Perayaan Kemerdekaan RI di Louisiana, Unik Bernuansa Silang Budaya


Perayaan HUT kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 65 dirayakan secara unik baru-baru ini di Baton Rouge, Louisiana (Sabtu, 7 Agustus 2010).  Bukan saja karena yang hadir orang Indonesia dan warga Amerika Serikat, tapi juga karena mulai dari kepanitiaan, dukungan dana, sampai materi acaranya adalah gabungan antara warga Indonesia dan Amerika Serikat.   Ketua penyelenggara kegiatan, Dr. Herry Utomo — Associate Professor di Louisiana State University, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan upaya penjembatan budaya yang langsung antara warga Indonesia dan Amerika Serikat  melalui pengalaman apa adanya dari kehidupan sehari-hari.  Kegiatan ini bermula dari prakarsa beberapa keluarga Indonesia dan Amerika Serikat di kota Lafayette yang kemudian mendapat dukungan sukarela dari warga yang lain.

Peringatan kemerdekaan RI dimulai dengan penghormatan kepada bendera merah putih dan mengumandangkan lagu  kebangsaan Indonesia Raya.  Kemudian, diikuti oleh lagu kebangsaan Amerika Serikat ‘The Star-Sprangled Banner’, sebagai lambang persahabatan.  Kegiatan semacam ini baru pertama kali di lakukan di negara bagian Louisiana dan akan dijadikan kegiatan tahunan.  Acara tahunan ini diberi nama ‘1st Annual Indo Cultural Event’ bertema ‘Memperingati kemerdekaan Republik Indonesia dan merayakan silang-budaya dari pengalaman nyata yang terjadi antara warga Indonesia dan masyarakat Amerika Serikat’.  Hadir dalam kesempatan ini, adalah wakil konsul Jendral RI di Houston, Jodi Mahardi, yang memaparkan kebijakan internasional Indonesia terutama yang berkaitan dengan Amerika Serikat.  Dinyatakan juga bahwa peran warga Indonesia yang ada di Amerika Serikat semakin penting dalam proses globalisasi sekarang ini.  Karena, pengalaman antar budaya yang nyata ini akan mempertajam hubungan bilateral ekonomi, politik, dan budaya diantara kedua negara.

Koordinator Lomba, Yulia Pearce, merasa senang karena perlombaan tradisional seperti “Lomba Bawa Kelereng” sangat disenangi oleh anak-anak, remaja, maupun orang dewasa dari Indonesia dan AS.  Demikian juga dengan lomba ‘Balap Karung’ dan ‘Tarik tambang’.  Warga AS yang hadir sangat menyukai masakan tradisional Indonesia yang disajikan.  Nasi kuning, gudeg, rendang, dan rempeyek banyak diminati.   Sementara itu, warga Indonesia senang mencicipi Gumbo — masakan khas Louisiana, potato salads, dan chicken nuggets.

Sambil makan siang bersama, dilangsungkan diskusi panel yang dipandu oleh Dr. Ida Wenefrida dari Louisiana State University.  Bertindak sebagai pembicara adalah Kevin Prejean (U.S. Residence, Lafayette), Paul Wahyudin (Exploration & Production technology-BP, Houston); Fitri Sudrajat (Eurofins Central Analytical Laboratories, New Orleans), Anastasia “Jackie” Block (John W. Stone Oil Distributor, New Orleans), dan Donald Stelly (Musician, Lafayette).  Diskusi panel membahas pengalaman dan pertukaran budaya yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari dilihat dari sudut pandang Indonesia dan Amerika Serikat.

Dengan alunan Cajun Band, warga Indonesia berdansa ‘two step’ bersama-sama warga AS, sebaliknya warga AS dengan serius belajar menari poco-poco diringi oleh lagu-lagu Cajun, ‘Mom I’m Still Your Little boy’, ‘Memoires Dan Mon Coeur’, dan ‘Belle Louisiane’.

Di sela-sela  acara yang padat, lagu-lagu Indonesiapun dilantunkan, mulai dari lagu-lagu dari Koesplus, Elvi Sukaesih, sampai Endah N Rhesa.  Presentasi slide tentang Indonesia juga diputar untuk mengobati rasa rindu akan tanah air.  Diakhir acara, beberapa tamu warga Amerika Serikat merasa sangat senang dengan acaranya dan akan berpartisipasi di tahun-tahun mendatang.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *