|
|
||||
|
|
||||
|
1999 World Cup Dragon Boat
Tournament Aditjondro si Pemburu Harta Soeharto |
Wawancara dengan sheriff Lee Baca Leroy D. Baca Sheriff Los Angeles County, kelahiran East Los Angeles tahun1942, beliau menamatkan High School di Benjamin Franklin High pada tahun 1960. Macam macam pekerjaan telah dilakukannya untuk menunjang hidup selama dia kuliah di East Los Angeles College, kemudian masuk ke US Marine Corps Reserves pada tahun 1964. Sheriff baca memulai kariernya pada 23 Agustus 1965 sebagai Deputy Sheriff Trainee LASD. Lalu meniti jabatan dari penjaga penjara, recruitment, patroli jalan, instruktor di akademi sheriff, dan menjadi Kapten pada tahun1981. Setelah itu dia menjabat Koman-dan dari Norwalk Station, Aero Bureau, Special Enforcement Bureau, sampai diangkat menjadi Chief pada tahun 1992, dipromosikan oleh Sheriff Sherman Block. Sheriff Baca percaya bahwa pendidikan adalah sangat penting, maka beliau mene-ruskan belajar. Pada tahun 1993 beliau lulus dari USC dengan gelar doctorate of public administration. Beliau juga sebagai anggota seumur hidup dari Honor Society of Phi Kappa Phi - USC Chapter. Sebagai Chief waktu itu, beliau mengusulkan merger antara Sheriff’s Department dan Marshal’s Department menyebabkan penghematan bagi pem-bayar pajak sebesar $14 juta per tahun, oleh karena ke kepiawaiannya beliau mendapat Department’s Distinguished Service Award atas prestasinya. Pada 7 Desember 1998, Lee Baca disumpah menjadi Sheriff Los Angeles County yang ke 30 atas pemilihan rakyat langsung, maka dengan ini Sheriff Lee Baca mengepalai jajaran Sheriff Department yang terbesar di seluruh dunia, membawahi 13,000 personil. Sheriff Baca juga mengajar sebagai dosen Public Administration di University of La Verne. Disamping itu juga sebagai Board of Directors untuk Optimist Youth Homes and Ranch, Puente Learning Center, Buena Nueva Foundation, EMEK Hebrew Academy, HB Center for family Law, Board of Governors of USC Alumni Association, dan sebagai anggota kehormatan dari bermacam macam nonprofit organizations. Wawancara: Bertempat di ruang kerja Sheriff Baca, markas besar LASD di Monterey Park, Indonesia Media mewawancarai Lee Baca. IM: Bagaimana perasaan Anda menjadi seorang yang penting dan dihormati, berkena-an dengan latar belakang Anda yang berasal dari golongan minoritas (Latinos)? Lee Baca: Kami terbiasa dengan multira-sial, seperti layaknya dari kalangan Latinos, didalam latinos sendiri ada banyak ras bangsa, seperti ras dari Afrika, Chinese, Spanish, Kau-kasus, dan macam-macam suku bangsa lainnya lagi. Tentunya saya juga bangga dapat mewakili dari golongan Latinos sendiri dalam kedudukan Saya sebagai abdi masyarakat dari Los Angeles Sheriff’s Department. Untuk itu tugas ini harus saya cermati dengan penuh tanggung jawab atas kepercayaan yang telah diberikan oleh seluruh rakyat. IM: Apakah Anda ada merasakan diskriminasi disekeliling Anda? LB: Mungkin Diskriminasi ada dimana-mana, tapi sepanjang menjadi Sheriff Los Angeles, saya pastikan Diskriminasi tidak ada di departement Saya. Saya tidak akan membi-arkan perlakuan Diskriminasi baik itu Suku, Agama, ataupun Gender dilingkungan kami. IM: Bagaimana Anda mengantisipasi perkembangan ragam penduduk dan pertam-bahan jumlahnya di California pada umumnya dan Los Angeles pada khususnya, dalam kaitanya dengan faktor keamanan. LB : Pertanyaan yang bagus, memang semakin hari semakin banyak jumlah pen-duduk dari angka kelahiran, lagi ditambah dengan kaum pendatang dari seluruh dunia. Rupanya Los Angeles yang dipilih dikarena-kan prasarananya dan iklimnya yang bersaha-bat. Untuk itu kami juga harus mengambil langkah langkah persiapan kearah sana, dengan merekrut lebih banyak lagi deputy, dan mendirikan stasiun-stasiun Sheriff di berbagai tempat yang menggunakan petugas petugas berasal dari komunitas setempat bahkan petugas yang berbahasa sesuai dengan kon-sentrasi masyarakat setempat. Contohnya dalam 4 bulan belakangan ini kami sudah membuka markas besar Asian Crime Task Force di City of Industry, dan Store Front Office di Rowland Heights. Bahkan Saya sendiri, pada beberapa bulan yang lalu telah melaku-kan kunjungan resmi ke beberapa negara di Asia untuk mempererat hubungan LASD dengan kepolisian negara setempat dalam pembinaan kerjasama untuk kejahatan Inter-nasional. Itu hanya dari kelompok masyarakat Asia. Puluhan anggota LACASA yang mem-bantu aktivitas Sheriff Dept. telah dilantik setelah menjalani pendidikan di Stasiun Walnut. Itu juga sebabnya Los Angeles Sheriff’s Department telah menunjuk Indonesia Media sebagai posko pendaftaran Deputy Sheriff yang mampu berbahasa Indonesia. IM: Kami
mendapat kabar sebulan yang lalu Anda berbincang-bincang serius selama 4 jam
penuh dengan Gubernur California Gray Davis, kira kira apa isi pembicaraan
itu? LB: Seperti kami semua ketahui, akhir akhir ini keamanan di sekolah menjadi persoalan yang sangat menonjol seiring dengan penembakan masal di Columbine High School di Colorado. hal itu bukan tidak mungkin dapat terjadi di California juga. Untuk itu kami sedang menjajaki tindakan tindakan preventif keamanan disekolah. Salah satunya adalah dengan mengatur anggaran untuk menempatkan paling sedikit satu Deputy Sheriff atau Police Officer Full time di satu sekolah. Menyikapi "Hate Crime" Komentar terkini dari Lee Baca terhadap Hate Crime yang dilakukan oleh "White Supremacy", atas kejadian akhir-akhir ini di daerah LA, di Jewish Center dan penembakan tehadap pegawai pos, hanya dikarenakan mereka bukan berkulit putih. Disinyalir kejahatan itu dilakukan oleh gerombolan "Low Rider’s", dimana mereka merekruit anggota geng dengan menggunakan obat bius dan wanita. Bila ada masyarakat yang mengetahui atau melihat aktifitas hate crime ini, harap melaporkannya kepada stasiun Sheriff terdekat. Dalam hal ini sheriff L.A, dan Orange County sudah membuat jaringan operasi khusus untuk masalah ini. (Indonesia Media) |
|||