
“Ya tugasnya BIN untuk mengungkapkannya dengan serius,” kata Sukamta saat dihubungi merdeka.com, Jumat (10/7).
Selain itu, dia menilai masalah yang bersangkutan dengan ISIS perlu ditangani dengan serius dan terukur. Menurut dia, menangani ISIS tidak perlu dilakukan secara reaktif apalagi didramatisir.
“Dramatisasi hanya akan menambah reputasi buat ISIS,” katanya.
Diketahui, otoritas keamanan Australia melansir dua nama pilot dari Indonesia sebagai sosok yang berbahaya untuk keamanan kawasan. Bocoran data intelijen ini disampaikan situs resmi majalah the Intercept, Kamis (9/7).
Kedua pilot itu bernama Ridwan Agustin, dulu bergabung dengan AirAsia, serta Tommy Abu Alfatih bekerja di Premiair. Nama mereka diedarkan ke dinas intelijen Turki, Inggris, Amerika Serikat, serta Europol agar diawasi lebih lanjut.
Dokumen intelijen bertajuk ‘Identifikasi pilot Indonesia dengan ketertarikan pada ekstremisme’ itu tertanggal 18 Maret 2015. Keduanya disebut-sebut bersimpati pada gerakan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).( Mdk / IM )














