KADIN Indonesia, CCPIT Hubei Bangun Kerjasama Perdagangan, Investasi


KADIN Indonesia, CCPIT Hubei Bangun Kerjasama Perdagangan, Investasi

dilaporkan: Liu Setiawan

 

Jakarta, 9 Juli 2026/Indonesia Media – China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) Hubei Sub-council merespons tawaran prospek kerjasama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bidang pertanian, khususnya perdagangan, diversifikasi produk pertanian dan perikanan. selain, pihak CCPIT dan KADIN claim memiliki berbagai fasilitas penunjang khususnya laboratorium untuk pengujian mutu dan keamanan pangan. “Prospek kerjasama perikanan, pertanian, kami punya fasilitas pengiriman kargo melalui terminal bandara di Hubei. Dari tahun ke tahun, sekarang banyak produk pertanian dikirim dari Afrika Selatan melalui terminal kargo ini, serta didistribusikan ke seluruh negara di China,” deputi Presiden CCPIT Hubei, Shi Minghui mengatakan kepada Redaksi.

 

Pada pertemuan dan penandatangan MoU (memorandum of understanding) KADIN dan CCPIT, pihak KADIN menawarkan fasilitas jasa perizinan investasi dan lain sebagainya. Selain prospek kerjasama bidang terkait, seperti logistic, trading house juga masih sangat terbuka, mengingat KADIN juga mengelola berbagai sumber daya yang ada. “Bahkan fasilitas warehousing juga memungkinkan. Registrasi produk yang masuk ke Indonesia dan China sangat butuh fasilitas, tenaga professional dan lain sebagainya. Kami bisa memposisikan untuk memenuhi berbagai kebutuhannya,” kata Devi Erna dari KADIN Indonesia.

 

Pertemuan KADIN dan CCPIT Hubei berlangsung sekitar satu jam di gedung Menara KADIN, Kuningan Jakarta Selatan berlangsung dengan suasana hangat serta penuh keakraban, sekaligus menjadi momentum untuk membangun hubungan persahabatan. Selain, ada beberapa perwakilan dari Indonesia Eurasia International Council (IEIC) yakni Ruslan Israpil dan Arif Budiman. Sementara dari pihak CCPIT Hubei, sebagian besar adalah pengusaha berlatar belakang industry bahan bangunan serta jasa pekerjaan konstruksi. Kunjungan ke KADIN juga bertepatan dengan keikutsertaan beberapa pengusaha di bawah CCPIT Hubei, pada Indo Build Tech 2026 di ICE BSD, Tangerang Selatan Banten (7 – 10 Juli)

 

Prospek ekspor produk seafood dan buah-buahan asal Indonesia masih sangat terbuka. Sementara, fasilitas terminal kargo belum tersebar merata di berbagai provinsi di China. Sehingga CCPIT meyakini kalau volume ekspor impor produk perikanan, pertanian semakin meningkat, kebutuhan fasilitas terminal kargo otomatis meningkat juga. “Kegiatan logistic kami, mulai dari lahan pertanian sampai meja makan (konsumen) dengan layanan 24 jam non stop dan terminal cargonya. Kami impor 4000 ton durian dari Malaysia dan Bangkok. Mungkin kedepannya, kami berharap impor durian dan kopi dari Indonesia. selama ini, kopi dari Kenya (Afrika) yang lebih banyak masuk ke pasar China. Dan tentunya dikirim melalui fasilitas terminal cargo kami,” kata Shi Minghui. (LS/IM)

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *