Cruise Asia Kedua Special Edition # 46


Cruise Asia Kedua Special Edition # 46

Minggu malam, 8 Maret 2020, Haneda International Airport

Paspor checked, surat sakti OiC3-R checked, SUPERLIMAR SUrat PERintah
LIma MARet dari rumkit checked, itu semua dokumen maha-penting yang
kami perlukan untuk check-in tadi di penerbangan Air Canada AC2, HND
ke YYZ dor tanpa berhenti, rencana 12 jam non-stop. Menjelang jam 3
kami dijemput taksi yang sudah diatur Princess. Benar saja bro en sis,
si eneng petugas ‘Air Canada counter’ tahu jejak-langkah kami berdua
selama sebulanan ini alias mantan penderita Covid-19. Ia minta semua
dokumen dan diteliti di-fotocopy termasuk paspor kami, lumayan lama
padahal kami sudah check-in. Ada satu encek encim yang kulirik di
sebelah kami, check-in dari awal dan ada dokumen OiC3-R-nya. Weleh
mereka hebats perlakuannya, koper dikasih tag merah prioritas, dikasih
masuk duduk di lounge tak campur dengan rakyat jelata. Dugaanku mereka
mantan penderita kasus berat, bisa keduanya, bisa salah satu sebab
antrian mereka di kelas ekonomi.

Bukan saja para sahabatku sekarang gemeteran diajak cruise, satu dua
membatalkan bookingnya, padahal udah bayar. Berbagai kumpeni cruise
berusaha menenangkan hati mereka yang panik setelah memirsa serial
Bang Jeha ini dengan mengubah ‘cancellation policy’, oke uang tak
hangus sampai dengan batalkan 48 jam sebelum cruise. Kasian memang
kumpeni-kumpeni pemberi jasa dan bahagia lewat perjalanan di atas
kapal cruise ini. Cuma si JH dan Agam yang tetap menantikan 9 Mei,
hari kami akan manjet kapal Island PRINCESS di kota pelabuhan San
Pedro, California. Doakanlah kami berempat maupun terlebih rakyat
Emberikan agar negeri kami semua tidak terkena wabah Covid-19 seperti
sudah dialami RRT, sekarang Iran dan Korea Selatan.

Hari Minggu. Anda yang serajin isteriku ke gereja mestilah atau sudah
pergi atau kalau sedang jadi muzafir akan memeriksa dimana ada Misa
Kudus. Kalau seperti saya Anda ex CC, kau mestinya mencari gereja
bernama Ignatius pendiri Ordo Jesuit. Nah ku-google dan kutemui info
sbb. Intinya gereja seluruh Keuskupan Agung Tokyo perei libur tutup.
Coronavirus Preventive Measures
St. Ignatius Church, Kojimachi, Tokyo
St.Ignatius Church,in accordance with the advisory given by Archbishop
Kikuchi Izao of the Archdiocese of Tokyo(dated Feb.26), has decided on
the following measures in the wake of an increase in the Coronavirus
infections. The following measures will take effect from February
27(Thu) until March 14(Sat)
All masses and confession are suspended.
St. Mary’s Chapel and Xavier Chapel will remain closed.
The main church and crypt can be used for personal prayer.
As an exception, weddings and funerals will be held as usual.
In general, all gatherings (including Bible classes, group activities)
are requested to be cancelled. Please consult the church office should
there be a need to have a gathering. Please avoid all gatherings
involving food and drink. The March 20(Fri) Lenten Recollection in
Japanese is cancelled. The above will be updated as the situation
requires. I request everyone`s cooperation so that all may remain healthy.
Fr. Hanafusa Ryuichiro SJ
Pastor, St. Ignatius Parish, 26 February, 2020
Chiyoda-ku, Koujimachi 6-5-1, Tokyo, Japan

Kita tinggalkan huru-hara Covid-19 maupun kegilaan yang sedang terjadi
di kapal Grand Princess dimana Paman Bebek mau mengulangi kefatalan
eror pemerintah DepKes Jepang, yakni mengkarantina semua penumpang dan
awak kapal dengan akibat virus merajalela di Diamond Princess dan
Jepang tetap saja dilanda epidemi Covid-19 yang lalu menjadi pandemik.
Sejak kami nginap di Tokyu Rei ini ada satu tukang mancing yang setiap
pagi, mulai dari terang tanah sampai agak siangan sekitar 2 jam, terus
melemparkan kailnya ke sungai, Tama River. Tak pernah kulihat ia dapat
dan keranjang tempat ikan yang ia cangkolkan di pinggangnya kosong
melompong en toh ia tetap mancing. Itulah psiko pemancing sejati, “one
day I will catch a big one.” Kang mancing butuh kesabaran non-duniawi
dan si entong Jepun sudah teruji, setia melempar kail, tidak-dapat
bukan masalah, dapat bukan tujuan semata, masih ada hari esok.

Awal Maret di Toronto mestinya masih dingin tapi cuaca pun bersahabat
menjemput kami. Yakni suhu akan +12C, hangat tuk anak-anak Kanada plus
bonus ‘sunny’. Satu teman yang selalu menawarkan antar-jemput kalau
kami mau ke bandara sudah siap tinggal ditelepon. Matur nuwun Mas,
sampai jumpa, sampai bertemu dengan semua sahabat kami di GTA. Bang
Robin ketua panitia gokil Old and New ServiamTO menjadwalkan rapat
terakhir sebelum hari-H di rumah kami berdua, 14 Maret yad sebab
beliau percaya bahwa 2x test negatif artinya bebas Covid-19. Amin.

Suhu di Tokyo mendung murung sejak kemarin dan hari ini hujan terus,
Tokyo sedih akan ditinggal pendongeng gokil si Jeha yang esok akan
menyelesaikan serial ini, 47 seri sejak kami dikarantina di kapal
Diamond Princess mulai 4 Pebrurari. Sekali lagi mohon doa restu Anda
semua mengiringi penerbangan Air Canada AC2 Tokyo ke Toronto yang
sebentar lagi akan ‘boarding’. Sayonara Tokyo, mata au made teman-
temin di Tokyo, au revoir, farewell, goodbye.( Jusni H / IM )
… (tamat di seri ke 47) …

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *