
”Tadi saya sudah lima kali mengitari bukit tersebut dan melihat pesawat masih utuh,” kata Zulkifli. Ia mengatakan posisi pesawat kira-kira sekitar 30 km dari aliran sungai.
Melihat kondisi pesawat, kemungkinan korban selamat masih besar. Namun, pihaknya tidak dapat melakukan pemotretan kondisi pesawat karena medan yang sulit.
”Sulit sekali medannya karena diapit oleh bukit, jadi saat ini kami mengharap evakuasi dari jalur darat,” sebutnya. Saat ini tim SAR dan TNI sedang berkoordinasi untuk menuju lokasi jatuhnya pesawat dan segara mengevakuasi korban.
Pesawat Casa 212 yang membawa 14 penumpang dan 4 awak tersebut berangkat dari Bandara Polonia, Medan, pukul 07.00 dan dijadwalkan tiba di Kutacane pukul 08.00, tetapi tak lama kemudian pesawat dinyatakan hilang kontak dan tak diketahui kabarnya.














