|
|
KH Abdurrahman Wahid Library di New York Perwakilan Tetap RI (PTRI) untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York berhasil mendirikan perpustakaan umum mengenai HAM, hukum, lingkungan hidup, kawasan dan kajian-kajian lainnya. Perpustakaan tersebut didirikan di lantai 1 dari Gedung PTRI yang memiliki 7 lantai beralamat di 325 East 38th Street, New York, NY,10016 itu. Yang menarik nama perpustakaannya juga dahsyat: KH Abdurrahman Wahid Library. Wartawan Jawa Pos di Washington DC Ramadhan Pohan melaporkan, sejauh ini perpustakaan yang mengambil nama Gus Dur itu sudah memiliki 5 ribu buku. Menurut Wakil Tetap RI untuk PBB Dubes DR Makarim Wibisono jumlah itu akan bertambah terus di masa mendatang. Dubes Makarim mengungkapkan pendirian perpustakaan di atas sangat berkait dengan upaya misi diplomasi luar negeri RI. ''Mengenai perpustakaan itu, kita berkesimpulan untuk usaha peningkatan diplomasi maka masalah substansi harus dikembangkan. Perlu dukungan argumen yang solid. Misalnya bicara soal human right, pemikiran yang mendalam mengenai itu dan bagaimana posisi kita dan sebagainya. (Sehingga) Secara akademis, hukum, sosial mempunyai pijakan yang kuat lah,'' kata DR Makarim khusus kepada Jawa Pos di AS. Menurut Dubes Makarim, gagasan pendirian perpustakaan tersebut sudah dimulai sejak lama. Kenapa perpustakaan itu mengambil nama Gus Dur? Rupanya PTRI mempunyai pertimbangan khusus yang cukup menarik di situ. Ini berawal dari seringnya Dubes Makarim menemani Presiden Wahid bertemu dengan pelbagai pemimpin dunia di pelbagai kesempatan di manca negara. Rupanya banyak kalangan pemimpin dan pejabat internasional yang terkesan atas Presiden Wahid. Misalnya pengetahuan dan penguasaan Gus Dur tentang sastra, tradisi, budaya, sejarah, pemikir dan pemikiran pelbagai negara. Mitra Indonesia dan pemimpin manca negara acap jadi salut atas penguasaan Gus Dur mengenai negara-negara mitra tersebut. ''Mereka terkesan dengan khasanah dan perbendaharaan Presiden RI. Kesan mereka satu, bahwa Gus Dur itu dulu sejak masa muda pasti kuat membaca. Jadi pasti kutu buku,'' paparnya. Buku-buku yang dihadirkan perpustakaan tersebut lebih bersifat kajian universal, lintas negara dan kebanyakan berbahasa Inggris. yaitu tentang politik, ekonomi, kawasan Timteng, Asia, hukum, lingkungan, HAM dan sebagainya,'' katanya. Tetapi bagi masyarakat atau mahasiswa Indonesia di AS masih bisa mendapatkan bacaan berbahasa Indonesia. termasuk mendapatkan klipping majalah dan koran dari tanah air. ''Ada Indonesian Corner, menyediakan buku-buku dan bacaan mengenai Indonesia yang ditulis orang-orang asing maupun orang Indonesia. Ada juga buku-buku referensi,'' timpalnya. Dubes Makarim yang sebagai pribadi juga memimpin salah satu badan bergengsi di PBB, menjadi presiden Dewan Ekonomi dan Sosial (ECOSOC) sangat berambisi menjadikan perpustakaan KH Abdurrahman Wahid Library itu betul-betul bergengsi. ''Dilengkapi akses digital information, internet. Jadi kita mempunyai (alat baca) yang tradisional dan juga akses modern seperti internet. Saya mempunyai prioritas utuk teknologi informasi,'' katanya. PTRI sengaja membuat perpustakaan yang bersifat umum ini. Soalnya selain diperuntukkan sebagai pusat data base diplomat Indonesia di AS, perpustakaan tersebut diharapkan bermanfaat bagi kalangan umum Indonesia. Termasuk juga bagi para diplomat asing, kalangan pers AS, pengusaha dan pelbagai pihak lain. ''Cara kita menghadapi revolusi informasi adalah, memberikan perpektif, bukan argumen berbohong atau pemutar balikan fakta. Kita adalah bangsa yang komit untuk demokratisasi,'' paparnya. Ketika ditanya dana, Dubes Makarim tidak menyebutkan angka. Yang menarik juga, perpustakaan KH Abdurrahman Wahid ini pun tidak meminta sumbangan ke sana-sini. Semua benar-benar mengandalkan sumber dana dan sumber daya para diplomat dan staf PTRI sendiri. ''Dana yang ada di sini yaitu dana-dana (yang diambil) dari kegiatan lain yang kita tekan, termasuk dana perjalanan dinas kita. Ini adalah kegiatan yang pada mulanya bersifat meningkatkan SDM. Murni dana PTRI,'' sebutnya. Perpustakaan "KH Abdurrahman Wahid Library" ini merupakan satu-satunya perpustakaan komplit di AS yang dimiliki Deplu-RI. Sehingga kehadirannya disambut gembira, termasuk bagi mahasiswa dan kalangan diplomat Indonesia sendiri. ''Sarana ini akan menguatkan data pendukung, pas sebagai data base kita di sini. Apalagi karena dikelola mengikuti managemen modern,''kata Tatang B. Razak, salah seorang diplomat Indonesia di AS kepada JP. pohan/Indonesia Media |
Other stories:
California Republican Party
passed resolution unanimously |
|||
|
FastCounter by bCentral |