Ustad Shamsi Ali Mempromote kerja sama Antara Muslim dan Ya (video)


Dibesarkan dalam keluarga Islam di Makassar,kemudian mendapat pendidikan madrasah di Pakistan.

Shamsi Ali hampir tidak pernah berinteraksi dgn penganut agama lain ,apalagi Yahudj. Namun dalam perjalanan hidupnya terutama di USA, dia mulai berubah Dari penuh kecurigaan dan manganggap semua non Islam adalah kafir, menjadi ulama Islam di baris Depan Yg Membela orang Yahudi.

Bagaimana Hal itu Bisa Terjadi , silahkan simak interview Berikut ini.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

62 thoughts on “Ustad Shamsi Ali Mempromote kerja sama Antara Muslim dan Ya (video)

  1. Madju Simangunsong
    April 16, 2014 at 1:23 am

    Karena itu, jangan jadi penganut agama yang bergantung dari “katanya ulama/pemimpinagama’ dan jadilah umat beragama yang bergaul dan terbuka menerima berbagai perbedaan. itulah kekayaan. Pikiran, logika, nalar dan tentunya hati diciptakan TUhan untuk ”dipakai” bukan hanya menerima indoktrinasi oleha orang lain.

  2. pengamat
    April 16, 2014 at 3:28 am

    Kenapa diamerika belum ada rumah sakit islam dan universitas islam ? Mau bangun mesjid susah di sana. Hari libur umat islam juga belum ada. Ini menunjukkan negara tersebut belum toleran terhadap agama lain.

  3. James
    April 16, 2014 at 5:20 am

    yang jelas nyata USA lebih Toleran dara pada Indonesia, di USA Tidak Ada Pembakaran Gereja atau Vihara dan Tidak Ada Pelarangan atau Penutupan atau Iri Hati Dengki dan lain-lainnya seperti Di Indonesia, jadi bagaimana Indonesia dapat mengkalim Toleran ????gak lucu !!!

    1. pengamat
      April 16, 2014 at 11:51 am

      Disana belum ada hari libur umat beragama selain kristen. Ini menunjukkan kepada dunia USA belum toleran. Jerman saja udah ada.

      1. james
        April 17, 2014 at 1:02 am

        peraturan Negara tidak semua sama, meski Amerika Tidak Ada hari Besar Agama Lain tapi TIDAK BERARTI ANTI TOLERANSI, itu lebih baik dari pada di Indonesia katanya disebut Negara Toleran tapi Menghancurkan Melarang Membendung Membakar Tempat Ibadah Agama Lainnya, dapat rumus dari mana tuh kalau katanya Negara Toleran Tapi Kelakuan BARBAR ?????

        1. pengamat
          April 17, 2014 at 4:27 am

          Kan tidak semua gereja yang dibakar, hanya yang melanggar IMB dan tidak ada izin warga.

        2. James
          April 17, 2014 at 5:53 am

          sudah lebih dari jumlah totalnya sebanyak 2000 an Gereja yang dibakar dirusak

        3. pengamat
          April 18, 2014 at 11:40 pm

          Itu yg illegal yg dibakar.

  4. James
    April 16, 2014 at 5:33 am

    juga yang jelas di USA Tidak Ada Mesjid yang di Larang atau Di Tutup apalagi Di Bakar, sama sekali Tidak ada yang begituan di USA, itulah yang dinamakan Toleransi, bagaimana di Indonesia ????? sebaliknya yang ada !!!

    1. pengamat
      April 16, 2014 at 11:44 am

      Pernah ada mesjid dibakar di joplin, MO sekitar 4 tahun lalu yang mana imam mesjid orang indonesia. Mesjid ditutup pernah terjadi di mufressboro,TN. Orang kristen ekstrim masih tetap ada di USA. Belum toleran sepenuhnya disana.

      1. james
        April 17, 2014 at 12:55 am

        sejuh ini belum pernah dengar berita semacam itu, nah itu yang dinamakan Bohong semua !!!

        1. pengamat
          April 17, 2014 at 4:28 am

          Coba aja google atau lihat di youtube. Ini fakta !

  5. James
    April 16, 2014 at 5:37 am

    Pengamat sudah berapa kali ke USA ??? kok bisanya men judge di USA tidak ada RS Islam tidak ada Universitas Islam ??? apa Pengamat sudah keliling USA ??? berapa kali ??? ha ha ha judgement yang Tidak Dipikir lagi asal jadi saja tanpa pertimbangan pikiran logis, kasian deh

    1. pengamat
      April 16, 2014 at 11:48 am

      Belum pernah dengar ada rumah sakit islam dan universitas islam disana.saya yakin belum ada.

      1. james
        April 17, 2014 at 12:57 am

        karena Warga Muslim/Islam disana belum sanggp dan mampu untuk Membangun RS, jelas itu karena tidak pernah ada Larangan Hukum disana yang Melarang Warga Muslim untuk membangun RS disana, jadi salah sendiri kan kalau gak mampu membangunnya, jangan salahkan Amerika nya dong, cari Kambing Hitam melulu Indonesia tuh !!!

        1. pengamat
          April 18, 2014 at 11:44 pm

          Pernah ada juragan minyak dari arab mau bangun RS islam dan universitas islam internasional di amerika, tapi
          ditolak oleh pemerintah sana. Ini salah satu diskriminasi agama oleh pemerintah amerika.

      2. james
        April 17, 2014 at 1:18 am

        tuh RS Islam di Cempaka Putih saja di Indonesia gak beres apalagi mau menyinggung RS Islam di Amerika ??? beresin dulu deh di Indonesianya, malu kalau langsung beri Kritikan di Amerika

  6. wiro
    April 16, 2014 at 10:19 am

    emang tdk dipungkiri Amerika lbh maju dan lbh toleran drpd Indonesia,maklum mrk merdeka 4 Juli 1776 sdg Indonesia br 68 thn merdekanya. tp jgn lupa sisi gelap amerika ,mrk juga rasis ,perbudakan org negro..ingat peristiwa martin luther king?ingat pembunuhan presiden Kenedy.. Amerika tdk lsg sempurna spt skrg..klo hari ini Indonesia msh bnyk kekurangan ,ini sdg proses bung.. sorry james loe yg ngaku dah tua ,tp intelektual ente PARAH…KAYAKNYA KLO LOE DI aMERIKA SANA JUGA SBG WARGA YG BERMASALAH.. BYE..BYE..

  7. james
    April 17, 2014 at 12:59 am

    he he he sirik iri yah ? guwa disini dah lebih dari 20 tahun dan yang pasti sudah lebih Merdeka dan lebih OK dari pada di Indonesia, gak ada masalah apa-apa guwa disini sudah jadi WN sini kok, gak bakal balik Indonesia lagi, kapok bikin gerah aja Indonesia sih

  8. pengamat
    April 17, 2014 at 4:33 am

    He…he….he….biaya tagihan/ bill pemakaman di amerika mahal james. Siapa yang mau tanggung kalo elu udah meninggal ?

  9. James
    April 17, 2014 at 6:01 am

    sudah diperkirakan Pengamat, semua yang terjadi bilamana ada seseorang yang meninggal lalu tidak ada kerabat atau keluarga, maka itu akan ditanggung Pemerintah Amerika terhadap Warganya, nah itu yang Tidak Ada di Indonesia, biaya pemakaman juga tidak terlalu mahal mulai dari 5000 US$, dan semua bill kalau sudah pensiun itu hanya bayar separuhnya dan malah lebih dari separuhnya ada yang sepertiga dari biaya normal, orang pensiun itu di jamin segala hal oleh Pemerintah, begitu juga mengenai Kesehatan dan obat sudah di jamin oleh Pemerintah, itu sistim Kesehatan di Indonesia sekarang ini masih macet alias belum lancar dan itu mengikuti apa yang sudah ada di Amerika, Australia dan Negara Barat lainnya sejak lama, maka Indonesia itu sudah terlambat dengan sistim ini

  10. Butce
    April 17, 2014 at 11:32 pm

    Bagaimana Pak Shamsi Ali? Sebagai imam Yg tinggql di newyork dan ménage tahun apa Yg terjadi sesungguhnya..Apakah Bisa merespons pertanyaan Dari Sdr pengamat?

  11. dewo
    April 18, 2014 at 4:34 am

    Hari libur bukanlah ukuran suatu negara itu toleransi atau tidak. Walaupun tidak ada hari libur Islam di USA, tetapi umat Islam bebas merayakannya. Saya tinggal di daerah terpencil di USA , kami tidak ada halangan untuk Sholat Ied.

    Kami di satu perusahaan ada sekitar 5 orang muslim dalam departemen yang berbeda. Kami tidak ada halangan untuk Sholat Jumat. Masing masing manager kami mengijinkan kami.

    Orang Indonesia banyak yang masih terkubur dalam pola pikir sempit. Jangan jangan yang komen tersebut tinggal di Jawa, ke Papua saja tidak pernah , tapi komen mengenai USA.

    DI USA, agama itu urusan pribadi. Tidak ada orang di kantor atau tetangga yang membicarakan atau gosip mengenai agama kami. Sangat kontras kalau di Indonesia, di kantor dan tetangga orang gosip mengenai agama orang lain.

    1. pengamat
      April 18, 2014 at 1:44 pm

      Tentu saja hari libur umat beragama bisa menjadi tolak ukur toleransi umat beragama. Kalau soal merayakan hari raya agama, disini juga bebas merayakannya. Agama juga urusan pribadi, tidak ada gosip disini. Hari libur agama penting untuk kebersamaan. Tidak mungkin kita sendiri yang meliburkan diri sementara yang lain tidak libur. Ngga enak rasanya.

    2. James
      April 18, 2014 at 8:27 pm

      Butche dan Dewo, benar sekali menurut yang anda ulas diatas dan benar juga Pengamat belum pernah Tinggal di USA jadi Tidak Mengetahui Hal ang sebenarnya bagi Umat Muslim di USA, dia hanya mengetahui Berita Negatifnya saja……dan sekali bagi Pengamat di Indonesia diberikan Kebebasan? Tidak Dilarang ? Tidak Dirusak ? Tidak Diganggu > sudah terbukti Agama Minoritas di Indonesia itu di Intimidasi selama ini, seperti di USA Tidak Ada Intimidasi ke Agama manapun…….dan salute untuk Ustad Syamsi Ali yang berpikiran lebih Toleransi setelah tinggal di USA

      1. pengamat
        April 18, 2014 at 11:37 pm

        Tidak ada intimidasi di USA ? Seluruh dunia juga tahu, kalau pernah ada mesjid dibakar di USA. Agama minoritas sudah pasti diintimidasi disana. Beritanya sudah masuk di youtube. Ngga bisa nyangkal lagi dah loe james.

  12. dewo
    April 18, 2014 at 4:38 am

    Kami warga muslim Malaysia dan Indonesia secara rutin mengadakan Muktamar setahun sekali tanpa ada halangan sama sekali. Bahkan Ustad Shamsi Ali ini adalah Ustadz yang sangat kami hormati. Orangnya pintar. Dan selalu datang pada muktamar.

    Website untuk umat muslim indonesia adalah http://www.imsa.us
    Tahun 2013 muktamat diadakan di Louisville , Tahun 2014 akan diadakan di San Fransisco

  13. dewo
    April 18, 2014 at 4:48 am

    Radio umat muslim di Amerika adalah http://www.radioimsa.org

    Banyak orang muslim Indonesia yang tidak mau pulang ke Indonesia, Termasuk saya. Karena disini kehidupan beragam justru lebih tenang. Tidak ada kerusuhan SARA.
    Saya tinggal diUSA 10 tahun.

    1. pengamat
      April 18, 2014 at 1:48 pm

      Disini juga tidak ada kerusuhan. Terserah anda saja bila mau menetap disana, ya silakan saja.

    2. James
      April 18, 2014 at 8:33 pm

      nah itu Pengamat, penjelasan secara Pribadi dari Dewo yang dia sendiri beragama Muslim/Islam yang merupakan BUKTI NYAYTA bukan berita Bohong,dan Dewo sendiri mengakui Tidak Mau Kembali ke Indonesia setelah tinggal di USA selama sekitar 10 tahunan, itu jga adalah salah satu BUKTI NYATA bahwa banyak sekali ex Warga Indonesia Tidak Mau Kembali ke Indonesia, MENGAPA ???…….dan kembali untuk Pengamat, di Indonesia Tidak Ada Kerusuhan ????? ha ha ha tertawa terbahak=bahak deh dengan ngibulnya Pengamat, lucu dagelan badut sandiwara komentarnya

      1. pengamat
        April 18, 2014 at 11:25 pm

        Penjelasan pribadi dewo terserah dia saja. Itu pendapat pribadi ybs. Kerusuhan bisa saja terjadi di amerika bila umat beragama lain di diskriminasi terus. Tinggal tunggu waktunya aja.

      2. James
        April 19, 2014 at 5:31 am

        hukum di USA itu tegas dan dilaksanakan, Tidak seperti di Indonesia ada Hukum tapi Dilanggar semua bahkan Hukum Rimba yang berlaku sampai sekarang

        1. pengamat
          April 19, 2014 at 11:46 pm

          banyak juga warga USA suka melanggar hukum. Kamu aja yang ngga tau james.

        2. James
          April 20, 2014 at 12:18 am

          lebih sering baca Komentar Dewo lebih baik lah jadi lebih ngerti perbedaannya diantara Hukum di Indonesia dan Hukum di USA, mana yang lebih menjalankan Hukum nya dan Mematuhi dan di Taatinya

        3. pengamat
          April 20, 2014 at 6:11 am

          sesuai tingkat pendidikan masyarakat juga dalam mematuhi hukum. Di US sana rata2 tamat SMA, disini rata2 cuma tamat SD.

        4. James
          April 20, 2014 at 7:46 pm

          anak kecil yang baru bisa berjalan di USA sudah diberi pengarahan pembelajaran mentaati Peraturan Umum, semakin anak itu bertumbah semakin banyak perauran di ajarkan sehingga setelah dewasa menjadi orang yang taat pada Hukum, terbukti jelas nyata bahwa setiap individu dari Negara Barat lbih Mematuhi Peraturan dan Hukum bila dibanding dengan di Indonesia, seperti contoh saja Peraturan Lalu Lintas di USA lebih dipatuhi dari pada di Indonesia sedangkan Hukum dan Peraturan di Indonesia itu cukup lengkap akan tetapi lebih banyak di Langgarnya dari pada Di Taatinya, disitulah Bukti Nyata bahwa Tidak Disiplinnya Orang Indonesia dan banyaknya Korupsi dari pada Hukum, jadi istilahnya tetap saja USA itu lebih Advance dari Indonesia dalam segala Bidang

  14. wiro
    April 19, 2014 at 10:31 am

    gue percaya ma statemen dewo, cuma tetep utk si james gue pandang rendah luh james ,luh tdk mewakili intelektual warga USA ,arogansinya thdp bangsa Indonesia, aromanya terasa banget.. gue lbh menghargai piaraam gue drpd elu james..

  15. James
    April 19, 2014 at 8:17 pm

    he he bye bye Wiro di Jawa apa di Papua ??? guwa sih biar gimana juga jauh disana di Kalipornia, makanya mampu membandingkan Kelemahan Indonesia dan Loe Wiro gak bakal bisa maju-maju karena jalan pikirannya mandeg disitu melulu, pikiran sempit dan picik, kapan mau maju ??? tuh liat dong bagaimana Dewo dan Pak Shamsi Ali bisa sukses di USA ??? karena Pikiran yang mau Berubah Dewasa dan dengan segala Keuletan maka mereka dapat sukses di USA

  16. pengamat
    April 19, 2014 at 11:43 pm

    terlalu jauh bandingin ama USA. Indonesia persaingannya tingkat regional ASEAN dulu. 30 tahun lagi baru sejajar USA kemajuannya.

  17. James
    April 20, 2014 at 12:15 am

    tingkat regional saja gak mampu sebanding dengan yang lain, ama Malysia dan Singapor saja sudah ketinggalan juh apalagi dibanding Korea dan Jepang, lebih jauh lagi ketinggalannya dibanding Tiongkok

  18. pengamat
    April 20, 2014 at 6:12 am

    ya paling engga kita lebih unggul dari myanmar dan phillipine. Jadi ngga paling jelek juga.

  19. James
    April 20, 2014 at 7:51 pm

    kalau Myanmar itu Negara masih Panas Politik yang Tidak Menentu, ya Indonesia lebih Unggul, akan tetapi kalau Philippine gak yakin Indonesia lebih Unggul, berita mengatakan lebih Banyak Tenaga Manager di Indonesia berasala dari Philippine dibanding Tenaga Manager Indonesia di Phillipine, dan hasil Produksi Philipine di Negara Luas lebih banyak dibanding dengan Produk Indonesia, produk Philippine lebih tersebar luas dimana-mana

Leave a Reply to Madju Simangunsong Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *