Tim Sepakbola RI Raih Emas di Olimpiade Khusus


Kontingen RI hingga kini raup medali 16 emas, 8 perak, dan 3 perunggu.

Kontingen Special Olympics Indonesia (SOIna) terus menambah perolehan medali pada turnamen Special Olympics World Games 2015 di Los Angeles, Amerika Serikat. Pada pertandingan hari Jumā€™at, 31 Juli 2015 waktu setempat, Indonesia berhasil memperoleh 6 medali emas, 3 perak, dan 1 perunggu dari empat cabang olahraga yang dipertandingkan.

Konsulat Jenderal RI di Los Angeles hari ini melaporkan, tiga medali emas berasal dari cabang olahraga bulutangkis, disumbangkan oleh Rachma Handayani melalui nomor tunggal putri Divisi 6, Ika Damayanti melalui nomor tunggal putri Divisi 12, serta Indra Prayudi dan Dhimas Prasetyo melalui nomor ganda putra Divisi 1.

Cabang olahraga tenis meja menyumbangkan 2 medali emas, yaitu atas nama Yuni Nur Khasanah melalui nomor tunggal putri Divisi 2 dan Anugerah Ilham melalui nomor tunggal putri Divisi 7.

Cabang olahraga sepakbola (football-5-a-side) menyumbangkan 1 medali emas atas nama, Bastian Havis, Suharto, Emmanuel Liunesi, Brusli Fernando Lekinawa, Aris Dwi Winarko, Hairul Umam, Asep Sudharto, dan Muhammad Zakroni, setelah dalam laga final berhasil mengalahkan tim Malaysia dengan skor 2-0.

3 medali perak disumbangkan oleh Muhammad Fahmi Salam dari cabang olahraga tenis meja melalui nomor tunggal putra Divisi 1, serta Fadli Amirullah dan Ni Made Semiati dari cabang olahraga atletik masing-masing dari nomor lari 100 meter putra Divisi 55 dan lompat jauh putri Divisi 11.

Satu medali perunggu disumbangkan oleh Yuni Nur Khasanah dan Anugerah Ilham dari cabang olahraga tenis meja melalui nomor ganda putri Divisi 1.

Melalui perolehan medali tersebut, hingga tanggal 31 Juli 2015 Kontingen SOIna telah berhasil memperoleh 16 medali emas, 8 perak, dan 3 perunggu.

Olimpiade Khusus Dunia tahun ini berlangsung di Kota Los Angeles, AS, dan dibuka pada 25 Juli 2015 dan berlangsung hingga 2 Agustus 2015. Para peserta adalah 6.500 penyandang disabilitas intelektual dari berbagai negara, termasuk Indonesia.

Walau menyandang disabilitas intelektual, mereka akan berkompetisi di cabang-cabang olahraga seperti yang dilakukan oleh orang-orang biasa, termasuk senam, atletik, bola basket, sepak bola, dan lain-lain.( V V / IM )

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *