Kasus Hercules Dikaitkan ke Rekening Gendut Polisi


Pengacara Hercules, Boyamin Saiman, menghubung-hubungkan kasus dugaan pemerasan kliennya dengan kasus dugaan pencucian uang yang melobatkan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq dan rekening gendut kepolisian.

Menurut dia, dugaan pemerasan dan pencucian uang yang dituduhkan kepada kliennya bisa menjadi buah simalakama bagi kepolisian. “Ini seperti kasus bekas Presiden PKS Lutfi Hasan Ishaaq yang dituduh memperdagangkan pengaruhnya lalu terkena jerat Pencucian uang,” kata Boyamin di Markas Polda Metro Jaya, Sabtu, 10 Agustus 2013.

Dalam kasus Hercules, yang dipersepsikan pencucian uang adalah uang yang berasal dari dugaan hasil kejahatan pemerasan. Padahal, kata Boyamin, uang itu upah kerja mengurus ganti-rugi dan jasa mengamankan lahan calon rumah toko. “Sehingga tuduhan pencucian uang terkesan dipaksakan.”

Kalau kasus Hercules sampai proses pengadilan berarti uang hasil upah kerja yang pengertiannya jelas asal-usulnya dapat dijeratĀ money loundring. Maka, kata dia, uang rekening gendut perwira tinggi Polri pasti lebih gampang dijerat. “Ini karena asal-usul uangnya lebih tidak jelas lagi lantaran berkaitan dengan kewenangannya,” kata dia.

Rekening gendut mereka, kata dia, bisa dikaitkan dengan dugaan kuat suap atau pemerasan atau korupsi. “Mereka bahkan tidak mungkin bisa berdalih mendapat upah kerja seperti yang dilakukan Hercules.”

Indikasinya, kata Boyamin, polisi tidak tegas menutup tempat hiburan malam karena melanggar izin jam operasional. Polisi membiarkan perdagangan minuman keras tanpa ijin, tempat prostitusi, perjudian dan transaksi narkoba. “Dengan demikian jika polisi menerima ‘upeti’ dari tempat hiburan malam yang jelas-jelas melanggar, mereka lebih bisa dijerat pemerasan uang daripada Lutfi Hasan maupun Hercules.”

Boyamin menuding adanya oknum polisi yang melakukan pencucian uang dengan berbagai jenis usaha, seperti bengkel atau angkutan umum. Dari situ mereka membukukan omzet dan keuntungan sampai puluhan miliar. “Memang bengkelnya punya langganan seluruh mobil di Jakarta atau angkotnya berjumlah ribuan?” kata dia. “Jangan-jangan sebenarnya usahanya tersebut merugi dan tidak bayar pajak.”

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *