OCTOBER 2025 # 5 : KAZAKHSTAN : ASTANA.

Sebelum meninggalkan Astana , masih ada beberapa tempat lagi yang patut dikunjungi
Salah satunya adalah KHAN SHATYR ENTERTAINMENT CENTER.
Merupakan pusat hiburan yang berbentuk tenda raksasa transparan. Dibangun dengan gaya neo futurist.. Projek ini diresmikan oleh presiden pertama Kazakhstan , Nursultan Nazarbayev pada tanggal 9 December 2006.
Tenda setinggi 90 meter mempunyai dasar elips berukuran 200 x 195 meter yang mencakup 140,000 square meter.

Dapat dibayangkan dasar tenda tersebut , lebih besar dari 10 lapangan sepak bola. Didalam tenda ini selain banyak toko toko, , ada mini golf, taman , sungai dengan perahu perahunya dan yang paling menakjubkan adalah di lantai teratas terdapat indoor beach. Hebat luar biasa.
Atap tenda terbuat dari bantalan ETFE yang disediakan oleh Vector – Foiltec digantung pada jaringan kabel yang direntangkan dari pusat menara.
Bahan tenda yang transparan memungkinkan sinar matahari dapat masuk., tentu ditambah dengan heater dan air conditioner, sehingga temperatur selalu nyaman diantara 15 – 30 ‘ celcius.
LUNCH IN EAGLE HUNTER’S HOUSE..
Pagi ini ada tempat yang sangat berkesan dan ditunggu, yaitu kita akan mengunjungi desa Sofievka untuk dijamu lunch di rumah keluarga Eagle’s Hunter.
Karena Lunchnya jam 12..30 PM, maka dipagi hari ini kita mampir dulu ke local market untuk membeli souvenir. Harga harga disini jauh lebih murah daripada di supermarket..
Perjalanan ke desa Sofievka tidaklah terlalu jauh, kira kira 1 jam. Waktu kita tiba di rumahnya , disambut oleh alunan kecapi yang dimainkan oleh 2 orang putrinya.
Dan istrinya sedang menggoreng kueh. Di indonesia kita sebut kue bantal. Wah enak sekali karena empuk , manis dan masih hangat.
Saya sampai makan beberapa potong..
Semua anggota keluarga tersebut berpakaian tradisional.
Acara berikutnya berfoto dengan eagle. Ini moment yang ditunggu. Seumur hidup saya tidak pernah terpikir untuk bisa berfoto dengan burung elang di tangan.
Tentu kita semua satu persatu giliran berpose. Tapi tidak berani bergaya yang macam macam, takut dipatuk oleh elang tersebut.

Setelah puas berfoto, lalu kita mendapat pelajaran untuk memanah. Tentu setiap orang mencoba untuk beraction. Rupanya tidak gampang, karena harus menahan anak panah itu dengan 2 jari, sambil menarik busurnya. Dan mata mengintai sasaran.

Tidak seorangpun dari regu kita, yang dapat mengenai target. Malahan ada yang busurnya jatuh dibawah kaki sendiri. Wah kita semua tertawa tawa lucu. Gembira sekali. Mungkin yang agak lulus adalah Pak Leo dan Pak John. Meskipun tidak tepat target, setidaknya panah meluncur lurus kedepan.
Kita memasuki rumahnya yang cukup mewah. Meja bundar di tengah ruangan sudah penuh dengan nampan besar berisi nasi goreng kambing. Selain itu juga ada camilan yang lain.
Semua duduk di karpet, dan menikmati hidangan yang sangat lezat ini..
Setelah kenyang, tuan rumah menjamu dengan nyanyian lagu tradisionalnya. Dan kita beramah tamah

. Dia menceritakan bagaimana cara berburu dengan bantuan elang. Rupanya dia pernah memenangkan perlombaan berburu tersebut. Dan dibuatkan film nya oleh national geography. Kita pun mendapat kesempatan untuk menonton cuplikan video tersebut..
Sebelum pulang, dia mengajak ke belakang halaman rumahnya. Ternyata disitu ada beberapa kandang elang. Dan setiap orang, mendapat souvenir bulu burung elang.
Pengalaman ini sangat berkesan sekali dan tidak akan terlupakan.
Tibalah saatnya kita berpamit, karena sudah harus ke airport untuk terbang kembali ke Tashkent, Uzbekistan.
Kita berpisah dengan Mr. Damysbek dan mengucapkan terimakasih,. ( es / IM )
FOTO FOTO DAPAT DILIHAT DI FB WWW.INDONESIAMEDIA.COM














