah S1. Piilihan terakhir tidak memungkinkan bagi saya,” kata Bliss.

Jerman menjadi pilihan bagi Bliss ketika ia tahu bisa mengambil jurusan fisika di Technical University of Munich (TUM), tempat ia bergabung setahun yang lalu sebagai siswa S1.

Biaya kuliah di TUM gratis, tapi Bliss mengatakan setiap tahun ia harus membayar uang “semester” sekitar $200, untuk membayar biaya administrasi universitas dan biaya perhimpunan siswa.

Berapa banyak siswa AS yang belajar di Jerman?

Ribuan siswa Amerika mengambil keputusan yang sama dengan Bliss dalam beberapa tahun terakhir. Dalam sebuah email ke VOA, the Institute of International Education, sebuah kelompok nirlaba yang berbasis di AS, mengatakan ada 3.069 warga Amerika yang mengambil gelar sarjana di Jerman pada tahun akademis 2013-14, meningkat 50 persen dari lima tahun sebelumnya. Data tersebut diambil dari Dinas Pertukaran Akademis Jerman (DAAD), sebuah organisasi institusi pendidikan tinggi di Jerman.

Bliss mengatakan siswa Amerika yang mempunyai kualifikasi untuk ikut program S1 di Jerman biasanya bisa belajar dalam bahasa Inggris pada tahun pertamanya. Tapi mereka diharuskan mengambil kelas bahasa Jerman secara intensif untuk mempersiapkan mereka menyelesaikan pendidikan mereka dalam bahasa lokal.

“Masalah terbesar yang dihadapi siswa mungkin bahasa,” kata Bliss, yang sudah bisa berbahasa Jerman sebelum pindah ke Jerman. “Memang kita harus memilih, mengeluarkan biaya besar untuk kuliah dalam bahasa Inggris di Amerika, atau belajar bahasa Jerman dan tidak harus bayar biaya kuliah.”

Bliss mengatakan ia sedang mempertimbangkan ganti jurusan ke desain setelah tidak lulus ujian fisika. Tapi ia tidak menyesal pindah ke Jerman.

“Hidup jauh dari keluarga kadang-kadang sulit. Tapi pengalamanku di sini menyenangkan. Saya menikmatinya,” kata Bliss.

Konsultan universitas yang berbasis di Chicago Eight Hours and Change mencoba membantu siswa Amerika lainnya untuk mengikuti jejak Bliss.

Pendirinya, Jay Malone, juga belajar di Jerman dan kini tinggal di Cologne.

Ia mengatakan pada VOA bahwa siswa AS dan keluarga mereka sering bertanya tentang biaya tambahan sekolah di Jerman.

“Semua gratis,” kata Malone. “Kalau sekolah di kota yang lebih mahal seperti Munich, siswa harus punya uang sekitar $800 – $1.000 per bulan untuk biaya hidup. Di beberapa kota yang lebih murah di bagian timur Jerman, biaya yang dibutuhkan kurang dari $600 per bulan.”

Malone mengatakan Jerman ingin meningkatkan jumlah siswa dari luar negaranya dari 300.000 menjadi 400.000 dalam beberapa tahun mendatang, dan berharap sebagian dari jumlah tersebut bisa bekerja di Jerman, untuk meremajakan kembali usia pekerja di Jerman dan menyumbang pada pajak negara tersebut.

Ketika ditanya apakah ia akan tinggal di Jerman untuk bekerja setelah lulus, Bliss, dengan antusias menjawab: “Tentu saja, saya mau tinggal. Negara ini luar biasa!”( VOA / IM )

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *