
Orkes musik bia yang terdiri dari 339 peniup alat musik bia ini merupakan kelompok pemusik bia terbesar di dunia dan layak dicatat dalam buku Guinness World Records maupun rekor MURI. Biasanya orkes musik bia hanya terdiri dari sekitar 20 sampai 30 pemain. Dengan prakarsa Dr.Benny Mamoto yang sebelumnya telah menciptakan sejumlah rekor dunia GWR di bidang seni budaya Sulawesi Utara, sea shell music ensemble terbesar di dunia ini pada 7 Juli 2010 tersebut telah tercatat sebagai salah satu rekor GWR lainnya di bidang seni budaya Sulawesi Utara.
Musik bia merupakan salah-satu musik tradisional masyarakat Sulawesi Utara yang saat ini sudah mulai terlupakan. Para pemain kelompok GWR ini umumnya berasal dari desa Batu Kecamatan Likupang Selatan Kabupaten Minahasa Utara dan terdiri dari peniup remaja dan dewasa. Pemain termuda berussia 6 tahun dan pemain tertua berusia 80 tahun.
Pada hari yang sama telah pula digelar acara Festival Pinawetengan di kecamatan Tompaso dimana telah diserahkan satu lagi sertifikat GWR untuk alat musik terompet terbesar di dunia, dan rekor MURI untuk makanan khas Sulut Nasi Jaha terpanjang di Indonesia (8 km) dan kain tenun terpanjang (101 meter).
Acara istimewa ini juga telah dihadiri oleh Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Jakarta Benny Tengker dan Ketua Umum Kawanua USA Emile Mailangkay dan istri atas undangan Dr. Benny Mamoto.

















