NextCard Visa



CDnow


 

Mahatma Gandhi Tokoh Panutan

Sebagai seorang Kristen, penulis saat ini mengajak pembaca membuka diri, memperluas wawasan pandang kehidupan.Dan baru saat inilah penulis memaklumi kebesaran jiwa seorang theolog GKI  Eka Darmaputra yang pernah mengingatkan orang beragama untuk tidak begitu arogan, menuntut golongannya sebagai satu satunya tonggak kebenaran! Sehingga teringatlah penulis, saat selesai berkotbah seorang rekannya menegur agar memakai contoh HANYA DARI SUMBER KEKRISTENAN SAJA. Tentu saja penulis menolak mentah mentah.

Tidak mau disetir untuk menjadi katak besar dalam tempurungnya. Dan kebetulan tidak berapa lama seorang doktor theologi mendorong mahasiswa tingkat doktoralnya untuk belajar memahami karakter kepemimpinan dari beberapa film pilihan, termasuk Patton dan Bryan the Arabian yang jauh dari perpustakaan Kristen. Sebagai contoh kebesaran seorang pemikir Kristen yang rendah hati, rela belajar dari sumber lain.Bahkan berani melihat perbedaan keyakinan atau pandangan theologis sekalipun. Persis seperti akhirnya dikemukakan oleh Doktor Yakub Susabda dalam penghantar bukunya:" Setelah berpuluh tahun mendoseni sekolah Alkitab, barulah mata beliau tercelikan untuk belajar menghargai perbedaan pandangan dari orang lain, sebagai tanda kedewasaan imannya sendiri.

Dan dari sikap terbuka seperti diatas tersebutlah penulis ingin membawa pembaca merenung dari seorang tokoh panutan yang dapat dijadikan cermin semua pihak bagaimana menjadi orang beragama yang hidup di antara sesama yang beragam. Sang Gandhi yang Hindu itu muncul sebagai pemimpin luar biasa sederhananya. patut menjadi cermin para tokoh negara agama. Apakah pada saat punya kuasa, tidak menyelewengkan kesempatan untuk menumpuk harta, kuasa bagi diri? tergambar dari pakaiannya, sosok Gandhi menegur para pemimpin palsu yang selalu membela diri dengan dalih anugrah ilahi atau saat  mereka hidup dalam kemewahan dan keborosan demi nama ketuhanan sekalipun. Gandhilah yang menuntut kesadaran penjajah yang Kristen untuk rela memerdekakan negara bangsanya.Dan Gandhilah pemimpin masa transisi yang dikecewakan bangsanya yang baru saja diberikan kemerdekaan. Gambaran yang mirip dengan Indonesia? Baru lepas Orba masuk peralihan reformasi amburadul? Berkelahi saling bunuh memperjuangkan hak kemerdekaan.demi agama kesombongannya! Hindu dan Islam saling berbunuhan. Itupun yang membuat Sang Gandhi berpuasa hampir mati!

Puasa tidak makannya, melewati acara puasa ritual agamawi yang semu.bukan pula pameran, apalagi demi kepentingan diri atau golongan.sampai tercantum dalam reklame acara ibadah? Ia puasa rela mati, demi perdamaian bangsanya yang beragama tapi bandel bahkan kejam! tega membunuh sesama sebangsa!

Memang oleh Michael H.Hart.Mahatma Gandhi tidak dimasukkan dalam 100 ranking orang yang paling berpengaruh dalam histori.Tetapipaling tidak bagi penulis Film Mahatma Gandhi yang diperankan Ben Kingsley, memberikan makna rohani yang sangat dalam. Penyangkalan diri untuk tidak tergoda oleh permainan kuasa,harta serta tahta. Agama itu bukanlah untuk dibanggakan, apalagi dipaksakan, melainkan untuk ditampilkan dalam hidup sendiri. Untuk menggarami sekitarnya, bukan melukai sesamanya. Dengan kuatnya dalam film itu digambarkan Gandhi diikuti ribuan pengikutnya mendekati pantai. Menggenggam garam pantai. sambil berkata Manusia tidak hanya memerlukan air saja, melainkan mereka perlu garam. Dan garam itu bersumber dari Lautan India!

Tampaknya tidak keliru jika Michael H. Hart melaporkan bahwa Sang Gandhi itu dalam karakternya yang sanggup mengatasi kepalsuan orang beragama dan melawan tirani yang beragama Kristiani sekalipun dengan NON VIOLENCE PROTEST nya. adalah seorang pribadi yang dipengaruhi salah satunya oleh seorang sederhana dari kampung Galilea yang bernama Yesus.Yang juga selalu lulus dari tipuan bujukan duniawi...sampai sampai mau dijadikan rajapun malah kabur, apalagi berebut kesempatan? Sambil dengan tegar menegaskan kepada mereka yang mau jadi murid pengikutNya....SRIGALA ADA LUBANGNYA...BURUNG ADA SARANGNYA...TAPI ANAK MANUSIA TIDAK PUNYA TEMPAT UNTUK MEMBARINGKAN KEPALANYA.....Jadi siapa sebenarnya murid orang kampung Galilea itu?

Jangan jangan orang Hindu yang bernama Mahatma Gandhi itu?

Pdt. Stefanus Surjadjaja/ Indonesia Media

 
         
       
FastCounter by bCentral