
Seekor Coyote memutuskan bahwa dia harus melakukan sesuatu untuk melepaskan kerbau kerbau tersebut dari kandang si Bungkuk. Dia memanggil orang-orang untuk kedalam suatu rapat. “Bungkuk tidak akan memberikan kita kerbau,” kata Coyote. “Mari kita semua pergi ke kandang-nya dan membuat rencana untuk membebaskan kerbau kerbau itu.” Mereka berkemah di pegunungan di dekat tempat si Bungkuk, dan setelah hari gelap secara hati-hati mereka melakukan pemeriksaan pada kandang kerbaunya. Dinding batunya terlalu tinggi untuk dipanjat, dan satu-satunya pintu masuk adalah melalui pintu belakang rumah si Bungkuk

Orang-orang tidak mengerti apa ini ada hubungannya dengan melepaskan kerbau, tapi mereka tahu bahwa Coyote adalah seorang pengatur siasat yang hebat dan mereka menunggu penjelasan dia. “Aku akan mengubah diriku menjadi seekor burung,” kata Coyote. “Di pagi hari ketika anak si Bungkuk akan turun untuk mendapatkan air, ia akan menemukan seekor burung dengan sayap yang patah. Dia akan menginginkan burung ini untuk dijadikan hewan peliharaannya dan dia akan membawanya kembali ke rumah. Setelah saya berada di rumah, saya bisa terbang ke dalam kandang, dan tangisanku akan membuat kerbau menjadi panik. Mereka akan berlari lari menerjang keluar dari rumah si Bungkuk dan akan berkeliaran diatas bumi. ”

“Apanya yang baik!” teriak si Bungkuk “Semua burung, binatang dan orang-orang adalah bajingan ” Kata si Bungkuk dengan sengit sambil mengenakan topeng berwarna biru yang tampak berkilauan seperti kilatan halilintar.
“Ini adalah seekor burung yang sangat baik,” ulang anak itu.  “Bawa kembali di mana Anda menemukannya!” meraung si Bungkuk, dan anak itu merasa ketakutan melakukan apa yang diperintahkannya.  Begitu burung itu kembali ke tempat orang-orang yang berkemah dia berubah kembali menjadi Coyote. “Aku telah gagal,” katanya, “tapi itu menjadi persoalan. Aku akan mencoba lagi besok pagi.. Mungkin binatang kecil akan lebih baik dari pada burung.”

“Betapa bodohnya kau, Nak!” geram si Bungkuk. “Anjing adalah tidak baik untuk apapun dan saya akan membunuhnya dengan pentungan saya..”  Anak itu memegang erat-erat anjing itu lalu akan berlari sambil menangis. “Ya, baiklah,” kata si Bungkuk. “Tapi pertama-tama saya akan menguji hewan itu untuk memastikan bahwa itu adalah seekor anjing Semua binatang di dunia.adalah bajingan.” Dia lalu mengambil batu bara dari perapian dan membawa lebih dekat ke mata anjing itu sampai anjing itu menyalak.. “Ini benar benar seekor anjing,” kata si Bungkuk. “Anda boleh menyimpannya didalam kandang kerbau, tapi tidak didalam rumah.”

Setelah kerbau-kerbau itu berlarian anak si Bungkuk tidak menemukan anjing kecilnya. Dimana hewan peliharaanku, teriaknya. Dimana anjing kecilku? Tidak ada anjing kata si Bungkuk. Ini adalah tipu muslihat si Coyote untuk melepaskan semua kerbau milik kita.
Demikian akhirnya kerbau kerbau itu dapat bekeliaran di bumi ini.(disadur/dirangkum/diterjemahkan dari dongeng kehidupan American Indians/IM)














