(Dokumen Rahasia) Operator dan Cikeas Dalam Upaya Lengserkan Jokowi


img-20161109-wa0010-1-2Kembali ke dokumen rahasia yang saya janjikan akan dibongkar secara bertahap. Bagi yang sudah membaca part 1, pasti sudah paham siapa yang menggerakkan di kalangan kelompok ormas tukang demo sejak tahun 2014. Bagi yang belum membaca, silahkan simak dulu di: https://seword.com/politik/dokumen-rahasia-keterlibatan-cikeas-dalam-upaya-lengserkan-jokowi/

Dalam demonstrasi, tidak mudah menggerakkan massa dalam jumlah banyak. Harus ada operator, dana dan pimpinan strategi. Soal operator di kalangan majelis taklim dan sejenisnya, sudah saya bahas di part 1. Selanjutnya adalah operator dan pimpinan strategi, yang dalam hal ini seharusnya sangat dekat dengan orang-orang yang memiliki pemahaman militer.

Berdasarkan sebuah sumber yang terpercaya, ada peran Cikeas di dalam demonstrasi 4 November. Indikasi pertama adalah kedekatan ormas ada di dalam FUI dengan majelis dzikir Pak Mantan. Selain itu, operator utama yang melakukan kontak dengan sejumlah tokoh kunci GNPF adalah mantan pimpinan institusi penegak hukum yang diberhentikan lebih awal 7 bulan dari yang seharusnya. Sesuatu yang kurang lazim dan membuat salah satu pihak kecewa. Apalagi Budi Gunawan yang disiapkan ternyata malah gagal dilantik.

Untuk keterlibatan mantan pimpinan institusi penegak hukum, informan seword sudah mengkonfirmasi bahwa pihak istana sudah mengetahuinya, sebelum 4 November.

Demonstrasi sebesar itu, terlalu naif kalau hanya disimpulkan demo bayaran yang digerakkan oleh partai opisisi. Lebih dari itu, ini merupakan kombinasi sempurna dari mereka yang pernah lama berkuasa dan masih punya tokoh penggerak lewat majelis dzikir Pak Mantan.

Dari informan majelis dzikir Pak Mantan, dinyatakan memang ada indikasi bahwa aliran dana diterima oleh orang perorang dalam lingkaran gerakan demo 4 November. Hal ini dipastikan ada, sebab biaya operasional yang dibutuhkan sangat tinggi. Bahwa kemudian ada yang mengklaim ikhlas datang sendiri, bawa nasi dan sebagainya, itu hanya kamuflase atau memang inisiatif yang muncul karena terpancing secara alamiah. Sementara untuk skala mayoritas, pasti ada donatur tunggalnya, untuk menggerakkan dan mengkondisikan seolah-olah sumbangan sukarela.

Saya memang sengaja menunggu ILC semalam untuk mendengar apa yang sebenarnya terjadi di lapangan. Dan dengan kenyataan ini, bukan sebuah kebetulan rasanya kalau Panglima TNI dan Kapolri sangat paham menghadapi para demonstran. Prajurit sudah diberi arahan bahwa mereka akan diprovokasi, akan dipukuli, ditusuk dan seterusnya, namun mereka semua harus menahan diri. Bertahan.

Kapolri dan Panglima TNI seolah paham betul siapa yang sedang mereka hadapi. Yakni mereka yang mendambakan terjadi korban dari kalangan demonstran, sehingga nantinya para aktor-aktor politik itu punya alasan memprovokasi untuk melengserkan pemerintah sah saat ini.

Jika melihat kenyataan terjadi korban luka sampai gegar otak dari kalangan polisi, ini jelas bukan sesuatu gerakan spontan, melainkan sangat terstruktur sistematis dan massif. Provokasi membakar mobil polisi sampai penjarahan minimarket, bukanlah sesuatu yang bisa bergerak sendiri. Semuanya sangat terencana.

Secara logika, tidak mudah kita terima bahwa ada sekelompok perampok yang kemudian bergerak bersama hanya untuk menjarah minimarket yang nilainya tak seberapa. Semuanya pasti digerakkan, dikondisikan dan diatur agar momennya pas saat konsentrasi aparat pecah karena di saat yang bersamaan terjadi kerusuhan dan perlawanan.

Kalau memang mereka semua perampok dan mau memanfaatkan suasana, mereka akan cari yang lebih besar. Bank, toko elektronik, baju atau toko emas. Tapi mereka menjarah minimarket karena memang nominalnya kecil sehingga kalaupun terjadi kerugian, tidak terlalu banyak dan tidak akan berlarut-larut, sebab masuk pencurian kecil. Tapi yang penting pesannya sampai pada publik: terjadi penjarahan seolah seperti 98.

Aktor politik

Setidaknya ada 5 perwakilan partai politik -yang semuanya bukan partai pendukung Ahok- yang dinyatakan terlibat dalam aksi demo 4 November. Dua diantaranya adalah Fahri Hamzah PKS dan Fadli Zon Gerindra. Sisanya tidak boleh saya sebutkan. Kita bidik yang sudah terlihat jelas saja.

Satu hal yang membuat demo berjalan rusuh dan massa bertahan sampai malam adalah karena adanya janji Fahri Hamzah yang mempersilahkan mereka untuk menginap di dalam gedung DPR, untuk melanjutkan demo pada esok harinya. Fahri juga menjelaskan tentang cara melengserkan bisa dengan parlemen jalanan atau parlemen ruangan (sidang istimewa).

“Jika Presiden tidak menemui parlemen jalanan, gedung DPR akan dibuka untuk rakyat Indonesia untuk menyatakan pendapatnya” janji Fahri.

Apa yang diucapkan Fahri ini benar, saya ada rekamannya. Dia katakan saat berorasi di depan para pendemo 4 November. Pasca demo, sudah seharusnya orang-orang seperti Fahri Hamzah ini segera diproses secara hukum. Karena jelas melakukan upaya dan seruan pelengseran Presiden. Makar. Selain itu, penting untuk ditetapkan statusnya, apakah masih kader PKS atau bukan. Sebab dalam undang-undang kita, tidak ada anggota DPR independen atai non parpol.

Selanjutnya, saat Presiden Jokowi menyatakan ada aktor politik, satu Indonesia sudah tau siapa yang dimaksud. Minimal di sana ada Fahri dan Fadli, sekalipun dalangnya tak ada di lokasi.

Sampai di sini semuanya jadi terlihat jelas. Bahwa ada donatur, operator dan aktor politik yang turun ke lapangan. Semuanya tersusun rapi, saling bekerjasama ingin melengserkan Jokowi. Dan semuanya dikondisikan seolah-olah datang atas inisiatif sendiri. Sama seperti rencana Fahri mau menampung pendemo masuk ke DPR, tujuannya mulia sekali, kasihan pendemo tidak punya uang untuk menginap di hotel. Padahal tujuannya adalah menguasai DPR dan memaksa diselenggarakan sidang istimewa untuk melengserkan Jokowi.

Terakhir, beberapa hari ke depan, kita harus hati-hati dengan orang-orang yang seolah mulia. Seperti semalam contohnya, ada ustad yang tidak mau mengakui terjadi kerusuhan, damai, damai, damai katanya. Tujuannya apa? Agar mereka diijinkan demo lagi, untuk melanjutkan sesuatu yang belum mereka capai: lengserkan Jokowi.

Begitulah kura-kura.(  / Swrd / IM )

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

3 thoughts on “(Dokumen Rahasia) Operator dan Cikeas Dalam Upaya Lengserkan Jokowi

  1. northface
    November 11, 2016 at 8:25 pm

    Semoga Pak Jokowi dilindungin oleh Tuhan dan tetap menjadi Presiden dan 2019 kembali menjadi Presiden.Amin

  2. andi
    November 12, 2016 at 6:11 am

    Rs tak pikir!

  3. Perselingkuhan+Intelek
    November 12, 2016 at 9:23 pm

    basmi rata dengan tanah, jangan dibiarkan bertumbuh semakin besar membahayakan Negara dan Bangsa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *