CIREBON, .- Sejumlah mahasiswa dari beberapa fakultas dan dosen tiba-tiba berehamburan keluar dari ruangan belajar dan lari ke halaman kampus. Mereka berteriak ada BOM, ada BOM, ada BOM, membuat yang lain nya ikut berhamburan pula keluar. “Saya lagi belajar di ruangan, tiba-tiba ada suara awas ada bom, ada bom, langsung yang lain termasuk dosen yang tengah mengajar pun lari berhamburan keluar,” ujar Yanti mahasiswa setempat, Sabtu (17/12).
Demikian juga dinyatakana Hendro, mahasiswa Unswagati lainnya. Ia begitu kaget setelah melihat yang lain berhanburan keluar dan berteriak ada bom, keruan Hendro yang saat itu tengah duduk duduk di depan kampusnya bersama teman yang lain pun ikut lari berhamburan menjauh dari kampus. “Saya kaget banget, tiba-tiba yang lain pada lari dan bilang ada bom, ya saya bersama yang lain pun ikut lari keluar,” jelasnya.
Tak ingin ancaman bom itu benar-benar terjadi dan meledakan kampus Unswagati, pihak kampus pun segera melaporkan ke pihak Kepolisian. Dan tak berselang lama, pihak Kepolisian dibantu pihak Gegana langsung menyisir semua ruangan dan sudut-sudut kampus. Pintu masuk dan keluar Kampus Unswagati pun kemudian dipasang Police Line.
“Hari ini tampaknya kampus diliburkan, karena kami belum boleh masuk, yang didalam kampus saja pada disuruh keluar. Kampus sementara benar-benar harus dikosongkan, mungkin agar pasukan Gegana bisa lebih cepat bekerja dan membuahkan sesuatu kebenaran, tentang apakah bom itu ada atau hanya sekadar ancaman saja,” ujar Agung, mahasiswa setempat