NOVEMBER 2025 # 2 : KINDERDIJK WINDMILLS, NETHERLANDS.

Pagi ini kita sudah siap dengan sweater tebal, karena akan mengunjungi countryside yang tentunya berangin kencang, jadi akan terasa lebih dingin.
Setelah breakfast, kita dijemput oleh tour guide ,untuk berangkat ke arah selatan Holland. Dari Amsterdam ke Kinderdijk cukup jauh juga. Dengan bus sekitar hampir 3 jam.

KINDERDIJK WINDMILLS, adalah sekelompok 19 kincir angin di polder Alblasserwaard ,provinsi selatan Holland. Sebagian kincir angin itu berada di desa Kinderdijk ,kotamadya Molenlanden.
Dan hanya satu kincir angin “De Blokker ” yang terletak di kotamadya Alblasserdam. Dibangun pada tahun 1738 dan 1740, untuk mencegah air masuk ke polder. Polder adalah tanah reklamasi yang letaknya dibawah permukaan air .. Merupakan area kincir angin yang terbesar dan tertua. Sekarang menjadi pusat turis.
Sejak 1993, menjadi monumen nasional dan kawasan desa yang dilindungi Tahun 1997 dinobatkan sebagai Unesco Heritage Site sebagai Mill Network di Kinderdijk- Elshout.
Desa ini terletak di pertemuan sungai Lek dan Noord. Pada abad ke 13, air menjadi problem . Maka dibangunlah kanal kanal besar ,yang diberi nama “weteringen “, digali untuk membuang kelebihan air . Meskipun tanah mulai mengering , tapi permukaan air sungai tetap lebih tinggi , karena adanya endapan pasir yang bertambah.
Baru setelah beberapa abad, dibutuhkan cara tambahan lain supaya polder tetap kering.. Maka diputuskan untuk membangun rangkaian kincir angin dengan kemampuan terbatas, hanya untuk memompa air sungai ke penampungan saja. Sejak 1920 tidak digunakan lagi, sekarang digunakan pompa listrik dan diesel
Turun dari bus, kita harus berjalan cukup jauh juga untuk sampai ke kelompok kincir angin tersebut. Jauh jauh kita semua sudah berpose, meskipun kincir anginnya masih terlihat kecil. Sampai si tour guide bilang, nanti disana kalau lebih dekat, terlihat lebih bagus. .
Ada beberapa area yang kita kunjungi, mula mula ketempat bagaimana caranya mereka membuat kincir angin yang tentunya sesuai pada jamannya. Juga diterangkan bagaimana cara kerja kincir angin tersebut.
Tentu kita masuk kedalam. dan melihat seperti apa mesin tersebut. Juga melihat kamar tidur si penjaganya.
Yang uniknya , jika si penjaga tidak berada disitu, dia harus mematikan kincir tersebut dengan memberikan tanda sebabnya apa. Misal posisi si kincir seperti salib, berarti ada sanak keluarganya yang meninggal.
Jika posisis kincir miring kekanan atau kekiri ada arti yang lain. Saya lupa tidak dicatat, karena panik mau di foto dulu. Penduduk desa dengan melihat posisi kincir, mereka sudah tahu penyebab si penjaga tidak ditempat.
Juga ada tempat yang menunjukkan bagaimana mereka membuat sepatu kayu, yang sampai sekarang menjadi barang souvenir khas Belanda. Rupanya mereka memakai sepatu kayu, karena tanah reklamasi itu selalu basah. Sayang kalau sepatu kulitnya basah dan rusak. Jaman dulu belum ditemukan sepatu plastik.

Tentu disetiap tempat turis, ada toko souvenirnya yang sesuai. Misal menjual kaos , coklat dan biskuit dalam kaleng gambar kincir angin .
Seharian kita disini, senja hari kita diantar kembali ke hotel. Siap untuk beristirahat, karena besok ke Cologne, Germany. Good Night ( es / IM )
FOTO FOTO DAPAT DILIHAT DI FB WWW.INDONESIAMEDIA.COM














