Serangan Udara di Yaman Menewaskan Sembilan Anak-anak


Serangan dari udara di wilayah Yaman Utara menewaskan paling sedikit sembilan anak-anak. Ini serangan udara ketiga dalam bulan ini yang menimbulkan korban pada anak-anak.

Data kematian ini disampaikan oleh pejabat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang mengurusi kemanusiaan di Yaman, Lise Grande, Jumat kemarin.

Menurut Lise, serangan udara itu menimpa rombongan perempuan dan anak-anak di sebuah jalan raya pada Kamis, 6 Agustus 2020.

“Serangan macam itu sangat mengejutkan dan sama sekali tidak bisa diterima,” kata Lise dalam pernyataan yang dikutip aljazeera.com, Sabtu, 8 Agustus 2020.

Kelompok pemberontak Houthi menyebut bahwa hari itu militer pemerintah yang didukung Arab Saudi melakukan enam kali serangan udara di Provinsi Jawf.

Sebagian besar wilayah provinsi tersebut dikuasai oleh kelompok Houthi.

Menurut Houti, serangan itu menewaskan lebih dari 20 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Mengingat lokasi serangan sulit diakses oleh wartawan, maka klaim tersebut tidak bisa dikonfirmasi di lapangan.

Juru bicara Pemerintahan koalisi Yaman Turki al-Maliki mengatakan kepada koran Saudi, Asharq al-Awsat, bahwa pihaknya sedang menyelidiki tuduhan serangan yang menimbulkan korban sipil tersebut.

Yaman yang berbatasan langsung dengan Arab Saudi dilanda konflik sejak akhir 2014.

tribunnews
Para pendukung gerakan pemberontak Zaidi Shia Houthi menguasai ibu kota Sanaa. (bbc.co.uk)

 

Kala itu kelompok etnis Houti yang didukung Iran melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan President Abd-Rabbu Mansour yang diakui PBB.

Gerakan bersenjata Houti tak terbendung sehingga mereka menguasai daerah utara, termasuk Ibu Kota Sanaa. Pemerintahan akhirnya berada di pengasingan di Arab Saudi.

Tahun berikutnya, Arab Saudi dan beberapa negara Teluk, membentuk koalisi untuk memerangi Houti, demi membendung pengaruh Iran yang makin kuat di Yaman.

Sejak itulah ekskalasi konflik di Yaman makin meningkat, yang oleh PBB disebut sebagai bencana kemanusiaan terburuk di dunia.

Sebab, konflik itu sudah menewaskan lebih dari 100.000 orang, yang mayoritas adalah warga sipil.

Selain itu, ada lebih dari tiga juta orang yang terpaksa menjadi pengungsi di dalam negeri Yaman.

Sebanyak dua pertiga dari pengungsi itu harus dibantu kebutuhan pangannya.( WK / IM )

 

Digg This
Reddit This
Stumble Now!
Buzz This
Vote on DZone
Share on Facebook
Bookmark this on Delicious
Kick It on DotNetKicks.com
Shout it
Share on LinkedIn
Bookmark this on Technorati
Post on Twitter
Google Buzz (aka. Google Reader)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *