AURORA adalah tampilan cahaya alami di langit bumi.terutama di area lintang tinggi di sekitar arctic , dikenal sebagai Aurora Borealis dan antartika, sebagai Aurora Australis.
Menampilkan cahaya radiasi dinamis dalam bentuk tirai, spiral atau kelap kelip yang menutupi seluruh langit.
Dihasilkan karena adanya gangguan magnet bumi, yang disebabkan oleh adanya peningkatan kecepatan angin matahari dari lubang coronal dan lontaran massa koronal.
Gangguan ini merubah lintasan partikel bermuatan dalam plasma magnetosfer.
Partikel partikel ini terutama elektron dan proton yang mengendap ke lapisan atas atmosfer ( thermosphere / .exosphere.)..
Ionisasi dan eksitasi atmospher yang dihasilkan pada komponen komponen tersebut, memancarkan cahaya dengan warna dan kompleksitas yang berbeda beda.
Bentuk aurora yang berbeda ini, tergantung pada besarnya percepatan partikel yang mengendap tersebut.

Aurora Borealis pertama kali dinyatakan pada deskripsi oleh Pierre Gassendi di tahun 1649., membahas tentang aurora yang terlihat di langit Perancis pada tahun 1621.
Gassendi sudah banyak membaca tulisan dari Galileo Galilei yang menulis tentang aurora di tahun 1619.
Kata Aurora diambil dari nama dewi fajar Romawi, Aurora., yang bersinar dari arah timur ke barat mengumumkan datangnya matahari.
Sedangkan kata borealis dan australis berasal dari nama dewa angin utara , Boreas, dan dewa angin selatan Auster / Australis di dalam mitologi Yunani romawi.
Kisah suka duka Indonesia Media Travel mengadakan ” Hunting aurora ” di Desember 2025, akan diceritakan nanti. Tunggu giliran nya, ( es / IM )















