Investor China Merespons Hasil Pilpres 2024, Yakin Benefit Investasi ke Depannya


Investor China Merespons Hasil Pilpres 2024, Yakin Benefit Investasi ke Depannya

dilaporkan: Liu Setiawan

Jakarta, 15 Maret 2024/Indonesia Media – Investor asal China melihat dua hal yang sangat berpengaruh terhadap rencana penanaman modal di Indonesia, yakni pencabutan status darurat Covid-19 per Juni 2023 dan hasil pemilihan presiden (Pilpres) 2024 yang berlangsung satu putaran, sambil tetap merespons, mempelajari setiap kebijakan pemerintah sebagai regulator. “Mereka (calon investor) menyambut positif hasil Pemilu/Pilpres 2024, melihat sosok capres Prabowo yang dianggap bisa meneruskan program pembangunan Presiden Jokowi (Presiden RI Joko Widodo). Tapi kami juga harus tahu semua regulasi yang diterbitkan. Kami yakin benefit investasi ke depannya di Indonesia lebih besar dibanding kekurangannya,” kata CEO PT Nusaraya Business Services, Roy Wong kepada Redaksi.

PT Nusaraya gelar Indonesia Manufacturing Practical Forum di Menara Batavia (15/3) dengan antusiasme peserta diskusi saling interaktif dalam pemahaman kondisi perekonomian Indonesia terutama pasca pandemic covid dan Pilpres 2024. Setelah covid berakhir, investor China antusias mencari prospek bisnis dan usaha di Indonesia. Bahkan setelah Pilpres, beberapa calon investor terus mempelajari prospek bisnis manufacturing di Indonesia. sejak November 2023, pemerintah mulai memberlakukan Pengetatan Arus Barang Impor, walaupun sebelumnya Pemerintah memberikan waktu 3 Bulan untuk proses transisi (per 1 November 2023). Revisi Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 25 Tahun 2022 tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor dengan mengubah pengaturan tata niaga impor sangat berdampak pada calon investor. “Pengetatan arus barang Impor sebelum revisi Permendag 25/2022, berdampak pada kuota impor, dan penerapan sertifikasi, standardisasi. Terutama wajib SNI (Standar Nasional Indonesia), BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan). Kami sengaja gelar forum diskusi dengan tema manufacturing, sehingga investor bisa semakin jelas terhadap berbagai regulasi,” kata Roy Wong.

Di sisi lain, investor dan PT Nusaraya menyoroti perlunya berbagai perusahaan developer kawasan industry di Indonesia lebih peka terhadap kebutuhan investor. Selama ini, developer cenderung menjual lahan tanah dibanding property yang ready stock. Investor selama ini mencari property terutama bangunan pabrik yang ready stock, dalam kondisi sudah terbangun dan siap digunakan. “Sementara disini, beberapa perusahaan developer dalam negeri cenderung menawarkan lahan tanah. Mungkin, developer di Indonesia perlu mengubah model bisnisnya dengan membangun property bangunan pabrik yang ready,” kata Roy Wong. (LS/IM)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *