Anggota Komisi III DPR Didi Irawadi Syamsuddin, Senin (18/7), mengakui banyak anggota DPR bermasalah. Kondisi itu dinilainya karena syarat menjadi legislator tidak diatur secara ketat. Dampaknya banyak anggota DPR berbuat ulah yang itu merusak citra DPR sebagai wakil rakyat.
“Ada artis yang jadi anggota DPR, kerjaannya ngelawak terus. Tidak benar kerjanya, ini yang bermasalah,” cetus Didi di seminar Penegakan Hukum di Era Reformasi: Suatu Evaluasi Komprehensif Dinamika Hukum Indonesia di Universitas Trisakti.
Yang membuatnya prihatin, artis anggota DPR itu tidak pernah bekerja serius. Yang bersangkutan lebih senang menggeluti dunia lawaknya dibanding fokus bekerja untuk kepentingan rakyat. Yang menjengkelkan, lanjut Didi, anggota DPR yang bebuat ulah itu tidak bisa diingatkan untuk menjaga kelakuannya.
Lebih miris lagi, sambung Didi, beberapa anggota DPR kelakuannya tidak ubahnya seperti preman. Bahkan tidak sedikit di antara mereka memakan uang rakyat dengan menjadi calo anggaran proyek. “Inilah konsekuensi jika semua orang bisa menjadi anggota DPR. Tidak ada aturan tentang kapabilitas,” jelas Ketua DPP Partai Demokrat tersebut.
Didi mengharapkan, akademisi kampus ikut terlibat mencari solusi atas realita yang terjadi di DPR. Dengan begitu, lanjut dia, ke depannya, citra DPR bisa lebih baik dan tidak hancur-hancuran seperti sekarang.