
Atas temuan baru itu, menurut Boy, Tim penyidik langsung melakukan penyidikan terhadap paspor Sony Laksono (nama yang juga digunakan Gayus saat kabur ke Bali-Red). “Pembuktian apakah yang menggunakan paspor itu adalah Gayus, dengan mencermati dokumen-dokumen yang didapat itu termasuk sistem data base yang ada di imigrasi,” imbuh Boy.
Polri juga menemukan fakta baru bahwa terdakwa kasus mafia pajak itu duduk bersebelahan dengan Devina, penulis surat pembaca harian Kompas yang mengaku melihat orang yang mirip Gayus dalam penerbangan ke Singapura pada 30 September 2010. “Dari manifest Gayus ke Singapura. Dari daftar manifes itu Gayus duduk di 11f dan Devina di kursi 11b,” tutur Boy.
Devina dalam surat pembacanya menyebutkan Ahad (2/1), melihat orang mirip Gayus di pesawat Air Asia nomor penerbangan QZ 7780, yang ditumpanginya dari Jakarta menuju Singapura, pada Pk. 11.20 WIB, Kamis (30/9/2010).
Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar juga mengungkapkan fakta baru tentang kegiatan Gayus sepanjang September 2010 yang diduga telah melakukan dua kali perjalanan ke luar yakni ke Makau dan Kuala Lumpur.














