OCTOBER 2025 # 8 : TAJIKISTAN : PANJAKENT


OCTOBER 2025 # 8 : TAJIKISTAN : PANJAKENT

Kota ketiga dan terakhir di Tajikistan yang kita kunjungi adalah PANJAKENT.
Sebuah kota di provinsi Sughd dengan populasi 52,500 jiwa. Dulunya kota ini adalah kota kuno di Sogdiana. Reruntuhan kota tua berada di pinggiran kota modern. Dan kita sekarang menuju kesana.
OLD PANJAKENT  meskipun kecil , tetapi berkembang pesat. Milik bangsa Sogdiana di Central Asia,  sebelum jaman  Islam .Dikenal dengan nama Panchekanth.  Yang berarti 5 kota dalam bahasa Persia.Territorial Soghdian sudah disebut dalam sejarah dinasti Achaemenid Iran.( abad ke 6 BC ).  Dimana bangsa Achaemenid mendirikan kota kota di sepanjang jalur sutra dan di Zarafshan valley..
Pada tahun 722 , pasukan Arab mengepung dan merebut kota kota tersebut. Penguasa terakhir dari kota Divashtich melarikan diri, tetapi pada akhirnya tertangkap dan di hukum mati.
Selama sekitar 50 tahun Old Panjakent diperintah oleh penguasa baru, tetapi pada akhir abad ke 8, kota ini dipindahkan. dan terbengkalai.
DI OLD SARAZM . kita dapat saksikan  reruntuhan kota tua dari abad 5 – 6 BC.  Yang sekarang hanya tinggal sisa sisanya saja. Terlihat adanya dapur umum , irigasi dan lain lainnya,  menunjukkan kehidupan mereka sudah maju.
 
RUDAKI REPUBLICAN  MUSEUM OF REGIONAL HISTORY.
Dikenal sebagai Museum Rudaki  , seorang penyair , penyanyi dan musisi yang menulis dalam bahasa Persia modern. Hidup di abad ke 9.
Museum ini didirikan pada tahun 1958,oleh pemerintah Soviet Tajik yang berkuasa pada waktu itu , untuk memperingati ulang tahun  Abuabdulloh Rudaki yang ke 1100.
Disini tersimpan 98,000 macam koleksi barang barang yang berasal dari Zarafshan valley..
Sebelum meninggalkan Panjakent, tentu kita meninjau LOCAL BAZAAR nya juga. Tetap sama, , tempatnya bersih tidak bau, meskipun di bagian daging daging..
Selama perjalanan ke perbatasan Uzbekistan, Zafar tour guide kita, menceritakan suka duka jatuh bangun negaranya.
Perang saudara yang terjadi dari May 1992 sampai June 1997 , mengakibatkan banyak kematian dan kemunduran ekonomi 50 tahun kebelakang.
 Presiden Emomali Rahmon yang terpilih di tahun 1994 karena beliau berjanji akan dapat mengakhiri perang saudara tersebut dan menjadikan Tajikistan negara yang maju.
Dia bertindak otoriter, memberikan 2 pilihan kepada kelompok pemberontak untuk keluar dari negaranya, atau jika mau tetap menetap di Tajikistan tidak boleh membuat kerusuhan. Jika berbuat kerusuhan akan ditangkap dan di penjara.
Maka pada waktu itu, banyak kelompok pemberontak yang pindah ke Afghanistan dan Syria.
Beliau meminta bantuan tentara Rusia, untuk menjaga perbatasan Tajikistan – Afghanistan . Ini berlangsung sampai sekarang.
Waktu saya bertanya ke Zavar, apakah sekarang kelompok tersebut sudah sadar,bahwa mereka bertindak salah  melihat negaranya aman dan maju ?
Zafar menjawab, semua pemberontak sekarang tinggalnya di Syria , Afghanistan atau di penjara.
President Rahmon, terpilih kembali menjadi presiden, karena rakyat merasa puas akan hasil kerjanya.   Memang jika suatu negara yang sudah kacau, untuk menjadi kembali maju, harus ada pemimpin yang bijaksana dan otoriter.
Akhirnya kita sampai di perbatasan untuk masuk kembali ke Uzbekistan. Kita berpisah dan mengucapkan terima kasih kepada Zafar .  Siap untuk geret koper dan jalan menuju pos imigrasi. Untungnya sekarang jaraknya tidak terlalu jauh dan jalanannya mulus tidak berkerikil.
Soyib sudah tersenyum dan melambai lambaikan tangannya menyambut kita kembali di Samarkand , Uzbekistan. ( es / IM )
FOTO FOTO DAPAT DILIHAT DI FB. WWW.INDONESIAMEDIA.COM
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *