locallogo.jpg (5185 bytes)

Anak Gus Dur Belajar Bahasa Mandarin


Klik gambar untuk melihat versi besar.

FREE WALLPAPER!!
Click the resolution you need:
640x480
800x600
1024x768
(Note: To set as a wallpaper just right click the enlarged image then select set wallpaper.
If you want to save the wallpaper select save picture as after the right click)

BERITA TANAH AIR
- Para Jenderal akan dipanggil paksa
- Komisi PBB Temukan
Bukti Keterlibatan TNI

-Kopassus Mengkoordinir Milisi
- Bukan Hulubalang Rezim
- Muhammadiyah Desak Pemerintah Akui Konghucuisme
- PBNU Sesalkan Penyerbuan Wisma Doulos
- Jenderal Wiranto Bakal Segera Pensiun?

LOCAL NEWS
- Dialog Interaktif NIA & Kesaksian Jonas Souisa
- Tatap Muka Dengan Christianto Wibisono
- Malam Natal Masyarakat Indonesia L.A. '99
- Peranan Tionghoa Dalam Penghentian Pembantaian di Makasar
- Sejenak Bersama Pdt. Eka Darmaputera Ph.D.
- 80-20
- Himbauan Kepada Indonesian Community

MANCA NEGARA
- Anak Gus Dur Belajar Bahasa Mandarin
- Tiongkok Sepenuhnya Dukung Keutuhan Wilayah RI
- RI Terima Budaya Tiongkok
- Gus Dur Turunan Tionghoa?

POLITIK
-
Habibie Gagal, Daerah- daerah tuntut merdeka (Bag.2)

OPINI
- Membangun Politik Luar Negeri Yang Bebas dan Mandiri

BUDAYA & TRADISI
- Perahu Pinisi (Bag.2)

IMMIGRASI
- Keterangan Mengenai Visa NonImigran

ENGLISH
- Tragedy Befalls Ternate, Indonesia

JENAK JENAKA
- Bukan Basa Basi +  Jambret

Beijing, Antara Presiden Abdurrahman "Gus Dur" Wahid melakukan shalat Jumat di Masjid Niuyie, Beijing, bersama masyarakat masyarakat Beijing dan masyarakat muslim Indonesia yang bermukim di ibukota RRC itu.

Presiden Gus Dur disambut oleh Imam Masjid H Ibrahim Xue Tian Lie.

Pada kesemptan itu Gus Dur didampingi Dubes RI untuk RRC Kuntara, Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nurmahmudi Ismail, serta pejabat lainnya.

Sebelumnya Presiden berceramah di depan civitas akademika Universitas Beijing didampingi Menteri Pendidikan dan Rektor Universitas Peking Prof Cen Jiar.

Dalam ceramahnya Gus Dur mengatakan, Tiongkok memegang peran penting dalam percaturan politik maupun ekonomi di dunia saat ini dan masa datang.

Gus Dur juga mengatakan, Tiongkok dengan kebudayaan yang tinggi bisa menjadi tempat belajar orang-orang Indonesia, seperti mempelajari bahasa mandarin.

"Anak saya juga belajar bahasa mandarin di Universitas Indonesia, saya harap dia suatu saat dia akan datang ke universitas ini untuk memperlancar bahasa mandarinnya," katanya.

Menurut jadwal, Jumat ini Presiden Gus Dur bersama rombongan mengakhiri kunjungan kenegaraan tiga harinya di RRC dan diperkirakan tiba di Jakarta pada Jumat tengah malam.

Sebelum meninggalkan Beijing, Kepala Negara masih menyempatkan diri bertemu dengan para pengusaha RRC dan pengusaha Indonesia, serta mengadakan jumpa pers dengan wartawan asing di Beijing. (IM)

Kembali ke halaman depan
Kembali ke halaman terbitan lalu