Laporan Best Buy Mengecewakan, Wallstreet Kembali Anjlok


Investor menunggu pidato dari Ketua Federal Reserve.

Bursa saham utama Amerika Serikat, Wall Street, kembali melemah untuk kedua kalinya setelah perkiraan mengecewakan dari Best Buy pada penutupan transaksi Selasa waktu New York.

Dikutip dariĀ Reuters, Rabu 20 November 2013, investor menunggu pidato dari Ketua Federal Reserve, Ben Bernanke, di Washington untuk prospek stimulus lanjutan.

Charles Evans, President Chicago Federal Reserve Bank, kemarin mengatakan, Bank Sentral harus menunggu hingga tahun depan, mungkin Maret, sebelum program pembelian obligasi besar-besaran mulai mereda.

Perkiraan hati-hati dari Best Buy dan Campbell Soup Co menjadi alasan investor untuk menjual beberapa saham. Saham Best Buy tergelincir 11 persen menjadi US$38,78, sedangkan saham Campbell Soup turun 6,2 persen menjadi US$39,21.

Indeks Dow Jones sempat naik di atas 16.000, tetapi gagal ditutup pada level itu di akhir perdagangan. Sementara itu, S & P 500 melemah lebih jauh dari level 1.800.

Meskipun mengalami penurunan pada dua hari perdagangan, indeks S & P 500 masih naik sekitar 25 persen untuk tahun ini. Indeks yang menjadi acuan ini masih mencatatkan keuntungan tahunan terbesar sejak 2003.

“Dua hari terakhir pasar sedikit bergelombang. Sinyal atas di sini, tapi pasar sangat tahan terhadap sentimen negatif dan dana terus mengalir ke saham dan aset berisiko dari obligasi dan pendapatan tetap,” ujar Tim Ghriskey, Chief Investment Officer Solaris Asset Management LLC, yang membantu mengelola dana lebih dari US$1,5 miliar.

Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 8,99 poin (0,06 persen) ke level 15.967,03. Indeks Standart & Poor 500 turun 3,66 poin (0,20 persen) ke level 1.787,87. Nasdaq Composite Index melemah 17,51 poin (0,44 persen) ke level 3.931,55.

Best Buy memotong harga pada musim liburan untuk menggagalkan persaingan ketat dengan Wal-Mart, diskon lain, dan saingan online. Ini menjadi langkah peringatan adanya kerugian margin pada kuartal ini.

Campbell Soup, pembuat sup terbesar di dunia, juga menurunkan perkiraan perolehan laba setahun setelah adanya penurunan permintaan untuk sup dan minuman sehingga laba pada kuartal pertama jatuh jauh dari perkiraan analis.

Tetapi, pemulihan di pasar perumahan Amerika Serikat membantu Home Depot memperoleh keuntungan dan penjualan melebihi dari perkiraan pada kuartal ketiga.

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *