PHNOM PENH –Â “Gadis rimba” Kamboja, yang selama 18 tahun hidup di hutan lebat, telah melarikan diri dan kembali ke alam liar setelah berjuang untuk beradaptasi dengan masyarakat. Rochom P’ngieng (29) pertama menghilang di hutan lebat bergunung di Kamboja tahun 1989 
Ayahnya, Sal Lou, seorang polisi, mengatakan, gadis itu telah membuat kemajuan baru-baru ini, tetapi menghilang lagi Selasa malam pekan lalu. “Ia melepaskan pakaiannya dan melarikan diri dari rumah tanpa mengucapkan sepatah kata kepada anggota keluarga kami,” kata Lou sebagaimana dikutip Telegraph, Jumat (28/5/2010). “Bahkan sehari sebelum ia melarikan diri dari rumah, ia masih membantu keluarga memetik sayuran. Dia pasti telah kembali ke hutan dan kami masih belum dapat menemukannya.” Kemunculan gadis itu dramatis dan proses reintegrasinya menghebohkan Kamboja. Di sana ia dikenal juga sebagai “gadis setengah binatang” karena penampilannya yang bungkuk dan fakta bahwa dia membuat suara-suara binatang dan bukannya berbicara.
Lou menyalahkan panggilan “roh hutan” atas kaburnya putrinya untuk kedua kalinya. Dalam 
Rochom pertama menghilang tahun 1989 saat menggembala kerbau bersama adiknya di Provinsi Ratanakkiri, 400 mil di timur laut Phnom Penh. Adiknya tidak pernah ditemukan, tetapi Rochom muncul dari hutan dalam kondisi kotor, telanjang, takut, dan “tampak seperti monyet” pada Februari 2007. Dia tertangkap mencuri makanan dari kotak makan siang seorang petani setelah sebuah pengintaian. Warga juga melaporkan penampakannya dengan seorang pria telanjang yang membawa pedang, yang mereka percaya sebagai roh hutan.
Orangtuanya, yang sudah lama putus asa bisa melihat kembali putri mereka, mengidentifikasi gadis itu dari bekas luka di lengannya dan menerima dia kembali ke dalam keluarga. Namun, Lou menolak sebuah tes DNA. Sebuah organisasi non-Pemerintah Kamboja yakin bahwa tidak mungkin seorang gadis delapan tahun bisa bertahan hidup di hutan. Menurut organisasi itu, gadis tersebut sesungguhnya dibesarkan di penangkaran.
Para tetangga dan pemerintah daerah kini membantu keluarga itu dalam pencarian, tetapi hutan rimba Ratanakkiri merupakan sebuah kawasan paling lebat dan terpencil di Kamboja. Pada November 2004, 34 orang dari sebuah suku pro-Khmer Merah muncul dari hutan itu, tempat mereka bersembunyi sejak jatuhnya rezim Khmer Merah tahun 1979.(kompas/IM)














