AUGUST 2025 : THAILAND # 2 : KHAO YAI ( TAMAT)


Mom, kita mesti ke KHAO YAI untuk hiking ?  Hiking ???? Kita pergi jauh jauh kesini untuk hiking ?  Berapa jam ?  12 jam.  Waduh, hiking 12 jam ?  Di LA  mommy engga pernah jalan, disini mesti hiking 12 jam ? mana kuat dan juga tidak bawa sepatu sport. Pergi aja sama group, mommy tinggal di hotel.

Jangan kuatir mom. Kita hanya berdua dengan private guide. Tidak dengan group. Jadi kita bisa pelan pelan jalannya.  Dan dia sudah diberitahu, mom sudah 70 tahun.
Maka malam itu juga , kita keluar hotel untuk membeli sepatu sport.  Untungnya kita nginap di hotel area Pratunam yang banyak pertokoan , kaki lima , dan mall besar  . Di seberang hotel  ada konsulat Indonesia.yang mempunyai taman yang luas.
Pagi pagi setelah breakfast, kita sudah dijemput oleh van hotel.  Dari Bangkok ke Khao Yai kira kira 4 jam drive. Hotelnya luas ada kamar dan luxury tenda.  Tentu kita memilih tidur di luxury tenda.  Meskipun lebih mahal, tapi sangat nyaman.  Tendanya luas ,  ada kamar tidur, kamar mandi dan area duduk duduk dengan sofa yang cukup besar.  Ini seperti luxury tenda di Jordania.. Kita bisa duduk di depan tenda sambil menikmati pemandangan kebun yang indah..
 
KHAO YAI BAT CAVE
Setelah lunch,  kita dijemput oleh Som Phon private tour guide  untuk pergi ke gua kelelawar. Dia menjadi ranger  di Khao Yai National Park sudah 20 tahun lamanya.. Lebih kurang satu jam kita sampailah di tujuan.
Dari pintu masuk gua, kita harus jalan sambil membungkuk, karena lorongnya sangat sempit dan rendah sekali  Jauh juga kira kira 40 meter . Kalau tambah tua dengan badan gemuk, lutut dan punggungnya sudah sakit, jangan haraplah bisa sampai ketujuan. Tentu berani masuk, tidak bisa balik badan untuk keluar lagi. Ditambah lorong tersebut gelap, hanya kadang kadang ada celah batu sedikit, sehingga sinar matahari bisa masuk.
Akhirnya kita sampai juga ke  area di tengah gua.  Luas dan tinggi. Diseluruh atap gua bergelantungan ribuan kelelawar yang sedang tidur.   Lantainya bersih tidak ada kotoran mereka , karena dua hari sekali, ada pekerja yang datang untuk membersihkan tempat tersebut. Maka sama sekali tidak bau. Terdapat patung Buddha, dan seringkali para biksu datang bersemadi disitu. Memang saya dapat merasakan sunyi sekali, tidak terdengar  suara kehidupan dari luar.   Kita ambil foto dengan bantuan  lampu senter.    Untuk keluar dari gua, kita ambil jalan memutar dan naik tangga yang sangat curam.   Pantas masuknya tidak dari tangga curam ini, karena bahaya sekali, bisa jatuh terguling.
Dari sini kita naik mobil lagi untuk pergi kegua lain  Kali ini tidak masuk, kita tunggu di tepi jalan . Menunggu jam 6 sore, dimana ribuan kelelawar keluar dari mulut gua..  Mula mula sedikit, lama kelamaan kita melihat pemandangan luar biasa titik titik hitam kelelawar terbang di angkasa.   Jenis disini berbeda dengan jenis yang kita masuk ke gua tadi.. Setelah puas mengambil foto, Som Phon mengantar kita balik ke hotel.
Ditengah perjalanan , berhenti dan dia menunjuk ke lubang besar di tanah.  .  Lubang tersebut digali oleh para gajah untuk makan mineral garamnya yang berada di dalam tanah..  Karena gajah hanya memakan dedaunan, maka mereka perlu mineral dan garam.  Mereka bisa tahu, tanah mana yang ada garamnya.. Hebat sekali.
 
NIGHT  SAFARI.
Safari di malam hari ?  Apa betul ?  Memangnya kita bisa lihat binatangnya?   Saya bandingkan safari di Africa, yang kita pergi di pagi hari.
Kita naik ke mobil terbuka, Som Phon juga ikut bersama.  Ranger nya seorang wanita , berdiri di tengah mobil.  Dia menyorot lampu besarnya ke segala arah.  Tidak terlalu lama, ada segerombolan monyet monyet
Juga kita melihat cukup banyak macam binatang , landak , musang dan segerombolan gajah yang sedang berada di lubang garam.  Wah , memang kita selalu beruntung, karena tidak setiap hari bisa ada gajah yang datang kesitu..  Sebelumnya Stacey sudah bilang , dia ingin sekali melihat segerombolan gajah dilubang garam,   Kalau malam ini tidak melihat, besok dia mau ikut safari night lagi..
Cukup aneh juga, para binatang itu disorot oleh lampu yang begitu terang, mereka tidak lari menjauh. Santai santai saja.
Setelah 2 jam , safari selesai, kita kembali ke hotel
WATERFALLS  AND  JUNGLE TREKKING..
Jam 7 pagi, Som Phon sudah menunggu di depan hotel.  Dia memberikan sepasang kaos kaki kain yang kita harus pakai .  Katanya di jungle banyak lintah , jadi supaya tidak masuk kedalam celana kita..
Dulu kalau melewati hutan , saya seringkali berkata dalam hati, bagaimana suasana di dalam hutan. Seperti apa ya ? Sekarang betul betul kesampaian.  Meskipun ada jalan setapaknya, tetapi cukup sulit. Banyak akar pohon dan ranting pohon yang menghalangi.  Som Phon sangat berpengalaman, dia dapat mendengar dan mempunyai feeling kuat , jika ada binatang di sekitar situ.   Langsung teropongnya dipasang, dan kita dapat melihat monyet ataupun bermacam burung.    Di tanah pun dia menunjuk ada lubang kecil, ini sarang ular ,  lalu dia korek ternyata betul nongol  ular kecil. Maka sebaiknya kalau ke hutan , lebih baik pergi dengan ranger yang sudah berpengalaman.  Mereka bisa menjelaskan segala macam hal., dan menjaga kita dari bahaya.  Baru pertama kali kita melihat gundukan seperti gunung dari semut dan rayap.
Ada beberapa pohon tua yang roboh sendiri.
Kita turun untuk  melihat  air terjun  dan naik 250 steps untuk kembali ke atas.  Stacey dan Som Phon cukup tertegun ternyata si nenek mampu naik tangga tanpa berhenti.  Saya sendiri pun cukup  heran, kok bisa ya . Ditengah hutan ada warung kecil, dan kita diberi lunch.   Menu nya boleh pilih. Saya memilih daging cincang dan ceplok telor , beserta soup nya.   Semua makanan di Thailand enak enak. Setelah lunch , kita meneruskan perjalanan lagi dan kembali ke mobil .  Betul betul  seharian jalan.   Di jungle ini, sepi sekali  , tidak banyak yang ke sini   .Ada  berpapasan dengan beberapa group lain . Semuanya orang bule, hanya kita berdua yang Asia.
Kebanyakkan orang Asia sih mana sudi pergi ke hutan,  semua menumpuk di mall mall.
Betul saja sebelum naik ke mobil kaos kaki kain dilepas, dan ada lintahnya. Sampai di hotel sudah malam
Supaya besok tidak menjadi robot , karena badan sakit sakit , maka sebelum tidur, kita menegak tylenol dulu. Langsung terlelap tidur kecapean
Sama seperti kemarin, jam 7 pagi sudah dijemput Som Phon untuk hiking 4 jam. Tapi kali ini di area yang cukup datar, tidak terlalu sulit..  Kita melihat tapak kaki gerombolan gajah dan beraneka ragam burung.
Mengunjungi  air terjun yang lain lagi.    Disini yang hiking cukup banyak,  baik bule maupun Asia.  Karena medannya gampang dan hanya setengah hari.
Kalau saya ditanya, mana yang lebih bagus.  Tentu hiking di jungle jauh lebih mempesona.  Tapi terus terang tidak semua orang mampu, harus betul betul badannya fit , dan jalannya mesti konsentrasi supaya tidak keseleo karena tersandung akar pohon.
Saya berterima kasih ke Stacey , bisa memberikan pengalaman ini.
Siang ini kita kembali ke Bangkok, dan mampir dulu ke ELEPHANT PARK.
Dulu waktu di Chiang Mai dan India kita sudah menunggang gajah, maka kali ini tidak mau lagi.
Park ini baru dibuka kira kira 2 tahun lalu. Disini memang khusus untuk berfoto memberi makan dan memandikan gajah saja .  Mula mula diberi penerangan dulu,tentang sifat dan tingkah laku gajah.
Bagaimana membedakan gajah Asia dengan Africa.  Dan cara kita memberi makanannya.  Baru setelah itu ke lapangan  dimana beberapa gajah sudah menunggu.   Beriringan jalan menuju kolam    Semua orang ikut masuk kedalam kolam untuk menyikat badan si gajah.  Happy sekali, Pengalaman yang tidak terlupakan.
Besok tibalah saatnya kembali ke Los Angeles.  Good bye Bangkok. Hope one day we can come back again. ( es / IM )
Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *