Menpora
di L.A.
Dubes Dorojatun 

Dubes Dorodjatun Kuncoro-Jakti di LA


Los Angeles, Jumat, 9 July 1999 , di KJRI –LA telah dilakukan tatap muka dan tanya jawab dengan Dubes, dibawah ini beberapa cuplikan yang berhasil kami catat.

Kilas balik pemilu yang lalu.

Dari 150 partai terdaftar, hanya 48 partai yang terpilih untuk maju ke pemilu. 210 juta penduduk terdaftar dan pergi ke 300 ribu tempat pemilihan suara.

Akhirnya tersisa partai unggul antara lain; PDI-P, PKB, Golkar, PPP, PAN, Tiga partai unggul di Jawa yaitu PDI, PAN dan PKB. Diluar Jawa dimenangkan oleh Golkar, kecuali di Aceh. Harga kursi diparlemen untuk wilayah Jawa lebih mahal dari pada harga diluar Jawa, sehingga Golkar menduduki rangking ke 2.setelah PDI.

Partai Sosialis, yaitu partai Buruh, Murba, dan PRD, tidak mendapat dukungan, ini menunjukan retorika kiri di Indonesia makin surut, misalnya teori pertentangan kelas, anti imperialisme, yang pernah terjadi di Indonesia pada tahun 1960an. Juga yang lebih menarik lagi partai-partai Agama tidak mendapat tempat yang berarti, tidak mendapatkan suara lebih dari setengah prosen.

A Giant Step

Amerika menilai pemilu kita yang lalu sebagai "A pleasant Surprise", tanpa kekerasan dan tanpa diatur lebih dulu seperti pemilu yang sudah sudah. Kemenangan pemilu merupakan munculnya konfirmasi, dimana kembali loyalitas rakyat Indonesia untuk bangsa dan negaranya, berarti bangkitnya kembali kedaulatan rakyat. Suatu kebijaksanaan yang menguntungkan rakyat. Kita semua tidak mau ada pertentangan pertentangan, baik itu ideologi,etnis atau agama.

Rakyat Indonesia akan menunjukan kepada dunia, bahwa negara demokrasi ke 3 akan muncul, setelah Amerika dan India. Ini merupakan suatu langkah raksasa.

Suara rakyat adalah suara Tuhan

Bagaimana jika hasil pemilihan presiden tidak sesuai dengan pemilu ?
Selama terbukti sesuai dengan prosedur, ditambah kesepakatan rakyat untuk mengejar ketinggalan dan ingin maju. Ini tak menjadi masalah,.yang terpenting semuanya berjalan secara demokrasi. Sesuai dengan suara rakyat yang telah dituangkan dalam pemilu yang lalu. Suara rakyat dipercaya sebagai suara Tuhan, itulah yang dikehendaki Tuhan yang terbaik buat rakyat.

Demokrasi adalah suatu proses bukan hasil, di Indonesia, sudah banyak kemaju-an, misalnya utusan daerah sudah tidak di-pilih dari pusat, ABRI hanya diberi 38 kursi, kemajuan dalam dunia pers yang bebas.

Langkah terpenting sekarang ini di Indonesia adalah mencari pekerjaan. Setiap tahun diperlukan 3 juta peker-jaan baru. Jika kebutuh-an ini tidak dapat dipenuhi maka partai manapun akan dihabisi oleh rakyat.

Amandemen UUD’45

Dalam 2 atau 3 kali pemilu sistem pemilihan umum Indonesia bisa seperti sistem Distrik macam Amerika, presiden bisa dipilih langsung oleh rakyat. Kalau mau pilih presiden langsung, UUD ’45 harus diubah dulu. Amerika juga banyak mengamandemen perundangannya. Yang penting harus dilakukan secara konstitusi, jangan membentuk gerakan extraparlementer, ini sangat bahaya.

Jangan berhenti menghidupkan motivasi kita

Himbauan kepada para constituent (pemilih dalam hal ini masyarakat) agar terus menghidupkan motivasi kepada wakil rakyat yang kita pilih, seperti halnya yang terjadi di Capitol Hill, para constituent selalu mendatangi Congress dan Senat (DPR dan MPR) di Washington DC, untuk mengingatkan anggota Congressmen dan Senator agar motivasinya tetap jernih.dan bersih. Visi dan misinya selalu ditagih, amati terus dan tegur. Kita masih kurang berani untuk mengkritik pemerintah. Sebenarnya dari tahun 1969 KAPPI dan KAMI sudah mencium gelagat tidak baik ORBA, mereka menuntut terus sampai tahun 1978 , lalu timbul PETISI 50 (dengan tokohnya Ali Sadikin dan Hoegeng mantan Kapolri yang akhirnya tidak boleh lagi nyanyi Hawaii). Rupanya Pak Dorojatun mencoba memberikan petunjuk usaha rakyat untuk mengontrol pemerintah. Disisi lain apakah ada jaminan keselamatan dari pemerintah untuk orang-orang yang protes? Lagi Pak Dubes juga sudah memikirkan hal ini, beliau merencanakan meminta bantuan kepada

Washington, misalnya untuk melatih kembali Polisi Indonesia sesuai dengan konvensi anti penyiksaan dari PBB yang sudah ditandatangai Indonesia, sehingga praktek-praktek semacam itu tidak akan terjadi lagi. Anehnya pak Dubes hanya sebut POLRI yang harus dilatih kembali agar beradab, bagaimana dengan tentaranya, terutama Kopassusnya Pak ? Mudah-mudah-an ini hanya kechilafan saja dari Pak Doro-djatun. Dubes juga menambahkan bahwa kita perlu membenahi system pengadilan, yang intinya Hakim dan Jaksa harus diperbaiki, dan masih banyak lagi pekerjaan kita.

Masalah Timtim.

Indonesia tidak berhak memerdekakan Timtim. Indonesia sudah menawarkan otonomi luas, atau proses direct balancing. Yang harus dipikirkan bagaimana nasib rakyat yang sudah berintegrasi dengan Indonesia dan jangan ada perang saudara lagi. Jajak pendapat harus dilakukan tanpa tekanan, dari pihak manapun.
Pagi harinya pak dubes juga memberikan ceramah di hotel Regal Biltmore Los Angeles, dengan judul "Indonesia After The Elections: A Step Towards Democracy".
Acara ini diadakan oleh Asia Society Southern California Center bekerja sama dengan KJRI, Unocal, Edison Mission Energy. (Indonesia Media)

 

 
Kembali ke halaman depan