Klik disini untuk membaca Laporan tentang KRI Dewaruci.

Pantun Kiriman Bung Willy

Terang bulan, terang dikali
Buaya timbul disangka banci
Orde baru nampaknya tak ada lagi
Ternyata sisanya dipimpin habibie

Kalau ada umurku panjang
boleh aku menipu lagi
Orde baru akalnya panjang
bisa mencuri tak bisa diadili

Berakit-rakit kehulu
berenangnya kapan-kapan
Rakyat sakit diera orde baru
di jaman sekarang menjadi bulan-bulanan

Habis manis sepah dibuang
Kalau ditelan sakit perutnya
Golkar dulu sewenang-wenang
Ada pun kini berlagak tanpa dosa

dari mana datangnya cinta
dari dompet turun ke hati
dari mana datangnya derita
dari mantan pencuri dan penindas yang ikut reformasi

ada gula ada semut di jaman keemasan
tak ada kok banyak semut
itulah jaman edan

Bila rakyat datang menuntut
diminta kesabaran
Bukti korupsi yang ada tidak diusut
dibilang keadilan

Berburu ke pasar-pasar
berburu canda ketemu banci
Menangkap maling teramat sukar
di negara laktokrasi

Lelaki gila wanita disebut sang Arjuna
Wanita diperkosa dibilang si genit malang
Mencuri seekor ayam digebuki tetangganya
Merampok sejuta ayam dilindungi undang-undang

Cintaku murni Adinda sayang
dusta ku ringan dan kadang kalah
Hukum positif dirancang curang
untuk membela kejahatan Sang Penguasa

Seni itu seni
Pornografi itu air seni
Menentang pornografi juga menentang penindasan
Menentang penindasan harus juga menentang korupsi
Keras pada pornografi dan lunak pada penindasan dan korupsi
itu artinya Impotensi

tua tua keladi
makin tua rusak pantunnya
disini pantun saya sudahi
tapi korupsi terus berjalan.

W. S. Rendra/Indonesia Media

 

 
Kembali ke halaman depan