
Merujuk kenyataan tersebut, tak dapat disangkal betapa pernikahan ini telah menjadi ladang tersendiri untuk para pebisnis. Menurut Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Yogyakarta, Nur Achmad Affandi, perputaran uang selama tiga hari pelaksanaan Royal Wedding mencapai Rp 100 miliar.
Sektor-sektor hospitallity yang menjadi menopang pelaksanaan Royal Wedding seperti bisnis perhotelan, restoran & cafe, jasa transportasi, katering, serta agen perjalanan wisata sangat diuntungkan dalam agenda budata ini.
“Yang paling kentara adalah hotel yang menampung ribuan tamu yang secara langsung baik itu undangan maupun wisatawan yang sengaja ingin melihat kemeriahan pernikahan agung karena peristiwa budaya itu telah diketahui umum jauh-jauh hari,” kata Nur Achmad, Kamis (20/10).
Dari sumber yang diperoleh Kadin, jumlah kedatangan wisatawan, juga dapat diketahui dari penerbangan ke Yogyakarta, 
“Kami perkirakan ini terkait langsung, bahkan diketahui banyak MICE yang sengaja mengambil tanggal 17-19 Oktober ke Yogyakarta, agar sekaligus dapat melihat pernikahan putri Raja,” ungkap Nur Achmad.
















