Hujan meteor Persid selalu dinanti-nantikan kemunculannya oleh para komunitas astronomi. Sebab, keindahan meteor Persid ini memang menakjubkan.
NASA mengidentifikasi meteor itu berdiameter 2,5 sentimeter dan bergerak dengan kecepatan fenomenal: 215 ribu kilometer per jam. Dengan kecepatan mengagumkan itu, meteor memunculkan ekor api sepanjang 104,6 kilometer, sebelum habis terbakar di ketinggian 90 kilometer. “Cahayanya enam kali lebih terang dari Venus,” kata Juru Bicara NASA Janet Anderson seperti dikutip Space.com.
Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, berhasil mengabadikan gambar bola api (fireball) yang muncul saat Hujan Meteor Perseid di Paint Rock, Alabama.
Hujan Meteor Perseid muncul saban pertengahan Agustus, saat Bumi mendekati orbit Komet Swift-Tuttle. Komet ini pertama diamati pada 1862 dan butuh 130 tahun untuk sekali mengitari matahari.
Material dari ekor komet menerabas lapisan atmosfer dengan kecepatan 60 kilometer per detik. Ingat, satuannya dalam detik, bukan jam. Sehingga menciptakan banyak bintang jatuh.

Adapaun jarak lintasannya saat dekat dengan bumi diperkirakan sekitar 200 ribu kilometer. “Kemungkinan baru pada tahun 2100-an dekat dengan bumi, itu juga masih spekulasi,” katanya.















