locallogo.jpg (5185 bytes)

Gus Dur Turunan Tionghoa


Klik gambar untuk melihat versi besar.

FREE WALLPAPER!!
Click the resolution you need:
640x480
800x600
1024x768
(Note: To set as a wallpaper just right click the enlarged image then select set wallpaper.
If you want to save the wallpaper select save picture as after the right click)

BERITA TANAH AIR
- Para Jenderal akan dipanggil paksa
- Komisi PBB Temukan
Bukti Keterlibatan TNI

-Kopassus Mengkoordinir Milisi
- Bukan Hulubalang Rezim
- Muhammadiyah Desak Pemerintah Akui Konghucuisme
- PBNU Sesalkan Penyerbuan Wisma Doulos
- Jenderal Wiranto Bakal Segera Pensiun?

LOCAL NEWS
- Dialog Interaktif NIA & Kesaksian Jonas Souisa
- Tatap Muka Dengan Christianto Wibisono
- Malam Natal Masyarakat Indonesia L.A. '99
- Peranan Tionghoa Dalam Penghentian Pembantaian di Makasar
- Sejenak Bersama Pdt. Eka Darmaputera Ph.D.
- 80-20
- Himbauan Kepada Indonesian Community

MANCA NEGARA
- Anak Gus Dur Belajar Bahasa Mandarin
- Tiongkok Sepenuhnya Dukung Keutuhan Wilayah RI
- RI Terima Budaya Tiongkok
- Gus Dur Turunan Tionghoa?

POLITIK
-
Habibie Gagal, Daerah- daerah tuntut merdeka (Bag.2)

OPINI
- Membangun Politik Luar Negeri Yang Bebas dan Mandiri

BUDAYA & TRADISI
- Perahu Pinisi (Bag.2)

IMMIGRASI
- Keterangan Mengenai Visa NonImigran

ENGLISH
- Tragedy Befalls Ternate, Indonesia

JENAK JENAKA
- Bukan Basa Basi +  Jambret

JAKARTA (Waspada): KH. Said Agil Siradj mengatakan, kalau dirunut dari nenek moyangnya, Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) masih punya garis keturunan Tionghoa.

Karena itu, KH. Said Agil mengartikan kunjungan Gus Dur ke Tiongkok dari 1 s/d 4 Desember merupakan kunjungan istimewa, dia mendatangi tanah leluhurnya.

Seperti diberitakan sebuah harian di tanah air Rabu (1/12), Said Agil mengungkapkan, seorang menantu Raja Campa di Tiongkok berasal dari Kerajaan Majapahit. Hasil perkawinan itu menurunkan seorang anak laki-laki bernama Tan Kim Ham dengan nama lain Abdul Qadir yang menjadi generasi yang menurunkan Sunan Ampel.

Keturunan Sunan Ampel di antaranya KH. Hasyim Asari, kakek Gus Dur (Pendiri NU).

"Jadi, dari urutan ini jelaslah, pada diri Gus Dur terdapat garis keturunan Tionghoa, "ujar Said Agil.

Kata Said Agil, cerita ini sudah seringkali diucapkan Gus Dur dalam beberapa kesempatan. "Coba saja perhatikan, bukankah mata Gus Dur ada sipit-sipitnya," tandas Said Agil.

Said Agil mengakui, selain Gus Dur banyak ulama besar lain juga keturunan Tionghoa. Misalnya, Raden Fatah (Demak), nama aslinya Lin Bun. Ulama besar di Tasikmalaya bernama Tan Eng Hwat dan isteri Sunan Gunung Jati bernama Ong Tin.

Memang, ada catatan sejarah yang menyebut bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Campa Tiongkok dan dari India. Mantan Presiden Soeharto pun sering dibisik-bisikkan orang, turunan Tionghoa, dikuatkan oleh matanya yang sipit. (RM/IM)

Kembali ke halaman depan
Kembali ke halaman terbitan lalu