
Poin yang dimaksud berisi permohonan peserta kongres anak agar anak-anak dilindungi dari bahaya rokok dengan melarang iklan rokok dan menaikkan harga rokok. Poin lainnya, antara lain berisi permintaan kepada pemerintah agar menyediakan rumah khusus untuk anak-anak terlantar dan korban kekerasan, mendahulukan proses mediasi dalam pengadilan anak, serta meminta jaminan kesehatan.
Semula, deklarasi tersebut dijadwalkan dibaca pukul 09.12 WIB. Deklarasi akan dibacakan dua remaja, salah satunya bernama Maesa Ranggawati. Namun, pada pukul 08.00 WIB, mereka mendapat informasi pembacaan itu dibatalkan. “Padahal, semalam sudah geladi resik,” kata Puspa Sari.
Meski kecewa, Puspa berharap, pembatalan pembacaan deklarasi tersebut bukan perintah dari Istana. “Semoga itu bukan dari yang berdiam di Istana, mudah-mudahan ini hanya masalah teknis,” katanya. Maesa Ranggawati, satu dari dua anak yang akan membacakan deklarasi, mengaku kecewa. Maesa mengaku tidak mengetahui kenapa deklarasi tersebut tak boleh dibacakan. “Padahal, kami hanya membacakannya tidak lebih dari lima menit,” katanya.
Akhirnya, deklarasi itu dibacakan di depan Menteri Pendidikan Nasional.
Kekecewaan anak-anak itu juga ditambah dengan perlakuan kekerasan terhadap CL, bocah perempuan yang ditoyor seseorang, yang diduga anggota Paspampres. CL dan orangtuanya sangat kecewa sebab insiden kekerasan itu dilakukan tepat pada Hari Anak yang seharusnya penuh dengan kasih sayang.
Deklarasi
Sementara itu, isi delapan butir “Suara Anak Indonesia” itu antara lain mengajak anak Indonesia bersatu padu berpegangan tangan, saling toleransi, menghargai perbedaan. Anak Indonesia memerlukan dukungan pemerintah untuk memfasilitasi forum-forum anak di daerah.”Kongres Anak Indonesia sebagai mekanisme nasional pemenuhan hak partisipasi anak,” ujar Maesya Rangga Wasti, perwakilan dari Jawa Barat itu.

“Melindungi atau memberikan perlindungn kepada anak berarti kita melindungi mereka dari kekerasan, eksploitasi, diskriminasi, melindungi mereka dari pergaulan yang tidak sehat dan melindungi mereka dari perlakuan yang buruk,” katanya.














