English Translation:
NIA, TEEN AMBASSADOR FOR HUMANITY AND PEACE

Indonesian Translation:
NIA, DUTA REMAJA UNTUK KEMANUSIAAN DAN PERDAMAIAN


EDISI

September 99

EDISI
Agustus 99

Berbincang-bincang dengan Sabam Sirait
Duarte, 7 September, 1999

Saya, Sabam Sirait atas nama Megawati, mengucapkan banyak terima kasih kepada rakyat Indonesia di Los Angeles, yang telah memberikan kepercayaan yang begitu besar, memberi hatinya, apalagi suaranya kepada PDI Perjuangan dalam pemilu yang lalu. Di Los Angeles PDI-Perjuangan mendapat suara 80%. Yang paling membuat surprise adalah, kemenangan PDI-Perjuangan di Arab Saudi. Sama surprisenya juga di Indonesia, Banten juga dimenangkan oleh PDI-Perjuangan. Mungkin dalam konteks ini pak Sabam mau mencoba mengungkapkan kegembiraannya bahwa, ternyata PDI-Perjuangan juga memenangkan hati kaum muslim.

Masih seputar Tuti Alawiyah

"Jangan tuduh sebelum periksa" demikian pernyataan dari Sabam Sirait mengenai "Kewanitaan" Tuti Alawiyah itu. Sebab banyak satire yang seolah meragukan Tuti Alawiyah itu betul-betul seorang wanita, apa bukan. Mungkin karena pernyataan yang pernah dikeluarkan oleh menteri peranan wanita ini yang tidak mendukung capres wanita. Namun Sabam yang rupanya telah memeriksa, dan yakin betul ….. mengomentari bahwa, Tuti Alawiyah rupanya telah berubah sikap dan mengatakan; "Capres perempuan juga boleh". Disini Pak Sabam mencoba meyatakan bahwa, manusia itu bisa berubah, apalagi politikus, harus berani menerima kenyataan dan berubah. Rupanya diam-diam pak Sabam memuji menperta itu, yang berani merubah sikapnya. "Manusia itu harus bisa mempengaruhi dan juga harus bisa dipengaruhi, kalau hanya bisa mempengaruhi saja itu bukan manusia, itu Hitler, Tuti Alawiyah adalah manusia, karena dia bisa dipengaruhi" Demikian seloroh Sabam.

Perjalanan PDI-Perjuangan

Sampai sekarang ini belum ada pengakuan kembali dari pemerintah Habibi bahwa PDI-perjuangan dibawah pimpinan Megawati adalah PDI yang sah. PDI-P mengadukan kasus ini ke 300 pengadilan diseluruh Indonesia, 200 sekian pengadilan merasa tidak berwenang untuk mengadilinya, ini terjadi pada waktu presiden Suharto masih berkuasa. Hanya 7 pengadilan negeri memutuskan bahwa PDI dibawah pimpinan Megawati adalah PDI yang sah dan munas yang diketuai Megawati dan Alex Litay dinilai sah pula.

Pengadilan Negeri memutuskan: 1. Kongres di Medan yang didukung oleh pemerintah tidak sah. 2. Utusan yang menghadiri munas di Medan tidak sah. 3. PDI pimpinan Suryadi tidak sah, kongres-kongresan yang di rekayasa oleh pemerintahan Soeharto, yang didukung oleh; Faisal Tanjung, Shyarwan Hamid, danYogi.S. Memet.

Rakyat Indonesia masih ada harapan bahwa pengadilan masih ada yang berani memeriksa dan memutuskan secara adil. Jadi diperbagai bidangpun masih ada titik cerah.

Sabam Sirait

Pemilu belum sempurna.

Pemilu sekarang ini sudah sedikit agak berubah dari pemilu yang lalu, walaupun belum seperti yang kita harapkan. Sebelum PDI pecah ditahun 1992/1993, PDI mengusulkan agar anggota tidak ada yang diangkat semua dipilih. Tetapi kenyataannya masih ada saja 238 yang diangkat; 38 ABRI di DPR, 135 utusan daerah di MPR, 65 diangkat dari KPU mewakili golongan-golongan. Golongan-golongan ini juga tidak jelas. Menurut UUD golongan yang diangkat dari KPU adalah golongan ekonomi, contohnya koperasi, serikat buruh. Tetapi yang diangkat sekarang ini dari golongan agama, golongan cendikiawan, budaya, hanya golongan wartawan yang menolak. Dahulu pengangkatan ini diangkat langsung oleh presiden, sekarang sudah tidak. Begitu pula dengan Panglima, Kodam, Gubernur, Kepala Polisi juga para istrinya secara otomatis menjadi anggota MPR, sekarang tidak lagi.

Ada bahaya baru yang mengancam yaitu " money politik", bermain dengan kekuatan uang. Tetapi sampai sekarang "money politik" belum bisa dibuktikan.

Demokrasi, adalah sesuatu yang mahal, tapi dari pada tidak demokrasi lebih baik demokrasi, Indonesia harus menjadikan demokrasi sebagai pilihan bangsa kita pada waktu-waktu yang akan datang.

Baru ada 2 mantan presiden di Indonesia.

Indonesia baru mempunyai dua presiden setelah 54 tahun merdeka. Ditahun 1973, PDI telah mengusulkan masa jabatan presiden hanya dua kali. Pada waktu itu dianggap sebagai prematur yang mengganggu bulan madu orde baru. Sekarang ini sudah ditetapkan dalam MPR bahwa jabatan presiden maksimal dua kali.

Angkatan Bersenjata salah memasang strategi.

Peranan ABRI tidak lagi seperti masa lalu. Salah satu kesalahan yang paling utama adalah menempatkan supra struktur. ABRI merupakan supra struktur dalam sistem pemerintahan, ditaruh dibawah infra struktur, jadi ABRI dibawah Golkar. Akibatnya ABRI tidak mempunyai pegangan. Bapak Hartono selaku pimpinan mengatakan: " Ia patuh kepada Golkar, karena ABRI merupakan bagian dari Golkar"

ABRI dan pegawai negeri yang dahulu membantu partai politik, sekarang sudah mulai memperbaiki diri. Walaupun hasilnya harus diuji dulu. ABRI mengatakan sekarang mereka netral.

Habibi mencari popularitas

PDI P telah mengingatkan Habibie untuk tidak melakukan yang dia lakukan sekarang.

Mungkin untuk mencari popularitas didunia internasional, ia tawarkan dua opsi yaitu otonomi dan kemerdekaan melalui referandum.

Sabam Sirait Boleh kita tidak setuju dengan penyerbuan ditahun 75 atau peristiwa Santa Cruz ditahun 91. Karena TimTim sudah berintergrasi ke Indonesia, jadi TimTim merupakan bagian dari Indonesia, ditetapkan di MPR tahun 1978. Kita harus membicarakan TimTim sebagai negara dan bangsa. Peta dunia tidak pernah abadi. Selalu berubah dari abad ini ke abad berikutnya. Peta dan batas negara bisa berubah, itu banyak tergantung dari rakyatnya. Misalnya batas antara Jerman dan Perancis. Batas Jerman dan Polandia. Bahkan batas di Asiapun akan diperhatikan lagi, misalnya batas pulau Spratly.

Menghadapi TimTim sangat tidak mudah, kita sangat malu berada ditengah bangsa yang beradab. Ini sangat menakutkan karena semua rakyat Indonesia tentu ingin menjadi bangsa yang terhormat. Inilah akibat dari politik Timtim yang ditempuh Habibie.

Menurut Achmad Sudiro tidak ada untungnya TimTim dipertahankan, karena biaya-biaya untuk TimTim terlalu besar. Negara Indonesia tidak berdasarkan pada untung rugi, tetapi pada kesatuan, dengan otonomi yang luas.

PDI-P akan berusaha mati-matian untuk memperbaiki bangsa ini. Aceh, Irian tidak boleh berdiri sendiri, karena Indonesia adalah negara kesatuan dengan otonomi yang luas.

Amerika tidak berani mencampuri Indonesia.

Setelah Indonesia menjadi negara yang kuat dengan jumlah penduduk yang besar, Amerika tidak berani mengintervensi lagi.

Siapapun yang menjadi presiden Indonesia ke-3, tidak menjadi masalah untuk Amerika.

Karena Amerika hanya mementingkan kepentingan nasionalnya sendiri. Banyak sekali contoh, Amerika meninggalkan Vietnam Selatan, Taiwan ditinggalkan walaupun Taiwan dan Amerika telah berteman lama. Agama juga tidak menjadi ukuran. Contohnya Amerika meninggalkan Sudan Selatan, terjadi perang antara kristen melawan kristen di Afrika tengah.

Rakyat Amerika baik, pemerintah Amerika tidak pernah membuat dan memutuskan sesuatu diluar kepentingan nasionalnya. Ini sangat berlawanan dengan pemimpin kita, yang sering membuat keputusan, tidak mementingkan kepentingan nasionalnya.

Amien Rais ingin jadi wapres

Partai politik manapun kalau berkesempatan untuk memerintah itu wajar. Kalau tidak bisa memerintah sendiri, bergabung dengan yang lain itu juga masih wajar.

Menurut pak Saban, Gus Dur selalu dan tetap mendukung Mega menjadi presiden. Konon kabarnya, Amien Rais bersedia mendukung Megawati menjadi presiden, berita ini ditulis disebuah koran siang di Jakarta, bonusnya Amien diangkat menjadi wapres. Partai-partai yang dulu menolak Mega, sekarang dibelakang layar, banyak juga yang diam-diam mau membantu Mega asal mendapat 6 kursi di kabinet. Jika Mega menjadi presiden, ia akan membangun konfiden building, meneruskan kepercayaan yang sudah ada.

Bangsa yang dapat memaafkan dan menghormati adalah bangsa yang besar.

Pasal 27 berbunyi: Setiap warga negara adalah sama, didepan hukum, tidak membedakan etnis tertentu. Pasal 29 berbunyi: Kebebasan beragama, menjalankan peribadatan dilindungi.

Jadi hubungan etnis terletak dalam diri kita sendiri. Semua warga negara harus merasa bangga bahwa kita satu bangsa dan satu negara. Kita harus saling menghormati satu sama lain.

Apakah hak asazi dilindungi?

Jawabnya tidak. Hak asazi harus diperjuangkan oleh kita sendiri.

Keributan di Ambon merupakan bagian dari praktek de vide at impera, kelanjutan dari politik kolonial Belanda yang mau memecah belah republik Indonesia. Jangan harap orang lain mau melindungi hak asazi kita, melainkan kita harus memperjuangkan hak-hak kita sendiri. Demikian pula dengan Tionghoa, Batak, Ambon, Aceh, Irian, dan lain-lainnya, mereka harus perjuangkan hak-haknya sendiri-sendiri. Sejarah yang ada di Indonesia perlu diluruskan karena disana tidak disebutkan peran orang Tionghoa dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

Padahal ada beberapa orang Tionghoa yang terlibat di dalam perumusan kemerdekaan Indonesia. Tapi bukan hanya suku Tionghoa saja yang bisa protes, suku Batak harus protes terhadap buku sejarah yang ditulis Nugroho Notosusanto. Menurut bukunya nama si Singamangarajapun tidak tertera. Jadi nasionalisme tidak ada keterkaitan dengan berapa lama sudah meninggalkan Indonesia. Orang yang masih ada di Indonesiapun banyak yang sudah luntur nasionalismenya oleh karena melihat fakta sejarah yang diputar balikan.

Kasus Lippo dengan PDI-P

Mengenai sumbangan Lippo ke PDI-P, itu hanya isyu belaka. ini hanya sekedar taktik untuk melemahkan jalannya Mega sebagai presiden nanti dari partai pemenang Pemilu 99. Dalam hal sumbangan, PDI-P berprinsip agar semua yang mau menyumbang dibagi rata.

Tidak ada satu orang yang menaggung semuanya. Contohnya waktu kampenya yang lalu, ada satu pengusaha yang mau membiayai helikopter seluruhnya.

Tapi jajaran pengurus PDI-P tidak mau. Semua orang kebagian hanya sekali menanggung biaya helikopter.

Pertemuan yang seru ini diakhiri pukul 10.30 PM karena setelah itu Sabam Sirait harus ke airport untuk pulang ke Indonesia dengan sejumlah tugas besar menantinya.

DI/UL/indonesia media